Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL KUPANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
×

KKP

Kilas Berita  
Pertama kali di dunia, Restocking Hiu Belimbing (Stegostoma tigrinum) di Kawasan Konservasi

 

 

RAJA AMPAT [15/01] – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Raja Ampat lakukan pelepasliaran Hiu Belimbing di Kawasan Konservasi Kepulauan Waigeo Sebelah Barat melalui StAR Project (Stegostoma tigrinum Augmentation and Recovery) pada 12 – 13 Januari 2023.     

StAR Project merupakan program yang bertujuan membangun kembali populasi Hiu Belimbing Indo-Pasifik yang sehat dan memiliki keragaman genetik di Raja Ampat melalui translokasi dan restocking yang pertama kali dilakukan di dunia. Kegiatan restocking ini mendatangkan Hiu Belimbing dari Australia dalam dua tahapan yang mana dari tahap pertama 3 individu yang berhasil hidup mulai dari telur hingga anakan. 

Kegiatan pelepasliaran tersebut dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan seperti Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat, Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (BLUD UPTD KKP) Raja Ampat, Yayasan Konservasi Indonesia, Tim StAR Project, Dewan Adat Suku Maya (DAS Maya), Perwakilan Kampung Selpele, Suku Adat Kawe dan National Geographic. Rangkaian dalam kegiatan tersebut meliputi sambutan, seremonial adat oleh masyarakat suku Kawe sebagai simbol permintaan leluhur untuk menjaga dan melindungi hiu belimbing yang akan dilepasliarkan agar dapat hidup hingga besar dengan aman dalam Laguna Wayag, dilanjutkan dengan pelepasliaran secara simbolis oleh para perwakilan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

BKKPN Kupang dan LPSPL Sorong sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) turut mewakili dalam memberikan sambutan untuk membuka kegiatan pelepasliaran tersebut. Imam Fauzi selaku Kepala BKKPN Kupang menyampaikan bahwa akan selalu mendukung upaya-upaya konservasi yang dilakukan oleh berbagai pihak. “BKKPN Kupang siap mensupport segala pelestarian dan perlidungan yang ada di Raja Ampat. Sama seperti halnya dengan Pari Manta yang mana di Laguna Wayag ini telah terkonfirmasi menjadi salah satu Nursery Area Pari Manta”, tegas Imam.

Selain itu, Santoso Budi Widiarto selaku Kepala LPSPL Sorong juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini dalam sambutannya. “KKP memiliki protokol pelepasliaran biota laut, salah satunya dengan mendatangkan dokter hewan untuk memastikan kondisi biota tersebut siap untuk dilepaskan ke alam. Kami juga berterima kasih kepada seluruh tim yang telah melakukan kegiatan ini demi mendukung pulihnya kembali Hiu Belimbing di Raja Ampat”, jelas Santoso di Raja Ampat.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pelepasliaran terhadap dua anakan Hiu Belimbing yang diberi nama Charlie dan Audrey dilakukan didalam Laguna Wayag pada titik lokasi yang berbeda. Pelepasliaran pertama pada anakan Hiu Belimbing (Charlie) dilakukan di Pantai Pasir Putih yang berada di dalam laguna, sedangkan anakan Hiu Belimbing (Audrey) dilakukan di pantai berpasir yang berada di jalur masuk laguna.

Laguna Wayag Raja Ampat dipilih sebagai situs pelepasan perdana karena merupakan ekosistem dari berbagai jenis hiu dan pari, utamanya sebagai daerah pembesaran Pari Manta Karang pertama di dunia. Selain itu, Laguna Wayag merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Kepulauan Waigeo Sebelah Barat dibawah pengelolaan BKKPN Kupang sehingga dapat menawarkan perlindungan untuk Hiu Belimbing yang saat ini status konservasinya dikategorikan terancam punah (endangered) dalam daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang   15 Januari 2023   Dilihat : 683



Artikel Terkait: