Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL KUPANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Rapat Koordinasi Teknis Pengelolaan Kawasan Konservasi Daerah

 

 

Yogyakarta – (29/03) Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang mengikuti rapat koordinasi teknis pengelolaan Kawasan Konservasi Daerah, yang merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, dengan topik pembahasan berupa berbagai program dan tantangan dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa target luasan kawasan konservasi di tahun 2021 sudah melampaui target di tahun 2024. Hal tersebut disebabkan oleh adanya percepatan penetapan RZWP3K sebagai salah satu bentuk kepastian investasi.

Kondisi pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh kategori minimum (61%), diikuti kategori optimum (39%). Dominasi pada kategori minimum disebabkan oleh SOP belum semuanya terbentuk, data series tidak lengkap, Jumlah SDM, anggaran, sarana prasarana, dok kajian daya dukung belum tersusun, kurangnya pengawasan, dokumen rencana pengelolaan belum ditetapkan, kemitraan, belum tersusunnya regulasi pemanfaatan kawasan konservasi daerah. Beberapa daerah juga masih belum menginput luasan kawasan konservasi yang belum ditetapkan, dimana indicator ini sangat penting untuk ditetapkan sebagai salah satu indicator dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan terkait capaian luasan kawasan konsevasi di tahun 2021. PRovinsi Papua 6,7 juta. Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan luasan kawasan konservasi terendah. Daerah harus lebih komitmen untuk mengintegrasikan kegiatan dan mengalokasikan anggaran dalam rangka mendukung indicator kawsan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil yang operasional.

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang   29 Maret 2022   Dilihat : 60



Artikel Terkait: