Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NASIONAL KUPANG
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Saresehan Pembentukan/Penguatan Jejaring Pendukung Bisnis Wisata Berbasis Masyarakat yang Berkelanjutan Antara Masyarakat di Lokasi Terpilih dan Para Pemangku Kepentingan Lain Yang Terlibat Di TNP Laut Sawu, Raja Ampat dan Kawasan Wisata Terkait

 

Kupang (3/12) – BKKPN Kupang mengikuti kegiatan sarasehan pembentukan/penguatan jejaring pendukung bisnis wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan antara masyarakat di lokasi terpilih dan para pemangku kepentingan lain yang terlibat di TNP Laut Sawu, Raja Ampat dan Kawasan Terkait. Kegiatan ini merupakan Program Coral Reef Rehabilitation Management dan  Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) yang didukung oleh Dana Hibah Global Environment Facility (GEF) Melalui World Bank, Kerja sama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF)dengan Yayasan Reef Check Indonesia di TNP Laut Sawu dan Raja Ampat dengan Judul" Integrasi Kebijakan Berbasis Sains dalam mendukung Konservasi dan Pemanfataan secara Berkelanjutan Spesies Terancam Punah". Pembukaan dan Sambutan langsung oleh Bapak Ramli Firman, Sub Program dan Evaluasi Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang (BKKPN Kupang) yang menyampaikan bahwa BKKPN Kupang akan mendukung dan mendampingi kelompok ekowisata di Meosmanggara dan Pulau Semau yang masuk dalam Kawasan Pengelolaan BKKPN Kupang. Paparan Materi oleh Yayasan Reef Check terkait hasil pembentukan dan penguatan jejaring kelompok yang di laksanakan pada tanggal 30 November - 2 Desember 2021 di Pulau Semau terhadap potensi dan permasalahan yang dialami oleh Kelompok Wisata Berbasis Masyarakat dan Kelompok pembuat Sabun di Meosmanggara Raja Ampat dan Pulau Semau Nusa Tenggara Timur yang terbentuk dengan nama Domani Timur (Dolphin, Manta dan Nirwana). Paparan Dekranasda NTT terkait pengembangan UMKM Lokal di NTT, fasilitasi UMKM pembuat sedotan berbahan dasar rumput laut, sounding program ke Ketua Deskranasda NTT, Ibu Julia Laiskodat selaku anggota Komisi IV DPR. Paparan Disparekraf NTT menyampaikan tentang konsep regulasi produk gula merah dalam Pergub No.49 Tahun 2020, kendala yang dihadapi produk UMKM, bidang kelembagaan, pembangunan sarpras. Paparan dari NGO yang bergerak di NTT (WWF, YAPEKA dan PILI) tentang program-program yang telah dilaksanakan di NTT.

 

Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang   03 Desember 2021   Dilihat : 107



Artikel Terkait: