Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Tanam 455.000 Bibit Mangrove, KKP Serap Ratusan Tenaga Lokal di Pesisir Utara Jawa dan Lampung

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Nomor: SP.161/DJPRL.1/XII/2020

  

JAKARTA (8/12) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang melakukan penanaman 455.000 bibit mangrove yang tersebar di beberapa wilayah di antaranya Brebes, Karawang, Pesawaran dan Lampung Timur.

  

Plt. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe mengatakan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat dari Ditjen PRL yang disandingkan dengan rehabilitasi kawasan pesisir.

 

“Rehabilitasi kawasan pesisir ini ditujukan untuk memulihkan lingkungan sekaligus membantu perekonomian masyarakat di masa pandemik“ ujar Tebe saat memberikan keterangan di Jakarta.

 

Lebih lanjut, Tebe mengajak masyarakat untuk kembali melestarikan mangrove sebagai upaya tercapainya rehabilitasi dan restorasi wilayah pesisir, meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus penyadartahuan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

 

Sementara itu, Kepala LPSPL Serang, Syarif Iwan Taruna Alkadrie menjelaskan penanaman 455.000 bibit mangrove akan dilakukan pada area seluas 97,93 Ha. Penanaman menyerap 390 tenaga lokal dari 9 kelompok masyarakat penggiat mangrove yang tersebar di beberapa wilayah kerja LPSPL Serang, di antaranya Brebes, Karawang, Pesawaran dan Lampung Timur.

 

“Tak hanya kuantitas, kualitas juga tak kalah pentingnya. Sosialisasi mengenai teknis juga dilakukan sebelum penanaman dimulai dengan menggandeng tenaga ahli mulai dari persiapan hingga penanaman", tutur Iwan di lokasi penanaman pada (24/11) lalu.

  

Program rehabilitasi ini tak berhenti di penanaman saja tapi akan berlanjut pada pembangunan tracking mangrove sepanjang 726 meter dengan melibatkan 4 kelompok penggiat mangrove yang tersebar di masing-masing lokasi tracking mangrove seperti Lampung Timur, Serang, Rembang dan Pati.

 

"Dengan tracking mangrove ini diharapkan kegiatan pariwisata yang lesu kembali bergairah dan dapat menarik pengunjung yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan meringankan ekonomi masyarakat setempat yang terdampak pandemi Covid-19,” imbuh Iwan.

 

Supriadi Ketua kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandan Alas Lampung menyampaikan semangat kelompoknya dalam keterlibatan pelestarian kawasan dan siap memberikan dukungan penuh dalam kegiatan penanaman serta pembangunan tracking mangrove di wilayahnya.

 

"Program KKP di bidang konservasi seperti ini sangat kami apresiasi terlebih lagi program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat sehingga dapat membantu kami dalam dari sisi ekonomi dan punya kesempatan untuk ikut menjaga dan melestarikan kawasan pesisir di sini", pungkas Supriadi.

 

HUMAS DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   08 Desember 2020   Dilihat : 208



Artikel Terkait: