Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
KKP Segera Bangun Nursery Mangrove di Pasuruan

SIARAN PERS

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Nomor: SP.154/DJPRL.1/XII/2020

 

JAKARTA (3/12) – Selain untuk mengatasi permasalahan ketersediaan bibit mangrove untuk kebutuhan rehabilitasi, pembibitan dan persemaian bibit mangrove dapat menjadi alternatif pendapatan masyarakat pesisir yang terdampak akibat pandemi.

 

Karenanya, melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Rehabilitasi Kawasan Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun tempat pembibitan (nursery) mangrove di 12 lokasi yang tersebar di wilayah Indonesia yang direalisasikan pada November lalu, salah satunya di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

 

Plt. Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu yang biasa disapa Tebe mengatakan untuk memperbaiki kawasan mangrove dan memulihkan ekonomi masyarakat pesisir di Pasuruan, KKP akan menggelontorkan bantuan stimulus ekonomi  berupa pembangunan tempat pembibitan mangrove dan pelatihan pengolahan produk turunan mangrove.

 

“Pembangunan pembibitan mangrove di Pasuruan akan dilakukan pada area seluas 4.500 meter persegi di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling. Dengan dibangunnya tempat pembibitan mangrove, masalah ketersediaan bibit mangrove untuk kegiatan penanaman dapat diatasi sehingga kegiatan rehabilitasi kawasan mangrove dapat terus dilakukan,” ujar Tebe saat memberikan keterangan di Jakarta.

  

Agar program ini dapat berjalan dengan baik, Tebe menjelaskan KKP terlebih dahulu melakukan sosialisasi pembangunan pembibitan mangrove kepada masyarakat pesisir di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Pasuruan, pada (16/11) lalu. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan masyarakat tentang manfaat tempat pembibitan mangrove.

 

“Saya berharap masyarakat dapat menangkap peluang kebutuhan bibit mangrove untuk program rehabilitasi sebagai alternatif kegiatan ekonomi produktif masyarakat," tandasnya.

 

Secara terpisah, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K) Muhammad Yusuf mengungkapkan bukan hanya kegiatan sosialiasi pembangunan pembibitan mangrove saja yang dilakukan KKP di Kabupaten Pasuruan. Ada pula penyaluran bantuan pendukung untuk pelatihan produk pengolahan turunan mangrove kepada dua Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar).

 

“KKP memberikan bantuan sarana prasarana untuk dua kelompok Poklahsar, yaitu Kelompok Sumber Rejeki dan Kelompok Baroyous.  Kedua kelompok tersebut memanfaatkan buah dan daun mangrove untuk diolah menjadi produk konsumsi seperti sirup, brownies, dan keripik,” ungkap Yusuf.

 

Tidak hanya produk konsumsi, menurut Yusuf kedua kelompok tersebut juga memanfaatkan bagian tumbuhan mangrove untuk diolah menjadi bahan pewarna alami dalam pembuatan batik mangrove.

 

Sosialisasi pembangunan pembibitan mangrove dan pelatihan pengolahan produk turunan mangrove di Pasuruan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Kepala Desa Penunggul, Kelompok Penerima Bantuan dan masyarakat Desa Penunggul.

 

HUMAS DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   03 Desember 2020   Dilihat : 406



Artikel Terkait: