Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Kondisi Habitat dan Ekosistem Padang Lamun dan Hutan Mangrove Kawasan Konservasi TWP Kepulauan Padaido

 

Biak (11/09) Dalam rangka pengumpulan data series guna mendukung pengelolaan yang berkelanjutan Kawasan Konservasi Perairan Nasional TWP Padaido, Tim BKKPN Kupang wilker TWP Padaido melaksanakan kegiatan survey kondisi habitat dan ekosistem padang lamun dan hutan mangrove yang dilaksanakan selama empat hari yaitu pada tanggal 8-11 September 2020.

 

Survei kondisi lamun menggunakan metode transek kuadrat (tegak lurus garis pantai), sedangkan mangrove menggunakan metode transek garis dan foto hemispherical. Survei kondisi habitat dan ekosistem Padang Lamun dilakukan pada  5 stasiun yang terletak di Pulau Auki, Pulau Nusi, Pulau Padaidori dan Pulau Meosmangguandi sedangkan untuk ekosistem Hutan Mangrove sebanyak 7 stasiun yang tersebar di Pulau Auki, Pulau Wundi, Pulau Padaidori dan Pulau Pasi. Pengambilan data untuk lamun meliputi persentase tutupan lamun total, persentase tutupan setiap jenis lamun, tegakan spesies Enhalus acoroides, persentase tutupan makroalga, jenis substrat dan megabenthos. Sedangkan untuk mangrove meliputi data komunitas mangrove (tipe substrat, jenis mangrove, keliling batang pohon & sapling, persentase tutupan sampah, jmlah kerusakan mangrove, jumlah jenis  mangrove seedling), pengukuran tinggi kanopi dan pengambilan foto hemispherical.  

 

Berdasarkan hasil pengamatan, Spesies lamun yang ditemukan sebanyak 5 spesies, yakni Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium dan Halophila ovalis dengan rata-rata presentase tutupan bernilai 30-70% dengan tipe substrat berlumpur dan lumpur berpasir. Sedangkan, Spesies mangrove yang ditemukan sebanyak 6 spesies, yakni Avicennia marina, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Sonneratia alba dengan Tipe substrat berupa lumpur berpasir, pasir, pasir dan pecahan karang. Pada lokasi pengamatan banyak ditemukan kerusakan mangrove akibat kegiatan penebangan liar, selain itu ditemukan juga banyaknya sampah plastik sisa rumah tangga yang tersebar di lokasi pengamatan. (BKKPN Kupang)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   16 September 2020   Dilihat : 1217



Artikel Terkait: