Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Kondisi Ekosistem Padang Lamun Di TWP Gilimatra, NTB

Dalam rangka mendapatkan informasi sebaran lamun, tutupan lamun, dan jenis lamun di perairan laut dangkal serta pengumpulan data series kondisi ekosistem habitat di KKPN TWP Gili Matra, Tim BKKPN Kupang wilker TWP Gili Matra melaksanakan kegiatan monitoring kondisi ekosistem padang lamun pada tanggal 22 APril 2020. Metode yang digunakan pada kegiatan monitoring ekosistem padang lamun adalah Seagrass Watch dengan panduan dari LIPI menggunakan transek kuadrat.

Parameter yang diukur dalam monitoring lamun adalah persentase penutupan lamun, komposisi jenis lamun dan dominansinya, kerapatan atau jumlah tegakan jenis Enhalus acoroides, tinggi kanopi serta jenis substrat. Sebagai data tambahan, parameter lain yang di ukur adalah makroalga dan megabenthos.

 

Berdasarkan hasil pengamatan pada tiga stasiun yang berada di Pulau Gili Trawangan ditemukan 3 jenis lamun yaitu Cymodocea rotundata, Halophila ovalis dan Thalassia hemprichii, dengan jenis yang mendominasi pada seluruh stasiun pengamatan adalah Cymodocea rotundata. Sementara pada stasiun pengamatan yang terletak di perairan pulau Gili Meno ditemukan 5 jenis lamun yaitu Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Thalassia Hemprichii, Syringodium isoetifolium dan Halodule pinifolia, dengan jenis yang mendominasi pada seluruh stasiun pengamatan adalah Halodule pinifolia dan Cymodocea rotundata. Biota asosiasi/Megabenthos yang dijumpai pada lokasi adalah Bulu babi bulat (Tripneustes sp.), Bintang Ular (Ophionereis reticulate), Teripang (Synapta sp.) dan Bulu Babi (Diadema setosum).

 

Dari hasil perhitungan data didapatkan nilai persentase pada stasiun pengamatan berkisar antara 16,86% - 32,39% yang termasuk dalam kategori jarang hingga sedang sesuai Kepmen LH No. 200 tahun 2004 dan Rahmawati et al 2017. Untuk ketinggian kanopi lamun jenis Cymodocea rotundata rata-rata berkisar antara 8 cm per stasiun sementara untuk lamun jenis Thalassia hemprichii rata-rata berkisar antara 7 cm per stasiun. Untuk rata-rata macro alga sebesar 9,69% dari ketiga stasiun pengamatan tersebut. (BKKPN Kupang)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   29 April 2020   Dilihat : 810



Artikel Terkait: