Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Evaluasi kondisi Terumbu Karang di pulau Um, Kab. Sorong

Pulau Um merupakan salah satu pulau tak berpenghuni yang terletak di sebelah utara bentang laut kepala burung Papua Barat, tepatnya di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong. Pulau ini merupakan salah satu destinasi wisata masyarakat dari kota dan Kab. Sorong. Setiap akhir pekan, pulau yang jaraknya sekitar 1 jam perjalanan darat dari kota sorong ini selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk berenang maupun hanya sekedar menikmati pasir putihnya yang indah.Selain itu, pulau Um juga memiliki potensi perikanan teripang dan lobster yang menopang perekonomian masyarakat di sekitarnya khususnya kampung malaumkarta. Hal ini sangat didukung oleh kondisi ekosistem terumbu karang yang dimiliki pulau ini.

 

Pada tahun 2019 lalu, Loka PSPL Sorong melakukan pendataan terumbu karang di sekitar pulau Um dalam rangka identifikasi dan penilaian calon kawasan konservasi perairan baru. Pendataan ekosistem terumbu karang dilakukan pada 3 titik pengamatan yaitu di sebalah utara, barat dan timur, Pulau Um. Metode pengamatan menggunakan metode Point Intersect Transect (PIT) dengan jumlah transek 3 x 50 m pada tiap-tiap titik pengamatan. Dari hasil pengamatan tersebut, diperoleh data tutupan karang hidup di sebelah utara sebesar 67%, sedangkan tutupan karang hidup di sebelah barat sebesar 35% dan untuk tutupan karang hidup di sebelah timur sebesar 43%. Dari kisaran nilai tersebut bisa disimpulkan kondisi rata-rata tutupan karang hidup di pulau Um sebesar 48% dan masuk dalam kategori sedang /cukup baik.Data ini tidak berbeda jauh dengan hasil pendataan yang dilakukan pada tahun 2016 yang juga dilakukan oleh Loka PSPL Sorong dalam rangka survei ekosistem terumbu karang di lokasi zona egek malaumkarta di pulau Um. Dari survei tersebut diketahui rerata tutupan karang hidup dari 3 titik pengamatan sebesar 41% yang terdiri dari karang Acropora sebesar 9,65% dan karang Non Acropora sebesar 31,33%.

 

Jika dibandingkan dengan kondisi tutupan karang hidup di pulau Nana, kondisinya pun tidak terlalu jauh berbeda. Pulau Nana sendiri merupakan sebuah pulau yang juga tidak berpenguni dan terletak di depan kota Sorong, tepatnya di sebelah barat di distrik Sorong Kepulauan. Berdasarkan data survei tahun 2017, kondisi rata-rata tutupan karang hidup pulau Nana sebesar 44% yang dikategorikan sedang/cukup baik. Ekosistem terumbu karang di pulau Um masih alami dan jauh dari aktivitas perikanan yang merusak. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif dari masyarakat malaumkarta yang menjaga sumberdaya laut mereka dengan system pengelolaan tradisional yaitu sasi.

 

Pesan untuk para pembaca, salah satu hal yang perlu diperhatikan saat berwisata ke wilayah terumbu karang adalah hindari untuk menyentuh/memegang bahkan sampai menginjak terumbu karang karena dapat menyebabkan kerusakan pada terumbu karang itu sendiri. [GA/LPSPLSORONG]

 

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   24 April 2020   Dilihat : 402



Artikel Terkait: