Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Indonesia Jamin Kelestarian Keanekaragaman Hayati

SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

 

Roma – Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi perlu memastikan Global Biodiversity Framework Post-2020 dapat menjamin kelestarian keanekaragaman hayati dengan tidak mengurangi manfaat pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati (KKHL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andi Rusandi, pada Pertemuan ke-2 Open-ended Working Group on the Post-2020 Global Biodiversity Framework di di Kantor FAO, Roma, Italia, Akhir Februari lalu.

Andi mewakili delegasi Indonesia untuk menyampaikan beberapa pendapat Indonesia terhadap dokumen draft nol kerangka kerja pasca-2020.

“Target aksi pengelolaan kehati tahun 2030 harus merefleksikan minimum input dan output yang diperlukan untuk mencapai tujuan tahun 2050, serta pentingnya baseline pengukuran yang mengacu pada capaian Aichi Target tahun 2010-2020,” ujarnya.

Dalam Konferensi Para Pihak (COP) Convention on Biological Diversity (CBD) pada tahun 2010 telah disepakati pada Target 11 yaitu mengkonservasi 10% wilayah pesisir dan laut sebagai bagian dari kerangka kerja keanekaragaman hayati (biodiversity framework).

“Hingga Tahun 2019 Indonesia telah memiliki Kawasan Konservasi Perairan seluas 23,14 juta hektar. Luas ini baru mencakup 7,12% dari laut teritorial dan akan ditingkatkan menjadi 30 juta hektar pada tahun 2030,” ungkap Andi.

Pertemuan ke-2 Open-ended Working Group on the Post-2020 Global Biodiversity Framework bertujuan untuk membahas dan membangun pemahaman bersama antara negara pihak CBD terhadap berbagai elemen, indikator, dan kerangka monitoring-evaluasi dari target pada draft nol Post-2020 Global Biodiversity Framework (Kerangka Kerja Global Keanekaragaman Hayati Pasca-2020).

Kerangka Kerja Global Keanekaragaman Hayati Pasca-2020 direncanakan akan diadopsi pada Conference of the Parties 15 CBD bulan akan menggantikan Aichi Biodiversity Target 2010-2020 dan menjadi mandat global dan negara pihak CBD dalam pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 24-29 Februari 2020 dihadiri perwakilan dari 142 negara pihak CBD termasuk Indonesia, swasta, lembaga swadaya masyarakat, serta organisasi internasional. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur KKHL terdiri dari perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Jakarta,      Februari 2020

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

 Ir. Agus Dermawan, M.Si

 

 

 

Narasumber :

Ir. Andi Rusandi, M.Si

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (08111772337)

 

I                Informasi lebih lanjut :

Bagian Kerjasama, Humas dan Pelayanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

email :      humas.prl@kkp.go.id/  (021) 3513300 ext : 6117

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   29 Februari 2020   Dilihat : 418



Artikel Terkait: