Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Mengenal Hiu Martil Jenis Eusphyra blochii
Sumber ; Doc. pribadi

 

Jika kita mendengar kata-kata Hiu Martil, maka yang terbayang dibenak kita adalah Palu atau Martelo untuk daerah wilayah Indonesia Timur , Hiu martil juga dikenal dengan sebutan Hiu Salib yang memiliki ciri khas pada bentuk kepalanya yang menyerupai martil atau Salib. Hiu martil adalah jenis ikan yang masuk dalam sub kelas Elasmobranchii atau ikan bertulang rawan seperti ikan pari. Pada Maret 2013 tiga dari spesies Hiu martil diantaranya Sphyrna mokarran, Sphyrna zygaena dan Sphyrna lewini, masuk kedalam buku merah daftar Appendik II CITES pada Conference of the Parties CITES ke 16 di Bangkok, sehingga dalam pemanfaatannya harus dengan kuota dan melalui proses mekanisme perizinan CITES. Namun sampai saat ini di Indonesia hiu martil dilarang keluar dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59 Tahun 2014, dan peraturan ini terus diperpanjang dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 tahun 2018.

 

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam adalah perjanjian internasional antar negara yang disusun berdasarkan resolusi sidang anggota World Conservation Union (IUCN) tahun 1963. Konvensi ini bertujuan melindungi tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam punah dialam.

 

Dari pendataan yang dilakukan pada Tahun 2015, diwilayah kerja Loka PSPL Sorong ditemukan 3 (tiga) spesies dari Hiu Martil seperti tersebut diatas, Sphyrna mokarran adalah spesies yang memiliki ukuran tubuh paling besar yang panjangnya mampu mencapai 6 meter, kemudian disusul Sphyrna lewini dan Sphyrna zygaena yang secara kasat mata terlihat mirip dengan ukuran panjang mencapai 3,5 meter, namun jika diidentifikasi dengan ciri-ciri khusus kedua spesies ini merupakan dua individu yang berbeda.

 

Pada tahun 2019 ini Loka PSPL Sorong membantu identifikasi jenis hiu melalui foto hasil dokumentasi dari enumerator WWF yang melakukan pendataan di Kabupaten Teluk Bintuni, dan dari hasil identifikasi ditemukan satu spesies hiu martil dari sub genus Eusphyra yaitu Eusphyra blochii. Hal ini juga diperkuat dengan data yang diperoleh berdasarkan pemeriksaan produk hiu dan pari yang dailakukan oleh Loka PSPL Sorong, dari bentuk sirip dada yang dimiliki oleh Eusphyra menyerupai dengan sirip mokarran, namun yang membedakan adalah dari segi ukuran dan warna, ternyata spesies Eusphyra merupakan Spesies martil yang memiliki ukuran paling kecil yaitu dengan panjang maksimal 1,8 meter. Dan warna sirip Eusphyra lebih terang dari pada sirip mokarran. Status Eusphyra sendiri dalam List IUCN adalah Endengered (EN) atau terancam.

Sumber : Doc Pribadi.

 

Untuk mengenal lebih dekat berikut adalah klasifikasi dari Eusphyra blochii

 

Kingdom   : Animalia

Filum         : Chordata

Kelas         : Chondrichthyes

Sub–Kelas : Elasmobranchii

Bangsa     : Carcharhiniformes

Suku         : Sphynidae

Marga        : Eusphyra Gill,1862

Spesies    : Eusphyra blochii

 

Ciri utama Eusphyra ada pada kepalanya (cephalofoil) yang sempit dan panjang menyamping, Eusphyralah yang memiliki cephalofoil paling panjang diantara spesies martil lainnya, yaitu mencapai 40-50% dari panjang tubuhnya , Tubuh berwarna kelabu atau abu-abu kecoklatan di sisi atas, dan lebih pucat di bagian perutnya.

 

Habitat Eusphyra adalah di laut-laut dangkal di paparan benua dan laut pedalaman wilayah Indo-Pasifik Barat, mulai dari Teluk Persia di barat hingga Filipina; ke utara hingga perairan Cina dan Taiwan; dan ke selatan hingga Queensland dan Northern Territory di  AustraliaTerkadang hiu ini juga memasuki wilayah berair payau di muara sungai.

 

Berdasarkan informasi dari nelayan yang menjual produk siripnya kepada pelaku usaha yang ada di Sorong, spesies martil ini ditangkap dan ditemukan di Kabupaten Teluk Bintuni dan Sorong Selatan atau wilayah yang memiliki kriteria perairan payau sampai muara sungai. Dan dengan demikian terdapat 4 (empat) spesies martil yang mendiami perairan di wilayah kerja Loka PSPL Sorong. [FW/LPSPLSORONG]

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   21 Januari 2020   Dilihat : 1932



Artikel Terkait: