Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Menengok Keberadaan Kapal Tenggelam SS. Aquilla di Ambon

Ambon Manise sebutan untuk Kota Ambon, secara geografis berada pada posisi:  3° - 4° LS dan 128° - 129° BT, meliputi wilayah di sepanjang pesisir dalam Teluk Ambon dan pesisir luar Jazirah Leitimur dengan total panjang garis pantai 102,7 Km. luas 377 km2 (PP No 13 Tahun 1979), dan berdasarkan hasil survei tata guna tanah tahun 1980, luas wilayah daratan Kota Ambon tercatat seluas 359,45 Km2. Secara keseluruhan, Kota Ambon berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah dengan batas-batas adalah : 

 

Sebelah Utara : Desa Hitu, Hila, Kaitetu, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah

 Sebelah Selatan : Laut Banda

 Sebelah Timur : Desa Suli, Kec. Salahutu, Kab. Maluku

 Sebelah barat  : Desa Hatu, Kec. Leihitu Barat, Kab. Maluku Tengah

 

inda 121

Gambar 1. Peta Administrasi Kota Ambon

  

dengan batas administrasi tersebut, ternyata Kota Ambon meyimpan latar belakang sejarah dalam Perang Dunia II yakni ketika Jepang melawan pasukan Belanda (KNIL) dan Australia, karena Ambon merupakan lokasi strategis untuk dijadikan pangkalan udara utama oleh Pemerintah dan militer Australia sebagai basis penyerbuan ke Australia Utara, sehingga diputuskan oleh pihak Australia untuk memperkuat pasukan KNIL untuk mempertahankan pulau Ambon, sehingga saat ini bisa ditemukan beberapa lokasi kapal dan pesawat tenggelam perang dunia.

 

Selain itu di Perairan Teluk Ambon diketemukan situs kapal kargo Duke of Sparta atau SS Aquila yang diluncurkan pada tahun 1940 dari galangan kapal William Gray, West Hartlepool. Kapal Duke of Sparta dijual pada tahun 1951 untuk sebuah perusahaan Italia dari Napoli dan berganti nama menjadi SS Aquila sebelum tenggelam pada tahun 1958 di bagian Utara Perairan Teluk Ambon pada saat pemberontakan PERMESTA. Kapal tersebut dibom oleh pesawat Douglash B26 Invader yang merupakan bagian dari rencana CIA untuk mengacaukan perdagangan di Indonesia dengan menargetkan kapal dagang asing untuk melemahkan perekonomian Indonesia pada saat pemerintahan Soekarno (Wikipedia, 2016).

 

angkai kapal SS, Aquilla tersebut memiliki dimensi 134,4 x 17,6 x 7,7 meter dimasukkan dalam kategori Shipwreck benda berharga asal muatan kapal tenggelam (BMKT) yang termasuk dalam cagar budaya, sesuai ketentuan UU No 05 Tahun 1992 karena memiliki nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, dan ekonomi dengan usia lebih dari 50 (lima puluh) tahun. Posisi keberadaan SS. Aquilla 407982;9594749 saat ini masuk dalam wilayah pelabuhan Tersus Pertamina Wayame, Ambon dan berdasar hasil survey yang telah dilakukan Badan Riset dan SDMKP pada tahun 2016 berada dengan posisi miring mengikuti kedalaman antara 20-40 meter bawah permukaan laut (Gambar 2)

 

 

inda 2

 Gambar 2. Gambar posisi SS. Aquilla

 

Pengembangan Potensi Pengelolaan

 

Pengembangan pengelolaan kapal dapat dan perlu di lakukan untuk menjaga keberadaan situs dan dilestarikan dengan pemanfaatan secara berkelanjutan, sebagai wisata bahari ataupun spot selam dan edukasi sejarah.

1. Spot Selam

Sebagai spot selam yang menawarkan keindahan bawah laut dengan kerangka SS Aquila telah teridentifikasi memiliki 42 spesies karang dan beberapa spesies ikan terlihat disekitar kapal.

 

2. Atraksi wisata bahari dan edukasi sejarah

Dalam Perizinan Pengembangan pengelolaan bawah laut, perlu adanya aturan yang disepakati dalam hal pengelolaannya dengan pihak Pertamina sebagai area wilayah kerja obyek vital pertamina. [IN/LPSPLSORONG]

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   13 Januari 2020   Dilihat : 887



Artikel Terkait: