Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Telur Penyu Berkhasiat Sebagai Penambah Vitalitas, Mitos atau Fakta ?

Siapa yang tidak mengenal penyu? Hewan yang dijadikan sebagai simbol panjang umur ini memiliki peran yang amat sangat penting dalam ekosistem. Namun populasi penyu yang mengalami penurunan dari waktu ke waktu dapat menjadikannya rentan terhadap kepunahan. Hal ini tak lepas dari keberadaan predator alami di alam seperti kepiting, burung dan reptilia lainnya seperti biawak, juga manusia, yang merupakan ancaman terbesar bagi penyu, dimana aktivitas manusia dalam pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat pantai peneluran penyu, ditambah lagi peranannya sebagai pelaku utama dalam penangkapan penyu untuk diambil telur, daging, kulit, dan cangkangnya. Mitos yang berkembang dimana telur penyu berkhasiat sebagai penambah vitalitas dan daging penyu dan atau telur penyu adalah ramuan obat dan kecantikan turut mendukung penangkapan penyu.

 

Alih-alih sebagai obat, ternyata mengkonsumsi penyu baik telur dan dagingnya sangat berbahaya bagi tubuh. Berdasarkan data badan ketahanan pangan dan penyuluhan provinsi DIY, kandungan gizi yang dimiliki telur penyu tidak berbeda jauh dengan kandungan gizi yang terdapat dalam telur ayam dan telur bebek, dengan detail sebagaimana berikut:

 

No

Kandungan Gizi

(per 100 gr)

Telur Ayam

Telur Bebek

Telur Penyu

1

Kalori (kal)

162

189

144

2

Protein (g)

12,8

13,1

12

3

Lemak (g)

11,5

14,3

10,2

4

Karbohidrat (g)

0,7

0,8

0


Sumber data : Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi DIY

 

Satu-satunya yang membedakan adalah kandungan kolesterol yang terdapat dalam satu butir telur penyu sama dengan 20 butir telur ayam. Seperti kita ketahui bahwa dalam jumlah yang tepat, kolesterol diperlukan tubuh untuk produksi vitamin D, hormon dan cairan empedu. Tetapi jika kadar kolesterol melebihi dari kebutuhan tubuh, maka keberadaan kolesterol akan terakumulasi dan menyumbat aliran pembuluh darah. Jika sumbatan tersebut terbentuk di pembuluh darah yang menuju jantung, maka dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung, jika sumbatan terbentuk di pembuluh darah yang membawa darah ke otak, maka dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen, sel-selnya cepat rusak dan mulai mati, sebuah kondisi yang kita kenal dengan istilah stroke dan jika sumbatan terbentuk di pembuluh darah disekitar alat kelamin pria, maka mengkonsumsi telur penyu akan menambah resiko terjadinya impontensi dikemudian hari.

 

 

 Screen Shot 2019-12-12 at 3.10.41 PM

 

Telur penyu juga mengandung senyawa beracun yang disebut PCB (polychlorinated biphenyl), suatu senyawa organoklorine yang biasa digunakan dalam industri dengan sifat tidak mudah larut di dalam air tetapi larut di dalam minyak/lemak, artinya jika senyawa ini masuk ke dalam tubuh, maka tidak akan mudah dikeluarkan dari dalam tubuh tetapi akan tertahan dan terakumulas secara biologis di dalam jaringan lemak dan akan diturunkan kepada anak-anak kita; beracun (berbahaya bagi hewan, manusia dan lingkungan. Senyawa ini dapat menyebabkan kanker, mengganggu sistem kekebalan tubuh, sistem saraf dan menyebabkan penebalan kulit); dan Persisten (saat senyawa kimia ini terlepas ke dalam lingkungan, senyawa ini akan tetap berada dalam lingkungan selama generasi-generasi selanjutnya). Selain PCB, di dalam tubuh penyu juga terdapat bakteri, parasit, serta senyawa logam berat seperti merkuri dan organoklorin yang tentunya berbahaya bila masuk ke dalam tubuh manusia.

 

 

 

 

Kandungan zat berbahaya di dalam tubuh penyu tersebut disebabkan oleh beberapa hal sebagaimana berikut :

 

  1. Penyu berenang melalui laut yang semakin tercemar sehingga menyebabkannya mudah terpapar oleh zat pencemar di perairan yang dilaluinya
  2. Penyu berumur panjang sehingga dia lama telah melakukan kontak dengan zat pencemar selama masa hidupnya
  3. Penyu berada di tingkat atas rantai makanan, sehingga zat pencemar yang terkandung dalam makanannya terakumulasi di dalam tubuh penyu.

 

Mengingat kandungan zat berbahaya yang ada dalam tubuh penyu, jika penyu dikonsumsi oleh manusia, maka setidaknya akan berpengaruh terhadap kesehatan, antara lain sebagaimana berikut :

 

  1. Diare, mual-mual (muntah) dan dehidrasi ekstrim sering berakhir di Rumah Sakit dan berakibat pada kematian
  2. Gangguan syaraf, penyakit ginjal, kanker, lever serta berpengaruh terhadap perkembangan janin dan anak.

 

Meskipun telah banyak dilakukan sosialisasi baik terkait perlindungan penyu maupun pengaruh negatif yang bisa ditimbulkan terhadap kesehatan jika manusia mengkonsumsi penyu, di beberapa wilayah konsumsi penyu masih belum dapat dihindari. Berikut ini rangkuman peristiwa terkait faktor resiko yang muncul ketika mengkonsumsi penyu:

 

  • 19 Oktober 2005 peristiwa keracunan penyu terjadi di Desa Matobek Kecamatan Sikakap menewaskan 4 orang, 46 orang lainnya dirawat di Puskesmas.
  • Pada 2006, peristiwa keracunan juga terjadi di Dusun Sibudda Oinan Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah. Selama rentang empat hari yakni 11-14 Juni 2006 warga yang tewas sebanyak 10 orang, 20 orang lainnya dirawat intensif di Puskesmas Muarasiberut.
  • 4 Maret 2009, di Desa Cimpungan, Kecamatan Siberut Tengah, dua orang meninggal satu orang lagi mendapat perawatan.
  • 9 Maret 2010, di Dusun Parak Batu Desa Sinakak Kecamatan Pagai Selatan, tiga orang meninggal sebanyak 111 orang masuk Puskemas.

 

Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas yang mengungkapkan bahwa penyu baik daging maupun telurnya tidak baik untuk kesehatan manusia dan khasiat penyu yang selama ini dipercaya masyarakat hanyalah sebuah mitos, ditambah lagi fungsi ekologi yang dimiliki penyu sebagai penyeimbang ekosistem, adalah bijak bagi kita untuk berhenti berburu dan mengkonsumsi penyu. [WIT/LPSPLSORONG]

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   10 Januari 2020   Dilihat : 310



Artikel Terkait: