Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Mengenal Formasi Vegetasi Pantai ”Pes Caprae” Di Pantai Berpasir

Wilayah pesisir pantai di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara didominasi pantai berpasir yang memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Namun selain pemandangannya pernahkah kamu memperhatikan tumbuhan-tumbuhan yang ada di pantai berpasir itu? Tumbuhan-tumbuhan tersebut kita sebut saja dengan vegetasi pantai, nah apa yang dimaksud vegetasi pantai? Vegetasi pantai yaitu kelompok tumbuhan yang berada di sepanjang wilayah pasang surut sampai ke bagian dalam pulau atau daratan yang masih terpengaruh laut. Ada bermacam-macam vegetasi pantai, salah satu vegetasi pantai di daerah pasang surut di pantai berpasir biasa dikenal dengan sebutan formasi pes-caprae. Jenis tumbuhan yang menyusun formasi tersebut adalah Ipomoea pes-capraeSpinifex littoreus, Crotalaria retusa dan Calotropis gigantea. Formasi pes-caprae tumbuh di bukit-bukit pantai berpasir dan berguna untuk mencegah abrasi pantai dan mempertahankan ekosistem pantai sedangkan daunnya terlihat tebal, kaku, mengkilat dan tumbuhnya pun terlihat tegak. Morfologi daun seperti itu berfungsi untuk mengurangi penguapan yang terlampau besar yang disebabkan karena panas matahari di pantai serta adaptasi terhadap kadar garam yang tinggi. Anggota formasi pes-caprae berkembang biak melalui mekanisme pemencaran oleh angin, air dan hewan (serangga).

 

  1. Ipomoea pes-caprae (Daun Katang)

 

Tumbuhan ini merupakan jenis tumbuhan pantai yang khas sejenis semak-semak atau disebut Daun Katang dan termasuk dalam familia Convulvulaceae (sekeluarga dengan Kangkung (Ipomoea aquatica), Ubi Jalar (Ipomoea batatas), dan sebagainya). Daun Katang merupakan tumbuhan menjalar yang tumbuh liar dengan batang lurus dan panjang yang tumbuh menyebar ke segala arah. Tajuk bunga berbentuk terompet berwarna merah ungu namun apabila hari sudah siang bunganya cepat menjadi layu. Daerah penyebaran Daun katang sangat luas dan biasanya tumbuh bersama jenis tumbuhan yang lain. Berbagai jenis tumbuhan ini oleh para ahli dimasukkan ke dalam kelompok atau asosiasi atau formasi dan karena Ipomoea pes-caprae merupakan tumbuhan yang mendominasi dan selalu ada maka disebut formasi pes-caprae.

 

IKA 1

                                                                           (Dok pribadi 2003)

 

  1. Spinifex littoreus (Rumput lari-lari, Rumput angin)

 

Dalam bahasa latin littoris berarti pantai, Spinifex littoreus menunjukkan tumbuhan yang hidup di pantai. Tumbuhan ini tergolong dalam famili Gramineae atau Poaceae yaitu rumput-rumputan. Tumbuhan ini hidup di pasir pantai dan terlihat mencolok dibanding tumbuhan yang lain, tumbuh cukup tinggi, hidup berumpun dan bertunas menjalar sehingga sering menempati permukaan pantai yang cukup luas. Rumput ini merupakan rumput yang kokoh, kuat, keras dan kaku. Bulir-bulirnya majemuk berbentuk bulat dan bila bulirnya sudah matang maka mudah melepaskan diri dari tanaman induk sehingga mudah terhembus angin ke tempat lain di sepanjang pantai sambil berguling-guling (maka dari itu disebut rumput lari).

 

IKA 2

                                                                           (Dok Pribadi 2003)

 

  1. Crotalaria retusa (Orok-orok)

 

Tumbuhan ini memiliki bunga seperti kupu-kupu (termasuk dalam familia Papilionaceae), memiliki akar tunggang kecil, menembus pasir dan batangmya bercabang-cabang di atas pasir. Bentuk batang tumbuhan ini pendek dan bercabang-cabang menyerupai payung. Buahnya berupa polong-polongan yang merupakan alat perkembangbiakannya. Fungsi pemencarannya secara hidrokori (dengan bantuan air) dan zookori (missal melalui serangga). Daunnya kecil-kecil dan bagian caulisnya berdekatan dengan tanah. Tumbuhan ini juga mempunyai bunga tetapi tidak terlalu banyak.

 

IKA 3

                                                                     (Dok Pribadi 2003)

 

  1. Calotropis gigantea (Bunga banci)

 

Tumbuhan ini terdiri dari daun yang lebar, batang yang kokoh dan bunga yang berwarna ungu. Tempat tumbuh cabang daun terlihat jelas pada tangkainya dengan garis-garis serat daun terlihat jelas. Biji tersimpan pada buah dan ujungnya terdapat umbai atau jambul halus seperti benang sutra yang merupakan alat perkembangbiakannya. Mekanisme pemencaran tumbuhan ini parasut atau anemokori. [IK/LPSPLSORONG]

 

IKA 4

                                                                    (Dok Pribadi 2003)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   02 Oktober 2019   Dilihat : 10522



Artikel Terkait: