Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
IKAN KARANG ”PENGUASA” PIPA FRAGMEN KARANG
ikan karang 1

 

Upaya rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut oleh Loka PSPL Sorong telah dilakukan sejak tahun 2016. Salah satu diantaranya adalah transplantasi karang. sejak itu sudah ada sekitar 17 media beton yang telah dibuat diantaranya 10 media di Kota Jayapura dan 7 media di kota sorong. Pemantauan rutin dilakukan tiap bulannya untuk membersihkan dan memantau perkembangan fragmen karang.

 

hal menarik yang ditemukan pada media transplantasi adalah kemunculan beberapa jenis ikan karang yang berada di sekitar media. Ada yang tampak “bertanduk” yaitu Acreichthys tomentosus, ada yang berbisa / beracun yaitu Pterois sp yang dikenal dengan sebutan ikan Lepu. Nah, satu yang tidak kalah unik adalah ikan yang berada di dalam lubang pipa tempat melekatkan fragmen karang.

 

hampir disetiap pemantauan media transplantasi, ikan berwarna kuning pada tubuh bagian atas, dan putih pada bagian ventral dengan corak garis lurus berwana hitam ini pada bagian tengah tubuhnya ini sering ditemukan berada di dalam lubang pipa fragmen karang. ikan ini sesekali keluar dari pipa, kemudian masuk kembali dengan cara berenang mundur dimana bagian ekor masuk terlebih dahulu hingga batas kepala yang tampak dari atas.

 

Ikan ini adalah Meiacanthus grammistes atau dikenal dengan nama Line-spot Harptail Blenny atau Striped Poison-fang Blenny. Ikan ini memiliki ukuran tubuh 11 – 12 cm pada fase dewasa. Ikan ini memiliki beberapa jenis lain yang hampir serupa, namun ciri khas utama yang membedakan dengan jenis yang lain adah spot hitam pada garis hitam di badan hingga ke ekor. Ikan ini memiliki sepasang gigi taring yang menonjol dan beralur, masing-masing terhubung dengan kelenjar racun, dan akan digunakan pada saat terancam. Namun, bagi manusia, gigitan ikan ini cukup menyakitkan, tapi kecil kemungkinan memberi efek racun mengingat gigitannya yang tipis. Tetapi pada beberapa orang bisa alergi dan berpotensi serius. Oleh karenanya, kita diharapkan berhati-hati.

 

Ikan ini sering ditemukan di daerah terumbu karang yang relative dangkal tidak lebih dari kedalaman 20 m. ikan ini menyukai tempat yang memiliki banyak celah dan berdiam di celah tersebut. Ikan ini hidupnya soliter dan cukup agresif ketika bertemu dengan ikan yang sejenisnya. Jenis makanannya adalah plankton, alga dan krustasea kecil.

Sumber Artikel : LPSPL Sorong

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   28 Agustus 2019   Dilihat : 1062



Artikel Terkait: