Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT
Kilas Berita  
Sampah Gelas Plastik Diolah Menjadi Tas Cantik oleh Warga Lifuleo dengan Pendampingan BKKPN Kupang

Pantai Oesina merupakan salah satu lokasi pariwisata alam perairan yang  ada di Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pantai dengan panjang sekitar satu kilometer ini memiliki karakteristik pasir putih yang menghadap ke Selat Semau. Lokasi yang berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Kupang atau sekitar 45 menit ini menawarkan alam yang masih alami dan indah serta pemandangan pada saat matahari terbenam (sunset) yang cantik. Selain itu, pantai ini juga memiliki potensi kegiatan pariwisata alam perairan lain seperti snorkeling untuk melihat terumbu karang dan ikan-ikan karang yang menawan.

 

Pengembangan ekowisata pantai Oesina telah di mulai sejak 2015 yang diinisiasi oleh BKKPN Kupang bersama TNC Savu Sea Project dan LSM lokal Bengkel APPEK dengan melibatkan pemerintah daerah. Pengembangan ini dikembangkan ke arah ekowisata bahari berbasis masyarakat lokal dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan pengembangannya. Di tahun 2015, Desa Lifuleo membentuk lembaga khusus untuk mengelola kegiatan pariwisata alam perairan di pantai Oesina dalam bentuk kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis). Kelompok ini beranggotakan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh adat, nelayan dan pembudidaya rumput laut. Salah satu tugas Pokdarwis adalah menjaga kebersihan pantai, sehingga mereka melakukan kegiatan pembersihan pantai sekali seminggu atau lebih apabila sampah dari pengunjung mulai mengganggu pemandangan.

 

Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pokdarwis selama ini adalah pengumpulan sampah di bak-bak pembuangan sampah kecuali sampah botol air minum plastik. Sampah tersebut kemudian mereka bakar di bak-bak tersebut. Sedangkan sampah botol air minum plastik mereka kumpulkan untuk digunakan sebagai pelampung oleh pembudidaya rumput laut. Padahal ada sampah selain botol air minum juga seharusnya dapat diolah menjadi barang yang berguna bahkan memiliki nilai ekonomis. Selama ini belum ada pelatihan untuk melakukan pengolahan tersebut sehingga masyarakat belum sadar akan pentingnya pengolahan sampah sehingga tidak mencemari lingkungan.

 

BKKPN Kupang menginisiasi kegiatan pelatihan ini dengan mendampingi ibu-ibu anggota Pokdarwis untuk mengubah sampah gelas air minum plastik menjadi tas cantik. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pantai Oesina pada tanggal 18 Mei 2019. Kegiatan ini dimulai dengan melakukan kampanye pengenalan jenis-jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kemudian disampaikan dampak dan bahaya plastik yang sampai menjadi mikro plastik di laut serta beberapa contoh pengolahan sampah plastik menjadi barang daur ulang seperti yang dilakukan dalam pendampingan ini.

 

Untuk menyulap sampah gelas plastik menjadi tas yang cantik, bagian yang diambil adalah bibir gelas. Sehingga perlu dilakukan pemotongan gelas plastik dan pembersihan cincin bibir gelas. Cincin-cincin yang sudah bersih kemudian dianyam dengan menggunakan tali dengan pola tertentu. Selanjutnya rangkaian tersebut digabungkan sehingga membentuk tas yang diinginkan. Tidak lupa juga menambahkan pegangan tas dan dihias.

 

Pelatihan seperti ini perlu dilakukan kepada masyarakat pengelola kawasan pariwisata alam perairan di Kawasan Konservasi Perairan Nasional agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan kawasan yang kemudian akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat dan kemandirian dalam mengelola kawasan. Bentuk pelatihan lain seperti pelatihan keselamatan kerja di lingkungan perairan, pengelolaan dan pengolahan sampah dari tipe sampah yang lain, pelatihan bahasa asing, pelatihan pemandu wisata dan pelatihan selam. Pendampingan dan komunikasi yang baik antar stakeholder serta perencanaan pengelolaan kawasan berbasis konservasi yang matang akan meningkatkan kunjungan ke pantai Oesina dengan tetap mempertahankan kelestarian sumber daya perairannya. (BKKPN Kupang)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut   19 Juli 2019   Dilihat : 301



Artikel Terkait: