Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  

Inkubasi Bisnis Invapro-KP


Inkubasi Bisni Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) merupakan kegiatan fasilitasi dan pendampingan dalam rangka penerapan hasil-hasil inovasi BBP3KP kepada UMKM pengolah dan pemasar yang terpilih (tenant).

 

Menurut Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan dalam angka, hingga akhir 2019 di Indonesia terdapat sekitar 62.389 UPI skala mikro kecil, dengan volume produksi mencapai 2,7 juta ton per tahun. Sementara itu, jumlah UPI berskala menengah besar hanya sebanyak 982 unit dengan volume produksi 1,4 juta ton per tahun.

 

Produk perikanan yang dihasilkan UMKM dirasa masih sulit menembus pasar karena kualitas, kuantitas dan kontinuitas hasil produksi masih belum stabil. Volume produksi UMKM masih dapat dioptimalkan dengan meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas di bidang manajemen, akses terhadap informasi pasar, akses permodalan, teknologi dan sumberdaya manusia (SDM).

 

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pelaku usaha perikanan, maka diperlukan kerjasama antar berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi/lembaga penelitian, lembaga penyuluhan, lembaga pelatihan, dan pengusaha/swasta untuk memberikan pelayanan langsung kepada pelaku usaha perikanan yang masih lemah. Kerjasama ini berupa peningkatan keterampilan dan pengetahuan pelaku usaha, layanan informasi, akses pasar, dan mediasi untuk akses modal sehingga pelaku usaha diharapkan dapat menjadi lebih kuat, mandiri dan handal.

 

Untuk mendukung peningkatan tersebut, maka BBP3KP melakukan kegiatan inkubasi bisnis proses pembinaan dan pendampingan usaha yang diberikan oleh Inkubator kepada tenant selama maksimal 2 tahun masa inkubasi). Inkubator bisnis diharapkan mengelola suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program pendampingan yang diikuti oleh dukungan kemitraan/pembinaan elemen bisnis lainnya dengan maksud menjadikan usaha tersebut menjadi usaha yang profitable, memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi usaha yang sustainable, hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat.

 

Tujuan pelaksanaan kegiatan Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan BBP3KP adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para tenant dengan cara menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan dan menerapkan pola manajemen usaha yang baik.
  • Membantu mempercepat tumbuhnya pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan yang mandiri.
  • Mendorong tumbuhnya produk kelautan dan perikanan yang inovatif dan berdaya saing.
  • Membuka peluang lapangan pekerjaan dibidang usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

 

Fungsi Pengembangan Inkubator Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan BBP3KP

Fungsi Inkubator Bisnis Invapro KP adalah sebagai tempat konsultasi teknis dan manajemen usaha, coaching dan mentoring, pelatihan, magang dan proses penguatan dan pendampingan bagi tenant sehingga mampu menjadi UMKM kelautan dan perikanan yang mandiri.  Dalam melaksanakan fungsinya, tugas Inkubator Bsnis Invapro KP BBP3KP adalah : Mendampingi tenant bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dalam kegiatan pengembangan usaha.

  • Mendampingi tenant bidang pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan dalam kegiatan pengembangan usaha.
  • Memberikan konsultasi teknis produksi dan manajemen usaha kepada tenant
  • Memberikan bimbingan teknis dan transfer teknologi hasil inovasi BBP3KP
  • Meningkatkan kompetensi dalam aspek teknis dan administrasi bisnis usaha perikanan kepada tenant
  • Memfasilitasi tenant dengan lembaga pemasaran, lembaga keuangan bank dan bukan bank, dan lembaga lain yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha
  • Membantu tenant mengakses informasi bisnis usaha perikanan, pendanaan, sumber bahan baku, teknologi, pasar, sarana dan prasarana produksi

 

Dasar Hukum Pembentukan Inkubator Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan BBP3KP

  • Undang-undang No 45 Tahun 2009 tentang Usaha Perikanan.
  • Perpres No 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha.
  • Permen Koperasi dan UKM No. 24 Tahun 2015 tentang tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Penyelenggaraan Inkubator Wirausaha.
  • Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 37/Permen-Kp/2016 tentang Skala Usaha Pengolahan Ikan.
  • Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 02/Permen-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan.
  • Kepdirjen PDSPKP Nomor 101/Kep-DJPDSPKP/2016 tentang Petunjuk Teknis Inkubator Mina Bisnis Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.
  • Peraturan Direktur Jenderal PDSPKP Nomor  26/PER-DJPDSPKP/2017 tentang Petunjuk Teknis Inkubator Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan

 

 

Ruang Lingkup Kegiatan

Kegiatan Inkubasi Bisnis Invapro KP terdiri dari:

  • Pembinaan pelaku usaha pengolah dan pemasar produk kelautan dan perikanan (UMKM binaan).
  • Pendampingan dan pengembangan performa inovasi tenant produk kelautan dan perikanan

 

 

Pelaksana Kegiatan

Pelaksanaan pendampingan dan pengembangan usaha kegiatan Inbis Invapro KP (pra inkubasi, inkubasi, pasca inkubasi) terhadap tenant dilakukan oleh Tim Inkubasi bersama Dinas yang membidangi Kelautan dan Perikanan di daerah. Disamping itu, Tim Inkubasi juga dibantu dan berkoordinasi dengan Satker Non Struktural BBP3KP yang ada di 4 (empat) lokasi, yaitu; Cibinong, Palabuhanratu, Mataram, dan Ambon dalam rangka pendampingan.

 

Kriteria dan Inikator Keberhasilan Tenant

Kriteria dan indikator keberhasilan tenant selama masa  mengikuti kegiatan Inkubasi Bisnis Invapro KP BBP3KP, antara lain sebagai berikut

1) UMKM yang Inovatif

  • Menerapkan  hasil inovasi BBP3KP
  • Memiliki varian ragam produk
  • Memiliki produk yang berkualitas, konsistensi mutu ditunjukkan hasil uji lab
  • Memiliki kemasan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)

 

2) UMKM yang Mandiri

  • Peningkatan optimalisasi kapasitas produksi
  • Peningkatan omzet di akhir tahun kedua
  • Peningkatan SDM dalam manajemen usaha dan jumlah tenaga kerja

 

3)UMKM yang Berdaya Saing

  • Menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan, ditunjukkan dengan sertifikat : P-IRT, Halal, SKP, HACCP, MD, Hak Paten, Merk, dan SPPT SNI
  • Memiliki perijinan usaha seperti: NIB, SIUMK, SIUP
  • Memiliki wilayah pasar dan jangkauan pemasaran yang luas
  • Aktif berpartisipasi dalam pengembangan usaha perikanan

 

 

Diagram tahapan pendampingan dan pengembangan usaha Inkubasi Bisnis Invapro KP BBP3KP