Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  

Satker BBP3KP Cibinong


Satker BBP3KP Cibinong dahulu : Pusat Pengembangan dan Pemasaran Ikan Hias/Raiser Ikan Hias, dibentuk untuk mengatasi permasalahan serta memacu bisnis dan nilai ekspor ikan hias Indonesia. Satker BBP2HP Cibinong terbentuk atas kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang tertuang dalam dasar hukum :

  • Kesepakatan Bersama Nomor 13/KB/DKP/2001 antara Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
  • Kesepakatan Bersama tersebut kemudian dijabarkan lebih teknis kedalam Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen PK2P dengan Wakil Ketua LIPI, Nomor 093/DJ-PK2P/HK.213/VIII/2003 Dan LIPI Nomor 01/Bo/KS/VIII/2003 Tentang Pembangunan dan Pengelolaan Pusat Pengembangan dan Pemasaran (Raiser) Ikan Hias sebagaimana telah diamandemen dengan Perjanjian Kerja Sama antara DITJEN P2HP, DKP dan LIPI NOMOR PK.025/P2HP/HK.155/IX/2008

Satker BBP2HP Cibinong mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

  1. Menyediakan sarana pemasaran serta pengembangan ikan hias sebagai penghela kebangkitan industri ikan hias Indonesia;
  2. Memfasilitasi pemasaran ikan hias (volume dan nilai) sehingga mendukung penerimaan devisa negara;
  3. Sebagai sarana promosi/etalase jenis ikan hias yang ada di Indonesia;
  4. Sebagai sarana pembinaan bagi stakeholder ikan hias;
  5. Menampilkan citra Indonesia sebagai produsen dan eksportir ikan hias; dan
  6. Mengembangkan pusat informasi dan promosi keragaman potensi ikan hias nasional.

Adapun fungsinya sebagai berikut :

  1. Pusat pengembangan industri ikan hias;
  2. Pusat penyeragaman ukuran dan peningkatan mutu;
  3. Pusat pemasaran ikan hias; dan
  4. Pusat informasi dan sarana edukasi ikan hias.

 

Satker BBP2HP Cibinong diresmikan pada tanggal 15 Maret 2004 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri yang berlokasi di Cibinong Science Center terletak di Jalan Raya Bogor Km. 47, Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan menempati lahan seluas 17,6 hektar. Selain itu Satker BBP2HP Cibinong juga dilengkapi fasilitas dan pemanfaataannya yaitu sebagai berikut :

  • Gedung Serba Guna (Exhibition Hall)

Didalam gedung serbaguna terdapat beberapa ruangan yaitu ruang pameran, ruang rapat, ruang kantor, mushola, gudang dan ruang inkubasi bisnis. Gedung serba guna berfungsi sebagai tempat display ikan koleksi, tempat kontes dan pameran ikan hias. Gedung exhibition hall dibuka untuk umum setiap hari Senin sampai hari Minggu pukul 08.00-16.00 gedung tersebut difungsikan sebagai sentra kunjungan publik/wisata kunjungan, tempat kontes ikan hias, pameran, ruang informasi, dan seminar pelaku usaha ikan hias. Disini terdapat display beberapa jenis ikan hias langka dan eksotis asli Indonesia serta ikan hias dari luar negeri yang telah dikembangbiakan di Indonesia. Sejak bulan Maret 2017, sebagian ruangan gedung ini digunakan untuk perkantoran pegawai Raiser Ikan Hias.

 

  • Gedung R1

Akuarium 36 set, dan bak penampungan 54 unit, ruang pengemasan 1 unit, ruang distribusi 2 unit, ruang administrasi 1 unit, bak penampungan air 1 unit dan gudang 2 unit. Gedung ini berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sampai ikan siap dijual

 

 

  • Gedung R2

Akuarium 36 set, dan bak penampungan 72 unit, ruang pengemasan 1 unit, ruang distribusi 2 unit, ruang administrasi 1 unit, bak penampungan air 1 unit dan gudang 2 unit. Gedung ini berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sampai ikan siap dijual

 

 

  • Gedung R3

Akuarium 36 set, dan bak penampungan 72 unit, ruang pengemasan 1 unit, ruang distribusi 2 unit, ruang administrasi 1 unit, bak penampungan air1 unit dan gudang 2 unit. Gedung ini berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sampai ikan siap dijual

 

Pemanfaatan gedung raiser 1,2,3 dilakukan bersamaan dengan peresmian Raiser Ikan Hias tahun 2004 oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri sekaligus juga dilakukan peresmian pemanfaatan sarana dan prasarana oleh pelaku usaha yang ditandai dengan penandatanganan Naskah Kerjasama Operasional (KSO) dengan PT. Sinar Ikan Hias Indonesia (SIHI). Sejak kurun waktu tahun 2003 beberapa pihak yang telah menggunakannya adalah :
a. Tahun 2004, penggunaan oleh PT. Sinar Ikan Hias Indonesia (SIHI)
b. Tahun 2007 penggunaan gedung R1 dan R2 oleh PT Duta Coral Indonesia (DCI)
c. Tahun 2008 - 2011 penggunaan gedung R1, R2 dan R3 dimanfaatkan oleh pelaku usaha (UMKM)
d. Bulan Januari - Maret tahun 2016 pemanfaatan gedung R3 oleh PT Harlequin Aquatics/Eksportir ke negara Timur Tengah, Australia, dan Eropa yang mengacu pada PP 75 tahun 2015 (berdasarkan surat pengajuan 002/ SPKRC/XII/2015).
e. Bulan November 2016 – Mei 2017 pemanfaatan gedung R1 oleh PT Perindo yang mengacu pada PP 75 tahun 2015 (berdasarkan surat permohonan sewa B-864/DIR.A/X/2016).

 

  • Gedung R4

Akuarium sebanyak 744 buah, bak fiber, laboratorium kimia dan biologi, ruang perawatan, dan gudang. Gedung ini berfungsi sebagai tempat karantina ikan sebelum masuk ke R1,R2,R3 untuk mencegah berjangkitnya wabah penyakit. Pada tahun 2017 Direktorat Jenderal Budidaya berkontribusi untuk merenovasi gedung R4 berupa perbaikan fisik gedung : plafon ruang rawat, tutup selokan (grill), tangga toren, toren, ruangan bawah tandon, dan atap tandon serta pengadaan kelengkapan akuarium berupa filterisasi 720 unit. Pemanfaatan : PT Perindo memanfaatkan Gedung R4 selama 3 (tiga) bulan sejak bulan Januari – Maret untuk karantina ikan ikan yang baru masuk /pembelian baru.

 

  • Fasilitas Pendukung Lainnya

Fasilitas : Tempat penampungan air, kolam arwana, kolam limbah, tandon air, akuarium pandang (aquarium outdoor) dan laboratorium limnologi, mess karyawan dengan fasilitas 3 kamar (AC), asrama dengan fasilitas 8 kamar untuk kapasitas 16 orang, Musholla. areal parkir luas, mobil bak terbuka dan truk berinsulasi yang menunjang untuk operasional pemasaran ikan hias. Sejak bulan Juli tahun 2017 asrama dan mess operator berubah menjadi ruangan peneliti Balai Riset Perikanan Laut (BRPL).

 

  •  Pelaksanaan Kegiatan dan Hasilnya

Kontes Ikan Hias

Kontes ikan hias merupakan perlombaan untuk mencari ikan hias yang terbaik sesuai kriteria yang telah ditentukan seperti bentuk fisik, warna, kelincahan dan keeksotisan dari ikan tersebut. Ikan yang menang kontes harga jualnya akan naik, misalnya seekor ikan maskoki pemenang kontes bisa berharga lima belas juta rupiah. Selain itu, kontes juga sebagai wadah bagi pebisnis untuk menjalin kerjasama dengan penggemar , pedagang dan pembudidaya ikan hias. Biasanya kontes dilaksanakan selama 3 ( tiga) hari. Hari pertama merupakan persiapan dan pemasukan ikan ke akuarium, hari kedua penjurian dan hari ketiga pengumuman pemenang dan acara puncak penyerahan piala/trophi dan hadiah. Kontes ikan hias dilaksanakan oleh Asosiasi Ikan Hias dengan menggunakan fasilitas Satker BBP2HP Cibinong. Sejak tahun 2006 sampai dengan Bulan Juli 2018 kontes telah dilakukan 18 kali kegiatan dengan berbagai jenis kontes ikan hias dengan berbagai komunitas pencinta ikan hias.

Bursa dan Pameran Ikan Hias.

Bursa ikan hias merupakan pusat jual beli ikan hias yang biasanya dibarengi dengan pameran. Tujuannya untuk mempromosikan dan memperluas jaringan pemasaran serta menumbuhkan minat dan kecintaan masyarakat terhadap ikan hias. Pada tahun 2008, 2009, 2010 dan 2013 Raiser Ikan Hias menjadi tempat perdagangan ikan hias yang cukup popular di daerah Bogor. Setiap Hari Sabtu dan Minggu diadakan bursa ikan hias secara rutin (bursami). Kurang lebih 20 pelaku usaha berdagang setiap minggunya, sebagai pengunjung adalah masyarakat kota Bogor, Cibinong dan
masyarakat pencinta ikan hias dari daerah lainnya.

Edukasi Masyarakat

Kegiatan Edukasi ini dilaksanakan untuk menjalankan fungsi Raiser Ikan Hias sebagai tempat Sarana Edukasi Ikan Hias. Edukasi masyarakat dlakukan kepada pelaku usaha ikan hias, masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa dengan tidak dipungut biaya. Bentuk –bentuk edukasi yang dilakukan adalah :

  • Bimbingan teknis tata cara ekspor ikan hias (tahun 2008)
  • Bimbingan teknis pengiriman ikan hias melalui trnasportasi udara
    (2012)
  • Bimbingan teknis tata cara pengemasan dan transportasi ikan hias
    (tahun 2012 dan 2013)
  • Temu usaha pelaku ikan hias (tahun 2012)
  • Bimbingan Teknis Penerapan Standardisasi Penanganan dan Pemasaran Ikan Hias/ Tanaman Hias air (tahun 2014)
  • Pengenalan jenis dan daerah asal ikan hias kepada pelajar SD dan TK
  • Fasilitas magang dan praktek kerja lapang untuk tingkat SMK dan Mahasiswa

Edukasi kepada pelajar dan mahasiswa diberikan dalam bentuk pengenalan jenis ikan hias koleksi yang dimiliki Raiser Ikan Hias, lomba tangkap ikan, praktek pemijahan ikan hias serta pembelajaran melalui audio visual dan animasi tentang kegiatan budidaya dan pemasaran ikan hias. Tidak kurang dari 100 lembaga/ instansi/universitas/ sekolah/ asosiasi pecinta ikan hias yang telah berjunjung ke Raiser Ikan Hias Cibinong.

Penguatan Data Ikan Hias

Kegiatan penguatan data ikan hias ini dilaksanakan untuk menjalankan fungsi Raiser Ikan Hias sebagai tempat Pusat Informasi ikan hias. Penguatan data dilakukan melalui melalui survey dan pendataan keberbagai daerah yang potensial. Hasil survey dan pendataan kemudian disusun dan diterbitkan dalam bentuk buku. Buku pertama adalah Direktori Ikan Hias Air Tawar. Direktori memuat tentang jenis-enis ikan hias yang berasal dari perairan umum Pulau Kalimantan. Buku direktori berisi informasi tentang potensi , deskripsi morfologi, habitat, sebaran, status populasi dan faktor –faktor pengancam kelestariannya. Buku disusun bersama dengan LIPI dan telah diterbitkan pada tahun 2014. Buku kedua yang diterbitkan adalah buku Direktori Pelaku Usaha Ikan Hias. Buku diterbitkan tahun 2016 dan berisikan informasi tentang gambaran pemasaran ikan hias air tawar , dan buku Profil Pelaku Usaha di sembilan belas lokasi yang survey ( Kota Jambi, Kota Palembang, Kota Bengkulu , Kota Bandar  Lampung,Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, Kota Cirebon,Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Bantul, Kota Banjarbaru, Kota Pontianak dan Kota Balikpapan). Buku ketiga adalah tentang Profil Asosiasi Ikan Hias. Buku terbitkan tahun 2017 dan berisikan tentang perkembangan ikan hias di Indonesia, peran asosiasi dalam mendukung usaha ikan hias, serta  profil masing masing asosiasi yang meliputi: APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia), KP2MJ (Klub Pedagang dan Pembudidaya Maskoki Jakarta, IDC (Indonesian Discus Comunity), ABI (Asosiasi Betta Indonesia), Arwana Club Indonesia (ACI), P2LDB (Perhimpunan Pecinta Louhan Depok Bogor).

 

CP : Nur Kholik 08176494442