Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Geliatkan Ekonomi dan Pariwisata, KKP Bantu Komunitas Gelar Pameran dan Kontes Ikan Hias Arwana di Bali

BALI – Masa pandemi, ikan hias semakin diminati masyarakat. Alasannya sederhana, karena ikan hias ini mampu memberikan manfaat positif, seperti mengurangi stres, menghilangkan jenuh, dan therapeutic. Mengoleksi ikan hias pun sudah lama menjadi hobi yang populer di Indonesia dan kondisi ini dapat dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan.

Kekayaan ikan hias yang berlimpah menjadi peluang bagi Indonesia sebagai pengekspor komoditas ini sangat terbuka lebar. Potensi ekspor ikan hias Indonesia utamanya ikan asli sangat tinggi, hal ini karena ikan asli memiliki daya saing tinggi dan tidak dimiliki oleh negara lain. Beberapa jenis ikan hias asli Indonesia antara lain: Arwana, Botia, Belida, Tiger Fish, Sepat Mutiara, Sae, Red Rainbow dan Balashark.

Pada Tahun 2020, nilai ekspor Arwana tertinggi ke China sebesar USD 5,5 juta, diikuti oleh Hong Kong USD 604,7 ribu dan Thailand USD 512,1 ribu. Sementara Tahun 2021, nilai ekspor Arwana tertinggi ke Hong Kong sebesar USD 3,1 juta, diikuti oleh Vietnam USD 2,1 juta dan Jepang USD 813,1 ribu (Sumber: BPS, diolah Ditjen PDSPKP).

Guna menggeliatkan kembali ekonomi dan pariwisata, Bali Club Arowana (BCA) bersama Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) sebagai UPT Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) sukses menggelar pameran dan kontes ikan hias arwana. Kontes bertajuk Bali Club Arowana National Competition ini digelar pada 24-27 Maret 2022 di Lippo Mall Kuta Bali.

"Melalui kontes ini kami ingin membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih baik dengan semua pihak yang terlibat di dalamnya," terang Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti saat memberikan sambutan pada puncak acara di Bali, 27 Maret 2022.

Melalui kegiatan ini, Artati berharap masyarakat dapat lebih mengenal ikan hias Asli Indonesia khususnya Arwana dan dapat mengembalikan geliat pariwisata di Bali.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBP3KP Widya Rusyanto menyampaikan dukungannya terhadap pameran dan kontes ikan hias arwana. Widya menambahkan bahwa dukungan yang diberikan pada pelaksanan pameran dan kontes ikan hias ini dapat menjadi sarana promosi yang baik untuk mengembangkan jaringan pasar pelaku usaha.

“Kegiatan promosi ini juga mempertemukan hobies, komunitas dan pelaku usaha lainnya yang mungkin mempunyai hambatan, masalah, gagasan, usulan seputar bisnis ikan hias arowana khususnya. Pameran dan kontes juga dapat menjadi stimulus/pengungkit kegiatan ekonomi stake holder ikan hias”, ungkap Widya.

Ketua BCA Rusli Wisanto mengungkapkan bahwa Bali Club Arowana National Competition sukses melibatkan 113 peserta yang terbagi menjadi 6 kelas antara lain Short Body, XS, Small, Medium, Large, dan Unique. Peserta berasal dari Medan, Palembang, Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Banyuwangi, Bali, Banjarmasin, Pontianak, Kapuas Hulu/Puttusibau, dan Sepauk Kalimantan Barat. Pada kontes ini juga terdapat peserta asal luar negeri yaitu Kamboja, Fhilipina, dan Thailand.

Rusli mengatakan bahwa terdapat transformasi harga ikan hias arwana super red sebelum dan sesudah mengikuti kontes.

“Perbedaan harga antara kelas biasa dan kontes rata-rata antara 50-483%, sedangkan rata-rata perubahan harga ketika ikan kontes dan menjadi juara perbedaannya bisa mencapai diatas 500%”, terang Rusli.

Pameran dan kontes ini diharapkan Rusli menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mempopulerkan ikan hias arwana yang merupakan maskot ikan hias air tawar Indonesia kepada masyarakat luas. Selain itu, perhelatan ini juga sebagai ajang Pelestarian Ikan Asli Indonesia yang menjadi salah satu jenis ikan hias terbaik di dunia sekaligus mengembalikan geliat pariwisata khususnya Provinsi Bali.

Admin   28 Maret 2022   Dilihat : 180



Artikel Terkait: