Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
KKP Genjot Brightfood Bandung Raup Kenaikan Omzet 30,96% selama Pandemi

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot pelaku usaha agar tetap bertahan di masa pandemi. Salah satunya melalui program Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) yang digagas Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP).

 

Program yang sejak 2016 hingga 2021 telah membina 54 UMKM ini, berfungsi sebagai tempat konsultasi teknis dan manajemen usaha, coaching dan mentoring, pelatihan, magang dan proses pembinaan, pendampingan, pengembangan performa inovasi bagi tenant selama maksimal 2 tahun masa inkubasi.

 

Direktur Jenderal PDSPKP Artati Widiarti pada saat ditemui di kantornya di Jakarta (4/4), menerangkan bahwa Inbis Invapro KP didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui serangkaian program pendampingan dan didukung kemitraan atau pembinaan elemen bisnis lainnya.

 

“Program ini dapat menjadikan UMKM pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan yang inovatif, mandiri, berdaya saing. Yaitu UMKM yang menghasilkan produk sehat, bermutu, aman dikonsumsi, dan diterima pasar”, ucap Artati.

 

Artati juga menambahkan, selain Inbis Invapro KP, KKP juga memiliki beberapa program dalam penangangan dampak covid 19. Antara lain bantuan pemerintah berupa sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan; promosi pemasaran produk melalui program Bangga Buatan Indonesia (Pasar Laut Indonesia); pembelian produk UMKM dalam program Safari Gemarikan dalam upaya pengentasan stunting di Indonesia; pemberian transfer teknologi dan pelatihan diversifikasi produk perikanan; dan program lainnya.

 

Di tempat terpisah, Kepala BBP3KP Widya Rusyanto menjelaskan, UMKM pengolahan produk perikanan yang menjadi tenant akan mendapatkan 10 program pendampingan dan fasilitasi Inbis Invapro KP.  

 

“Terdapat 10 program diantaranya penerapan inovasi dan teknologi pengolahan/produksi; GMP, SSOP dan HACCP; pembiayaan pengujian mutu produk tenant; pengurusan sertifikasi; pembiayaan desain, bahan dan label kemasan produk, serta pencantuman informasi nilai gizi; pengurusan izin usaha; manajemen usaha dan keuangan; akses pembiayaan, investasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan; akses pasar dan promosi produk tenant seperti preferensi konsumen, bazar, pameran; dan fasilitasi bahan promosi dan pemasaran”, terang Widya.

 

Aji Budiyanto pemilik CV Brightfood Riung Gunung (Mitoha) Bandung merasakan betul manfaat setelah menjadi tenant Inbis Invapro KP khususnya terkait pemasaran. Sejak menjadi tenant pada pertengahan 2020 sampai dengan 2021, Aji mengaku meskipun pandemi namun omzetnya meningkat dengan rata-rata sebesar 30,96% dari total pendapatan.

 

“Sebelum menjadi tenant, rata-rata omzet perbulan sebesar Rp106.131.000,- sedangkan setelah menjadi tenant naik menjadi Rp138.948.713,-“, jelas Aji.

 

Aji menceritakan, progres perkembangan usahanya mulai terlihat pada bulan ke 4 setelah mengikuti program Inbis Invapro KP yaitu pada bulan Oktober 2020 dengan omzet sebesar Rp161.918.500,-. Aji juga menambahkan pandemi yang tidak kunjung usai mempengaruhi penjualan. Pada November 2020 meski mengalami penurunan penjualan hingga titik terendah yaitu sebesar Rp115.379.775,- namun nilai tersebut tetap masih diatas rata-rata omzet sebelum menjadi tenant.

 

Hal tersebut diperkuat oleh data hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa penjualan 90% pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengalami penurunan. Sebab, pandemi covid-19 menyebabkan anjloknya permintaan.

 

Di akhir pertemuan, Widya menambahkan, perkembangan usaha yang diperoleh CV. Brightfood Riung Gunung Bandung tidak lepas dari pendampingan dan fasilitasi dari BBP3KP.

 

“Pendampingan dan fasilitasi terhadap Brightfood berupa manajemen usaha dan keuangan, akses pembiayaan usaha dan investasi, akses pemasaran dan promosi, serta legalitas usaha yang berperan dalam menjamin preferensi konsumen”, ujar Widya.

 

 

 

 

Admin   05 April 2022   Dilihat : 915



Artikel Terkait: