Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
BBP3KP Sinergi dengan CTC Ajak Kelompok Masyarakat Kembangkan Kemasan dan Sedotan Ramah Lingkungan Atasi Masalah Sampah Plastik

 

Nusa Penida (22/02). Sampah plastik masih menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Kondisi menghawatirkan ini melatarbelakangi Pemerintah dalam hal ini Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) melakukan perekayasaan kemasan berbahan baku rumput laut sejak tahun 2019 dalam bentuk kemasan biodegradable. Gagasan inovasi ini menjadi pilihan yang efektif dan efisien dengan mengedepankan pemanfaatan potensi rumput laut, menghasilkan kemasan dan ramah lingkungan yang tidak menghasilkan sampah (zero waste).

Indonesia sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia dengan peningkatan produksi sebesar 30 persen setiap tahunnya. Rumput laut merah dengan kandungan karbohidratnya merupakan bahan utama untuk membuat bioplastik. Merujuk fakta ini, Indonesia memiliki peran besar dalam pengembangan kemasan biodegradable dan sedotan dari rumput laut, guna mengatasi krisis plastik global.

Kemasan dan sedotan biodegradable dari rumput laut adalah produk yang dapat terurai di dalam tanah. Plastik biodegradable disebut juga bioplastik yaitu plastik yang seluruh atau hampir seluruh komponennya berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Hal tersebut disampaikan oleh tim Perekayasa BBP3KP dalam kegiatan alih teknologi pengolahan kemasan dan sedotan rumput laut yang diselenggarakan oleh Coral Triangle Center (CTC) di Nusa Penida, Bali.

Sebagai upaya dalam meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat, nilai tambah rumput laut dan menjaga kelangsungan kawasan konservasi Nusa Penida dalam hal mengurangi timbunan sampah plastik maka CTC melalui program COREMAP-CTI-Grant Package 4 bekerja sama menggandeng BBP3KP untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok masyarakat di Nusa Penida dalam teknologi pengolahan kemasan biodegradable dan sedotan rumput laut. Kegiatan yang dilaksanakan pada 22-23 Februari 2022 ini diikuti sebanyak 30 orang peserta dari berbagai kelompok masyarakat yang terdiri dari akademisi, kelompok pengolah, nelayan, PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan instansi pemerintah.

“Peserta yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat di Nusa Penida diharapkan dapat menerapkan dan mengaplikasikan materi yang disampaikan narasumber terkait kemasan biodegradable dan sedotan rumput laut, sehingga  pelaku usaha disini dapat membuat produk-produk yang ramah lingkungan” ujar I Nengah Bagus Sugiarta selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Perairan Bali dalam sambutannya.

Evi Nurul Ihsan selaku Coremap CTI-ADB Project Coordinator menyampaikan bahwa melalui proyek COREMAP-CTI juga dilakukan pengembangan usaha ekonomi termasuk melakukan kegiatan pelatihan keterampilan, penyediaan sarana prasarana, penyiapan rencana bisnis (business plan) dan jejaring bisnis

“Semoga kerja sama ini tetap berlanjut dan masyarakat juga dapat mengembangkan produk ramah lingkungan ini” ujar Evi.

Admin   25 Februari 2022   Dilihat : 535



Artikel Terkait: