Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Bimbingan Teknis Pelaku UMKM Pemasar Ikan Hias Digelar, UMKM Pemasar Ikan Hias Optimis Bisa Ekspor

CIBINONG (20/6) – Setelah sukses menggelar bimbingan teknis untuk pelaku usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan, kini Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) kembali menggelar bimbingan teknis yang berfokus pada pelaku UMKM pemasar ikan hias. Dibawah binaan Satker BBP3KP Cibinong, sebanyak 30 orang pelaku UMKM pemasar ikan hias yang berasal dari Bogor, Depok, Banyumas, Gunung Kidul, hingga Blitar menghadiri kegiatan yang dilangsungkan dari tanggal 19-20 Juni 2021 di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor. 

“Kegiatan bimbingan teknis ini merupakan salah satu bentuk pendampingan dalam Program Pembinaan terhadap pelaku UMKM pemasar ikan hias, sehingga kami berharap pelaku UMKM pemasar ikan hias dapat berkembang usahanya dengan kualitas ikan hias sesuai dengan yang diinginkan oleh pasar dan memenuhi standar internasional,” ungkap Widya Rusyanto, Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP). Widya juga membakar semangat peserta dengan memberikan contoh mengenai salah satu penyewa gedung raiser, Nusantara Nishikigoi Goldfish Centre (NNGC), yang berhasil mengekspor koi dan koki lokal ke mancanegara dengan melakukan seleksi ikan lokal yang memenuhi standar nasional dan internasional.

 

Jika dilihat dari nilai ekspor, tren ekspor ikan hias Indonesia memang nampak menjanjikan. Terhitung dari tahun 2012 hingga tahun 2019, ekspor ikan hias Indonesia mengalami peningkatan signifikan dari $USD 21 juta menjadi $USD 33 juta. Bersamaan dengan potensi keanekaragaman jenis ikan hias geopolitik, biodiversitas, produksi, dan strategi pemasaran ikan hias yang baik; sungguh tidak muluk-muluk rasanya jika Indonesia percaya diri bisa menggeser posisinya sebagai eksportir ikan hias nomor satu di dunia.

 

“Ikan hias sebagai komoditas ekspor, memiliki marketnya masing-masing,” terang Nicky Kusuma, Direktur CV Lucky Indo Aquatic, saat memberi sesi materi terkait potensi pasar ekspor ikan hias. Menurut Nicky setiap jenis ikan hias sangat potensial mengingat minat setiap negara terhadap ikan hias akan berbeda-beda. Namun, ia menggarisbawahi bahwa pelaku UMKM pemasar ikan hias harus bisa memahami mana pasar yang akan dituju dan komoditas apa yang layak dikembangkan. Nicky juga meyakini bahwa Indonesia dapat memiliki industri ikan hias yang besar, bukan hanya karena potensi ikan hias alamnya yang beragam namun juga karena sejauh ini banyak jenis ikan hias dari luar negeri yang bisa dibudidayakan di sini.

 

Dalam kegiatan pelatihan ini, dihadirkan beberapa narasumber dari beberapa bidang keahlian terkait ikan hias. Selama dua hari, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen usaha saja, namun juga dibekali dengan informasi mengenai potensi pasar ekspor, regulasi pemerintah terkait sertifikasi instalasi karantina ikan, aplikasi hasil riset budidaya ikan hias, bahkan praktik pengemasan ikan hias untuk pemasaran.

 

Widya mengungkapkan bahwa jajarannya tengah mengembangkan Raiser Ikan Hias Cibinong sebagai pusat pemasaran ikan hias dimana para pelaku UMKM pemasar ikan hias dapat dengan mudah mengakses pelayanan terkait kegiatan ekspor maupun impor. Kedepannya, Raiser Ikan Hias Cibinong direncanakan memiliki instalasi karantina ikan dan bekerja sama dengan stakeholder terkait, seperti pengelola ekspor/impor, BKIPM, DJPRL, bea cukai, dan bank pemerintah untuk mengefektifkan dan mempermudah proses ekspor dan impor bagi para pelaku UMKM pemasar ikan hias dalam satu tempat (one stop service).

 

“Saya berharap kegiatan ini dapat memacu pelaku UMKM pemasar ikan hias untuk menjadi pelaku UMKM pemasar ikan hias yang inovatif, mandiri, dan bersaya saing,” ujar Artati Widiarti, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP). Ia percaya, dengan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan menerapkan pola manajemen usaha yang baik akan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para pelaku UMKM pemasar ikan hias. Terlebih, ia berharap kebermanfaatan kegiatan ini bisa lebih luas lagi dirasakan oleh masyarakat melalui pertumbuhan lapangan pekerjaan di bidang usaha ikan hias yang diikuti oleh peningkatan perekonomian masyarakat.

 

“Adanya pembinaan seperti membuat saya merasa terbantu, dari awalnya tidak tahu nama ikan hias, tidak tahu packaging yang baik seperti apa, tidak tahu cara kirim ikan hias ke luar, dengan diadakan bimbingan teknis seperti ini alhamdulillah ilmu kami bertambah,” ungkap Nanang Hanafi, salah satu pedagang ikan hias di raiser asal Bogor. Nanang juga mengakui bahwa bertemu dengan sesama pelaku usaha ikan hias memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kerjasama antara dirinya dengan para pembudidaya ikan hias dari berbagai daerah.

 

Bak gayung bersambut, kedepannya, Widya berjanji akan terus melanjutkan pendampingan dan pembinaan terkait materi-materi esensial seperti manajemen usaha, akses permodalan, pemasaran, serta logistik. Ia juga berharap, UMKM pemasar ikan hias dapat lebih mandiri dan terus berinovasi, sehingga tidak lagi mengharapkan dari bantuan pemerintah semata dalam mengembangkan usahanya.

 

“Teruslah bangkit, mari kita buat masyarakat menjadi demam ikan hias, mari jadikan UMKM pemasar ikan hias itu usaha kecil beromzet milyaran,” pesan Artati, ketika menutup acara.

Admin   21 Juni 2021   Dilihat : 142



Artikel Terkait: