Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Bimbingan Teknis Inbis Invapro KP 2021 Langkah Awal Menjadikan UMKM Inovatif, Mandiri, dan Berdaya Saing

Bogor (11/6) - BBP3KP selenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inbis Invapro KP bagi UMKM yang telah terpilih dan dinyatakan sebagai tenant setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti berkesempatan untuk membuka kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Bogor, pada 9 Juni 2021 dan berlangsung selama 3 hari. Selain itu dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara tenant dan BBP3KP.

Bimtek Inbis Invapro KP merupakan langkah awal bagi tenant untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi tenant dalam mengelola usaha dan pemasarannya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 11 tenant terpilih, 12 UMKM binaan Satker BBP3KP (Cibinong, Palabuhanratu, Mataram, dan Ambon) secara virtual, dan pendamping tenant dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kab/Kota.



Kegiatan bimtek dihari pertama setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait Program Inkubasi Bisnis oleh Koordinator Pelayanan Pengembangan Usaha, Penerapan SKP di UMKM oleh Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu, Sertifikat SNI untuk meningkatkan Daya Saing UMKM oleh Koordinator Pengujian dan Sertifikasi Produk, dan Monitoring & Pelaporan Tenant oleh Tim Inbis Invapro KP.

 

Menginjak hari kedua kegiatan Bimtek Pengembangan Usaha Inbis Invapro KP, peserta menerima materi mengenai manajemen keuangan usaha yang dibawakan oleh Tim Fungsional Analis Pasar Hasil Perikanan (APHP), BBP3KP. Materi pertama dibuka oleh topik mengenai Analisa Titik Impas atau lebih dikenal dengan Break Even Point (BEP) dan Analisa Harga Pokok Produksi (HPP). Dalam materi yang disampaikan diantaranya peserta juga dibekali dengan pengetahuan terkait pembuatan laporan arus kas dan laporan keuangan. Tak hanya menerima materi, tenant Inbis Invapro-KP juga melakukan praktek pembuatan laporan-laporan keuangan terkait materi yang telah disampaikan dengan didampingi langsung oleh Tim APHP.

Masih di hari yang sama peserta mendapatkan materi terkait program Kelayakan Dasar Pengolahan oleh Tim Pembina Mutu, BBP3KP. Materi yang diberikan terkait program kelayakan dasar pengolahan terdiri dari dua prinsip utama yaitu Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standar Operating Procedures (SSOP) yang harus dipenuhi oleh Unit Pengolah Ikan (UPI). Prinsip ini terdiri dari cara-cara atau upaya yang dilakukan dalam menjamin mutu dan keamanan produk pada setiap tahapan proses pengolahan.

 
Ruang lingkup GMP mencakup cara-cara berproduksi yang baik mulai dari penerimaan bahan baku sampai dengan produk didistribusikan. GMP atau bisa disebut Cara Pengolahan Ikan yang Baik (CPIB) mencakup beberapa persyaratan antara lain: persyaratan mutu dan kemanan bahan baku/bahan pembantu, persyaratan penanganan bahan baku/bahan pembantu, persyaratan pengolahan, persyaratan pengemasan produk, persyaratan penyimpanan produk dan persyaratan distribusi produk. Sedangkan SSOP adalah prosedur pelaksanaan sanitasi standar yang harus dipenuhi suatu UPI untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada produk yang diolah. Upaya pencegahan kontaminasi berupa fisik, kimia dan mikrobiologi dari sumber kontaminasi mulai dari bangunan, peralatan kerja, pekerja, bahan pembantu, bahan tambahan dikendalikan melalui prosedur operasi sanitiasi yang ketat.

Selain paparan materi yang disampaikan, Tim Pembina Mutu, BBP3KP juga mendampingi tenant secara langsung dalam membuat dokumen panduan mutu yang disusun sesuai dengan jenis produk dan tahapan proses yang dilakukan. Panduan mutu yang telah disusun oleh tenant tersebut kemudian dipresentasikan oleh perwakilan tenant dan direveiw oleh Koordinator Kelompok Pelayanan Pengembangan Usaha sehingga tenant dapat memahami dan mengaplikasikan panduan mutu yang telah disusun. Dokumen panduan mutu ini nantinya menjadi bekal tenant dalam memenuhi persyaratan dalam penilaian dalam rangka mendapatkan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

Pada hari ketiga pelaksanaan Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Inbis Invapro KP di Bogor, peserta menerima materi terkait Pengembangan Usaha Tenant melalui Desain dan Label Kemasan yang disampaikan oleh Mohammad Firsan dari Rumah Kemasan Bandung.

Dalam paparannya narasumber juga menyampaikan mengenai standar dan strategi dalam desain kemasan dan label suatu produk. Selain itu dilakukan coaching terhadap kemasan dan label yang sudah dimiliki dan digunakan tenant Inbis Invapro KP. Hal tersebut menjadi review bagi tenant kedepannya untuk memperbaiki kemasan dan label yang sudah dimiliki, dimana salah satu fasilitasi program Inbis Invapro KP adalah perbaikan desain kemasan dan label tenant binaan.

 

Hari ketiga juga merupakan hari terakhir kegiatan Bimtek Inbis Invapro KP. Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama tiga hari tersebut diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan peserta dalam pelaksanaan kegiatan program Inbis Invapro KP.

Koordinator Pelayanan Pengembangan Usaha menutup kegiatan tersebut dengan memberikan arahan kepada para tenant Inbis Invapro KP untuk selalu berkomitmen, semangat, dan terus berinovasi dalam rangka pengembangan usaha nantinya bersama Tim Inbis Invapro KP, sehingga harapan penjadi pelaku usaha yang Tangguh, Inovatif, dan Berdaya Saing dapat terwujud.

Admin   12 Juni 2021   Dilihat : 3139



Artikel Terkait: