Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Pelayanan Makin Optimal, BBP3KP Raih ISO 9001: 2015

Jakarta (18/03). Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) telah menerima sertifikasi ISO 9001:2015 dari PT. QAI Indonesia setelah penerapannya dimulai sejak tahun 2018. Momentum ini menjadi salah satu langkah konkrit bagi BBP3KP untuk senantiasa meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh BBP3KP, diantaranya: kegiatan uji terap teknik pengolahan dan pemasaran, pengujian dan sertifikasi produk, serta pelayanan pengembangan usaha pengolahan dan pemasaran produk kelautan dan perikanan. Penyerahan sertifikat ISO 9001:2015 dipimpin oleh Tengku Hanafiah, selaku Auditor PT. QAI Indonesia dan diterima oleh Widya Rusyanto, selaku Kepala BBP3KP di Kantor BBP3KP, Jakarta, dengan disaksikan oleh Joko Nursapto selaku Direktur PT. QAI Indonesia.

 

ISO 9001:2015 merupakan standar yang berorientasi pada customer focus, yaitu dengan memberikan semua kebutuhan yang melebihi harapan Customer untuk memenuhi tercapaianya kepuasan pelanggan. Organisasi yang tersertifikasi oleh ISO 9001:2015 harus dapat menunjukkan kemampuan untuk memenuhi kepuasan pelanggan terkait fungsi produk, kualitas, dan kinerja. Selain itu, organisasi tersebut juga harus menerapkan peraturan, standar industri, dan praktik terbaik mengenai proses produksi dan hasil. Dengan begitu, organisasi harus menawarkan produk berkualitas sekaligus bertindak terhadap feedback pelanggan, end user, maupun badan pengatur.

 

“ISO 9001 ini bagi kami sangat penting, mengingat kami berada pada zona layanan publik. Kalau sudah layanan publik, semua administrasi dan semua dokumen harus terstuktur dan terdokumentasi dengan baik. Itu ada di ISO 9001,” kata Widya membuka acara Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015. Widya juga mengatakan bahwa dirinya berharap sertifikasi ISO 9001:2015 lantas membuat staf BBP3KP belajar lebih dalam lagi, sehingga hal ini dapat menjadi keuntungan bagi instansi ketika diterapkan dalam pelayanan dan administrasi publik secara tepat dan bermanfaat. Penerapan ISO 9001:2015 ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standar persyaratan, tepat waktu, kompeten, dan berkualitas.

 

Senada dengan hal tersebut, Tengku Hanafi menyatakan bahwa momentum ini bukan hanya sekedar penerapan sertifikat saja, namun juga patut diisi dengan kesisteman. Sistem itu sendiri diartikan sebagai unsur dari suatu organisasi yang terkait dan berinteraksi. Interaksi inilah yang mengharuskan kesinambungan antara teknis dan non-teknis sebagai hal yang perlu diperhatikan. Tengku juga mengingatkan bahwa dokumen-dokumen ISO 9001:2015 ini adalah dokumen yang terus hidup dan diperbarui atau disebut sebagai living document. “Awalnya ISO 9001:2008, sekarang diperbarui jadi ISO 9001:2015, mungkin dua tahun ke depan juga akan ada perbaikan lagi. Itu namanya continual improvement, itu pun harus diterapkan di sini,” pungkasnya.

 

Bagi Tengku, ketika ada ketidaksesuaian terhadap standar, peraturan, maupun dokumen yang telah dibuat, seharusnya ketidaksesuaian itu bisa ditutup dengan sesuatu yang lebih baik. Dengan begitu, continual improvement ini bisa diterapkan. Selain itu, evaluasi setiap tahunnya juga dibutuhkan, sehingga akan selalu ada perbaikan terhadap isu-isu yang dialami oleh organisasi. Dalam sasaran mutu fungsional sebagai contoh, Tengku mengungkapkan bahwa layanan tidak hanya diberikan ke klien luar organisasi namun juga ke klien dalam organisasi sebagai interested party atau pihak-pihak yang merasa dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan organisasi.

Perlu diketahui, saat ini BBP3KP juga telah menerima sertifikasi ISO/IEC 17025 dan ISO/IEC 17065. ISO/IEC 17025 berisi tentang penilaian kesesuaian mengenai persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, sedangkan ISO/IEC 17065 berisi tentang penilaian kesesuaian terkait persyaratan untuk lembaga sertifikasi produk, proses dan jasa. Selain itu, BBP3KP juga sedang melaksanakan kegiatan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sebagai salah bentuk upaya peningkatan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan publik transparan dan tanpa KKN yang dilakukan oleh BBP3KP. Kedepannya, Widya berharap implementasi ISO 9001:2015 dapat terintegarasi dengan ISO/IEC 17025, ISO/IEC 17065, maupun pembangunan zona integritas menuju WBK-WBBM. Dengan demikian, sistem-sistem ini dapat menjadi satu kesatuan yang solid, sangat mudah untuk dilihat, serta mudah untuk dikembangkan di tahun-tahun berikutnya. Alasanya, tak lain adalah untuk mengupayakan peningkatan pelayanan publik dan menciptakan budaya perbaikan secara berkelanjutan.

 

Bak gayung bersambut, Joko mengatakan bahwa integrasi sistem-sistem tersebut sangat mungkin dilakukan. Baginya, yang paling penting adalah mengkorelasikan proses bisnis yang ada dengan mengutamakan core process. Core process akan berdampak langsung atau memiliki resiko terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Individu (IKI). Tak lupa, core process juga harus didukung dengan supporting process. “Hal-hal inilah yang perlu disistematiskan dalam pengintegrasian sistem, sehingga  management by sistem bisa tercapai dan bisa dijalankan,” ungkap Joko dalam penjelasannya mengenai integrasi sistem sertifikasi.

 

Di akhir acara, Joko mengungkapkan bahwa sertifikat ISO 9001:2015 ini bukan merupakan akhir dari suatu perjalanan. Bahkan hal ini merupakan awal yang harus dijaga bersama-sama, terutama terkait dengan kepatuhan kita di dalam melaksanakan, baik pelayanan publik maupun proses bisnis yang ada. Harapannya, apabila ada regulasi yang sudah diadopsi dan ada kebijakan pimpinan yang menjadi keharusan, baik yang sudah tersampaikan secara tertulis maupun tidak tertulis, hal-hal tersebut dapat dijalankan secara konsisten.

Admin   19 Maret 2021   Dilihat : 57



Artikel Terkait: