Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Dorong Pelaku Usaha Berdaya Saing, BBP3KP Selenggarakan Bimbingan Teknis Inkubasi Bisnis Ikan Hias

 

CIBINONG (27/9) – Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) mendorong pelaku usaha ikan hias untuk tumbuh dan berdaya saing melalui program Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP). Program ini memberikan kesempatan pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya sehingga memiliki kualitas sesuai standar yang diinginkan pasar sekaligus menjadi model pengembangan ikan hias di daerah.

Pelaku usaha ikan hias yang terpilih menjadi tenant dan binaan Inbis Invapro KP diberikan bekal berupa pengetahuan dan keterampilan salah satunya melalui Bimbingan Teknis Ikan Hias yang diselenggarakan pada 26 – 27 September 2020 di Satker BBP3KP Cibinong Bogor. Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Usaha Adi Wibowo dalam laporannya menjelaskan bahwa mulai 2020, BBP3KP akan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain Inkubasi Bisnis ikan hias, bursa ikan hias, dan menggandeng pelaku usaha turut serta dalam program awareness Bangga Buatan Indonesi (BBI) sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing komoditas ikan hias. Adi berharap ke depan BBP3KP terus melanjutkan pendampingan dan pembinaan dengan materi Bimbingan Teknis lainnya seperti pengendalian hama penyakit ikan, manajemen usaha, pemasaran, dan transportasi dalam upaya pengembangan usaha tenant Inbis Ikan Hias.

Bimbingan Teknis dibuka oleh Kepala BBP3KP Widya Rusyanto dan diikuti 20 (dua puluh) orang terdiri dari tenant Inkubasi bisnis ikan hias 2016-2020, Binaan dan peserta Bursa Ikan Hias asal Bogor, Depok, Tulungagung dan Gunungkidul. Dalam sambutannya Widya menjelaskan bahwa Bimbingan Teknis Inbis ikan hias ini dapat mewujudkan tugas BBP3KP untuk terus mendorong dan membina pelaku usaha sehingga meningkatkan nilai tambah pendapatan serta peserta dapat memanfaatkan fasilitas sarana prasarana yang ada. Widya menambahkan walaupun Bimbingan Teknis ini dilaksanakan dalam situasi pandemi covid-19 namun diharapkan dapat menjadi stimulus/pengungkit kegiatan ekonomi stakeholder ikan hias khususnya para pelaku pembudidaya ikan hias. Widya juga mengapresiasi semangat para peserta Bimbingan Teknis yang telah hadir dan meluangkan waktu di tengah wabah pandemi COVID-19.

Bimbingan Teknis ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang ikan hias. Pelaku usaha perlu memahami manajemen kesehatan ikan yang baik dengan menerapkan prinsip-prinsip biosekuriti pada setiap tahapan produksi budidaya ikan hias. Pentingnya Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) untuk Memenuhi Persyaratan Ekspor Ikan Hias menjadi materi kunci pada Bimbingan Teknis ini. Seperti dijelaskan narasumber dari Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BBKIPM) Jakarta I (Soekarno – Hatta) Rosihan Anwar, jaminan kesehatan dari hulu ke hilir sangat dibutuhkan terutama setelah adanya isu terkait eliminasi tarif. Penerapan CKIB di unit produksi ini akan menghasilkan komoditas ikan hias yang memenuhi jaminan kesehatan sehingga daya saing produk akan meningkat.

Pada Bimbingan Teknis ini juga disampaikan metode baru cara berkembang biak jenis ikan endemik dan hasil riset pakan ikan hias oleh Peneliti Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok Nina Meilisza kepada peserta. Nina juga menjelaskan bahwa BRBIH membuka diri bagi pelajar, mahasiswa, maupun pelaku usaha yang ingin belajar dan mengetahui teknologi atau metode pengembangan ikan hias dan pakan ikan hias.

 

Selanjutnya peserta diberikan materi sekaligus praktek pengemasan ikan hias yang disampaikan oleh Penanggung jawab Satker BBP3KP Cibinong Nurkholik beserta Tim. Nurkholik menjelaskan bahwa dalam rangka memberikan jaminan keamanan sekaligus meningkatkan mutu maka pengemasan ikan hias dan tanaman hias air dilakukan dengan mengacu pada Standard Nasional Indonesia (SNI) 4854:2013 tentang Pengemasan ikan hias dan tanaman hias air melalui sarana angkutan udara.

Pada hari ke-2 Bimbingan Teknis 27 September 2020, dilaksanakan praktek tata cara melakukan ekspor ikan melalui Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) online menggunakan aplikasi Sister Karoline) dan Pendaftaran CKIB Online pada website BKIPM oleh Pranata Humas BBP3KP Erwin Maulana. Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Usaha Adi Wibowo juga memaparkan Program Inkubasi Bisnis Invapro KP dan Pengembangan Raiser sebagai eduwisata, promosi dan pemasaran ikan hias sekaligus menutup kegiatan Bimbingan Teknis Inkubasi Bisnis Ikan Hias.                                                                                                                                

Suranto Surif, salah satu peserta Bimbingan Teknis asal UKM Rezeki Langit Gunungkidul mengapresiasi kegiatan ini karena dapat menambah pengetahuan pelaku pemula sehingga faham tentang pengurusan ijin ekspor dan tahapan prosesnya, pemasaran ikan hias dan jenis ikan lain yang komersial di daerah lain. Suranto berjanji akan meneruskan kembali informasi yang diperoleh kepada pelaku usaha lain di daerahnya.

Admin   28 September 2020   Dilihat : 2901



Artikel Terkait: