Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Tingkatkan Jaminan Mutu dan Keamanan Produk UMKM, BBP3KP selenggarakan Bimtek Kelayakan Dasar Pengolahan dan Usaha Ikan Hias

Jakarta (2/7) – Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Inkubasi Bisnis Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan (Inbis Invapro KP) sesi ke-2 pada Kamis 2 Juli 2020 melalui video conference Zoom Meeting. Bimtek sesi ke-2 ini menyajikan materi terkait Kelayakan Dasar Pengolahan dan Usaha Ikan Hias yang bertujuan untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk UMKM khususnya tenant dan UMKM Binaan BBP3KP.  Sesi ini juga mengangkat materi Pengemasan dan Pelabelan Produk Hasil Perikanan sehingga produk yang dihasilkan UMKM memiliki kualitas mutu yang baik dan dapat menarik minat konsumen.

 Kegiatan dihadiri oleh 9 (sembilan) tenant dan 16 UMKM Binaan, Satker BBP3KP (Cibinong, Palabuhanratu, Mataram, Ambon), pendamping tenant dan UMKM Binaan dari 20 (dua puluh) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota, dan tim Inbis Invapro KP 2020 dengan jumlah total sebanyak 90 (sembilan puluh) orang peserta. Bimbingan Teknis ini merupakan tahap awal para tenant/UMKM Binaan dalam mengikuti program dan memperoleh pembinaan, pendampingan maupun fasilitasi dari Tim Inbis Invapro KP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi tenant/UMKM Binaan dalam mengelola usaha dan pemasarannya. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Usaha sekaligus Ketua Pelaksana Inbis Invapro KP Adi Wibowo dalam laporannya pada Bimtek sesi pertama Rabu, 24 Juni 2020.

 

Terdapat 5 (lima) materi yang disampaikan pada bimtek sesi ke-2 ini. Materi pertama berjudul Program Persyaratan Dasar di Unit Pengolahan Ikan UMKM disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Usaha Adi Wibowo. Materi ini membahas tentang trend tuntutan keamanan pangan (aman, sehat, segar, bervariasi, dan mudah dalam persiapannya) sehingga terhindar dari kontaminasi bakteri, pembusukan, pemalsuan, dan penggunaan antibiotik melalui 2 (dua) pilihan yaitu pengujian dan program persyaratan dasar sekaligus Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Dengan materi tersebut diharapkan peserta dapat memahami faktor dan langkah apa saja yang harus dilakukan agar proses pengolahan produk sesuai prinsip higiene pangan sehingga mengurangi resiko kontaminasi.

 

Materi ke-2 masih disampaikan oleh Adi Wibowo berjudul Mendesain Dokumen Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Pengolahan Ikan yang Baik (CPIB) di Unit Pengolahan Ikan (UPI). Materi ini menjelaskan bahwa tata cara pengolahan ikan yang baik (GMP/CPIB) diperlukan untuk memastikan mutu produk dan menjamin tingkat dasar pengendalian pangan sehingga harus tetap dikembangkan/diterapkan pada setiap produk atau kelompok produk/proses produksi. Pada materi ini juga dijelaskan tentang ruang lingkup, metode pengembangan, dan contoh dokumen GMP/CPIB serta 12 (dua belas) langkah Codex untuk mencapai 7 (tujuh) prinsip HACCP.

Materi ke-3 juga disampaikan oleh Adi Wibowo dengan judul 8 (delapan) kunci Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) atau Prosedur Operasi Standar Sanitasi (POSS) di UPI yang membahas tentang pedoman dan tata cara penerapan sanitasi. Melalui materi ini peserta dapat memahami bahwa bahaya keamanan pangan yang umum dijumpai di lingkungan pengolahan dan operasi dapat dikendalikan melalui pendekatan 8 kunci SSOP/POSS.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi Pengemasan dan Pelabelan Produk Hasil Perikanan oleh CEO dan Founder Rumah Kemasan Bandung Mohamad Firsan. Pemateri menjelaskan bahwa untuk menjadi pengusaha sukses harus memperhatikan peluang, target market, merk, kualitas produk, kemasan, dan marketing. Kemasan menjadi salah satu kunci keberhasilan penjualan produk sehingga dengan adanya materi ini diharapkan peserta dapat memahami tentang regulasi, jenis, desain label dalam kemasan.

  

Tenant Inbis Invapro KP BBP3KP tidak hanya menjaring UMKM pangan tetapi juga non pangan seperti ikan hias sehingga pada Bimtek sesi 2 ini menyajikan materi Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) yang disampaikan oleh Pengelola Satuan Kerja BBP3KP Cibinong Nurkholik. Materi ini menjelaskan tentang persyaratan mutu dan penanganan ikan hias sehingga menghasilkan ikan yang sehat dan memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI).

Pada setiap akhir materi peserta diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber. BBP3KP pada 2019 mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) sehingga pada akhir kegiatan dilakukan Sosialisasi Kode Etik dan Kode Perilaku yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha sekaligus Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Indra Kurnia.

 

Humas BBP3KP

Admin   04 Juli 2020   Dilihat : 2685



Artikel Terkait: