Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Nilai Ekspor Rumput Laut Periode Januari -September (Triwulan I-III) Tahun 2019 Mengalami Kenaikan

Disusun Oleh : Hariono, Analis Pasar Hasil Perikanan (APHP) Pertama Pada Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan

 

Rumput laut atau seaweed adalah salah satu tumbuhan laut yang tergolong dalam makroalga benthik yang banyak hidup melekat di dasar perairan. Rumput laut merupakan ganggang yang hidup di laut dan tergolong dalam divisi thallophyta. Klasifikasi rumput laut berdasarkan kandungan pigmen terdiri dari 4 kelas, yaitu rumput laut hijau (Chlorophyta), rumput laut merah (Rhodophyta), rumput laut coklat (Phaeophyta) dan rumput laut pirang (Chrysophyta). Rumput laut merupakan salah satu kelompok tumbuhan laut yang mempunyai sifat tidak bisa dibedakan antara bagian akar, batang, dan daun. Seluruh bagian tumbuhan disebut thallus, sehingga rumput laut tergolong tumbuhan tingkat rendah. Bentuk thallus rumput laut bermacam-macam, ada yang bulat seperti tabung, pipih, gepeng, bulat seperti kantong, rambut, dan lain sebagainya. Thallus ini ada yang tersusun hanya oleh satu sel (uniseluler) atau banyak sel (multiseluler). Percabangan thallus ada yang thallus dichotomus (dua-dua terus menerus), pinate (dua-dua berlawanan sepanjang thallus utama), pectinate (berderet searah pada satu sisi thallus utama) dan ada juga yang sederhana tidak bercabang. Sifat substansi thallus juga beraneka ragam ada yang lunak seperti gelatin (gelatinous), keras diliputi atau mengandung zat kapur (calcareous), lunak bagaikan tulang rawan (cartilagenous), berserabut (spongeous) dan sebagainya dengan berbagai keanekaragaman warna (Anggadiredja dkk., 2010).

Di dalam data statistik ekspor impor, rumput laut diekspor dengan menggunakan 16 (enam belas) kode HS tahun 2017 (10 digit) yaitu 12122111, 12122112, 12122113, 12122114, 12122115, 12122119, 12122190, 12122911, 12122919, 12122920, 12122930, 13023100, 13023911, 13023912, 13023913, 13023919. Tahun 2018 ekspor rumput laut tersebut menyumbang devisa sebesar 291,8 Juta USD atau 6,00 % dari total nilai ekspor hasil perikanan. Sedangkan dari sisi volume, pada tahun 2018 ekspor rumput laut Indonesia sebesar 212,9 Ribu Ton atau 18,91% dari total volume ekspor hasil perikanan sebagaimana dapat terlihat pada Tabel 1.

Gambar 1 memperlihatkan bahwa nilai ekspor komoditas hasil kelautan dan perikanan khususnya rumput laut pada periode Januari-September (triwulan I-III) tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 10,73 % jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018. Pada triwulan I-III Tahun 2019 nilai ekspor rumput laut yaitu sebesar 213,5 Juta USD, sedangkan pada triwulan I-III Tahun 2019 nilainya sebesar 236,4 Juta USD. Industrialialisasi rumput laut yang dilakukan berdampak pada timbulnya nilai tambah pada produk-produk rumput laut seperti meningkatnya produksi karagenan. Hal ini yang mengakibatkan nilai ekspor rumput laut tetap meningkat, walaupun secara volume mengalami penurunan (Gambar 2).

Dari Gambar 3 dan 4. Dapat diketahui bahwa baik dari segi nilai maupun volume, China masih merupakan tujuan pasar terbesar selama 5 tahun terakhir dengan proporsi nilai maupun volume hampir 70% dari total ekspor rumput laut. Nilai ekspor ekspor ke China pada triwulan I-III tahun 2019 juga terjadi peningkatan yang cukup besar yaitu 17,25% jika dibandingkan pada periode yang sama Tahun 2018. Peningkatan tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan rata-rata peningkatan ekspor pada periode yang sama selama 5 tahun terakhir (2015-2019) yaitu sebesar 11,31 %. Selain ke China, negara tujuan ekspor rumput laut adalah United States, Korea Selatan, Chile dan Vietnam.

Kenaikan nilai ekspor rumput laut ini mengindikasikan bahwa Pemerintah telah menunjukkan langkah serius dalam melakukan pengembangan industri rumput laut sebagaimana dengan adanya Perpres no. 33 tahun 2019 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Rumput laut Nasional Tahun 2018-2021.

 

Daftar Bacaan :

  1. Data Ekspor 2015-2019 Triwulan I-III, Badan Pusat Statistik
  2. Anggadiredja, Jana. T dkk.,2010.Rumput Laut cet. 5, Jakarta : Penebar Swadaya

Admin   30 Desember 2019   Dilihat : 2966



Artikel Terkait: