Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR PENGUJIAN PENERAPAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Pemindangan, Teknik Pengolahan Ikan yang Memiliki Potensi Meningkatkan Konsumsi Ikan Nasional

Disusun Oleh : Yefni Widria, S.Si, M.P, Analis Pasar Hasil Perikanan (APHP) Madya pada Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan - KKP

 

 

Berbagai kebijakan pemanfaatan sumberdaya perikanan yang diterapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah memberikan kontribusi terhadap meningkatnya produksi perikanan. Tren produksi perikanan dalam lima tahun (2013-2017) mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2013 volume produksi perikanan adalah 19,42 juta ton, maka tahun 2014 dan 2015 meningkat menjadi 20,84 juta ton dan 22,31 juta ton.  Tren terus berlanjut dengan capaian volume produksi tahun 2016 sebesar 22,83 juta ton dan  2017 sebesar  23,01 juta ton.

Peningkatan volume produksi perikanan tersebut seiring dengan terjadinya peningkatan angka konsumsi ikan nasional. Tren konsumsi ikan nasional dalam lima tahun (2013-2017) turut meningkat. Tahun 2013 angka konsumsi ikan adalah 35,21 kg per kapita per tahun dan tahun 2014 meningkat menjadi 38,14 kg per kapita per tahun. Demikian pula pada 2015 meningkat menjadi 40,9 kg per kapita per tahun. Tren peningkatan terus berlanjut dengan angka konsumsi ikan tahun 2016 menjadi 43,88 kg per kapita per tahun dan pada 2017 menjadi 47,12 kg per kapita per tahun. Sekalipun angka tersebut terus meningkat, konsumsi ikan per kapita Indonesia tahun 2017 tersebut masih rendah dibanding negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Pada tahun yang sama konsumsi ikan per kapita. Malaysia mencapai 70 kg per kapita per tahun, Singapura 80 kg per kapita per tahun, sementara Jepang mendekati 100 kg per kapita per tahun.

Usaha pemindangan merupakan salah satu usaha pengolahan ikan yang memanfaatkan produksi perikanan sebagai bahan baku. Sumberdaya perikanan yang digunakan cukup beragam, mulai dari ikan berukuran kecil hingga ikan besar, baik dari ikan air tawar ataupun ikan laut. Ikan air tawar yang sering dipindang adalah nilem, tawes, gurami, mujair, sepat siam, tambakan dan ikan mas. Untuk ikan laut, jenis yang biasa dipindang adalah ikan layang, kembung, tongkol, bawal, selar, kuro, banding, lemuru, petek, japu, tembang, ekor kuning, dan hiu.

Usaha pemindangan ikan memiliki potensi meningkatkan konsumsi ikan nasional, setidaknya terdapat  lima alasan yang mendukung hal tersebut. Pertama, pemindangan ikan di Indonesia umumnya tergolong pada usaha skala mikro dan kecil yang jumlahnya relatif besar. Tahun 2017 jumlahnya usaha pemindangan ikan mencapai 11,561 unit atau 19,13 persen dari total unit pengolah ikan skala mikro dan kecil di Indonesia. Jumlah tersebut menempati urutan kedua setelah jumlah pengolah ikan asin yaitu 21.139 unit (34.98 persen). Jika diasumsikan bahwa pengolah ikan pindang adalah rumah tangga pengkonsumsi ikan, maka Indonesia memiliki banyak rumah tangga pengkonsumsi ikan.

Kedua, cara pengolahannya yang sederhana dan menggunakan peralatan pengolahan yang relatif murah membuat pindang dapat menjadi alternatif sumber penghidupan masyarakat. Jawa Barat tercatat sebagai propinsi dengan jumlah produsen dan konsumen pindang terbanyak, diikuti oleh Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Banyaknya jumlah unit pengolah pindang mengindikasikan tingginya permintaan masyarakat terhadap pindang.

Ketiga, pindang ikan merupakan olahan tradisional yang popular dan digemari masyarakat Indonesia. Pindang sudah dinikmati semenjak zaman nenek moyang dan sudah melekat dengan selera masyarakat. Hal lain yang membuat menu pindang melekat dengan selera masyarakat Indonesia adalah karena hasil pemindangan tidak hanya dapat langsung dikonsumsi namun dapat juga digunakan sebagai bahan baku untuk diolah menjadi menu selanjutnya.

Keempat, dengan alasan bahwa pindang dapat dikonsumsi dalam jumlah yang relatif banyak karena rasanya yang tidak asin dibanding ikan asin, pindang dapat memberi asupan protein yang relatif banyak dan dapat mendongkrak konsumsi ikan.  Baliwati et al (2012) mengemukakan bahwa ikan pindang memiliki kontribusi yang cukup besar pada konsumsi ikan sehingga harus diperhitungkan.

Kelima, volume produksi pindang selalu meningkat, seperti produksi pindang di Sentra Pemindangan Ikan Kusamba yang berlokasi di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, diketahui terjadi peningkatan volume produksi pindang. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, volume produk olahan pindang Sentra Kusamba mencapai 4.157 ton pada tahun 2017 dan meningkat menjadi 5.002 ton pada tahun 2018 atau mengalami peningkatan sebesar 20.33 persen. Peningkatan volume produksi ini diperkuat oleh Adrian F, 2016 yang menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat produk olahan ikan pindang semakin meningkat karena potensi pasar masih sangat terbuka seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi.

Potensi pindang sebagai salah satu jenis olahan untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional perlu ditingkatkan. Image bahwa pindang adalah makanan masyarakat kelas bawah dan dengan aspek higienis yang kurang terpenuhi perlu dicermati. Berbagai upaya telah dilakukan agar daya saing pindang dapat meningkat. Salah satunya adalah kerjasama KKP dengan Pemerintah Jepang melalui FAO tentang Development of Effective and Inclusive Food Value Chains in ASEAN Member States (GCP/RAS/296/JPN). Salah satu konsep kerjasama tersebut adalah  perbaikan UPI pindang skala mikro dan kecil. Program yang telah dilaksanakan sejak Oktober 2017 tersebut telah menjadi ajang penciptaan UPI pindang yang lebih higienis. Upaya tersebut terus dilanjutkan melalui program kerja Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu pada yaitu Bedah UKM. Kegiatan Bedah UKM melaksanakan rehabilitasi bangunan UPI dan memberikan sarana pengolahan UPI pindang secara tepat guna. Seluruh program tersebut dilaksanakan agar terwujud pindang yang higienis dan aman dikonsumsi sehingga dapat menjadi preferensi konsumen bagi seluruh kalangan.

 

Daftar Pustaka :

  1. Data Volume Produksi Perikanan, KKP dalam Angka tahun 2018
  2. https://finance.detik.com. 14 Mei 2017. Konsumsi ikan orang RI Rendah dibawah Malaysia dan Singapura. Diunduh tanggal 10 Juni 2017. (konsumsi-ikan-orang-ri-rendah-di-bawah-malaysia-dan-singapura)
  3. Data Bahan Baku Sentra Pindang Kusamba. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Bali
  4. Baliwati,Y. F, dkk. 2012. Keragaan Konsumsi Ikan di Indonesia Tahun 2005—2011. Jurnal Gizi dan Pangan, No.3, Nopember 2012.
  5. Adrian, F. 2013. Identifikasi Potensi Pasar Produk Olahan Pindang Wilayah Pamoyanan Bogor. journal.unpak.ac.id, Januari 2013.

Admin   24 Juni 2019   Dilihat : 5250



Artikel Terkait: