Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
UMKM Perikanan Wakatobi Ketiban Berkah Kunjungan Presiden Jokowi

JAKARTA - Tangan Wa Ode Nurwahida tampak cekatan memiNdahkan abon tuna yang sudah matang. Dia pindahkan makanan olahan tersebut dari wajan besar ke meja untuk dikemas sebelum dipasarkan. Tepat dua pekan setelah kunjungan Presiden Joko Widodo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju ke Wakatobi dalam hajatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), dia mengaku mulai banjir pesanan.

 

"Ini sudah produksi ketiga selama seminggu ini, alhamdulillah jadi makin banyak pesanan setelah ada kunjungan bapak Presiden," kata Wa Ode Nur Wahida saat berbincang dengan tim Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Jumat (24/6/2022).

 

Belajar mengolah abon tuna dari keluarga, bakat sosok yang akrab disapa Hida makin terasah saat dia mewakili Wakatobi di ajang Jambore Nasional di Kiarapayung, Sumedang, 2005 silam. Kala itu, dia terpaksa membuat abon tuna lantaran repot jika harus membawa ikan tuna segar.

 

"Waktu masih SMP ikut Jambore, bawa abon tuna bikinan sendiri, dicobain teman-teman dan dibilang enak," kenang Hida.

 

Sejak saat itu, perempuan 29 tahun ini rutin menerima orderan dari tetangga atau kerabat. Hobi mengawinkan hasil laut dengan pertanian tersebut membuatnya melanjutkan sekolah di Poltek Pertanian Pangkel, Sulawesi Selatan. Namun, usai lulus kuliah di tahun 2014, Hida justru bekerja di industri dan sempat bekerja di perbankan.

 

Hingga pada tahun 2018, dia akhirnya kembali ke bakat alaminya, mengolah dan memadukan hasil kelautan dengan pertanian. Potensi perikanan di Wakatobi semakin meyakinkan tekadnya untuk bekerja dari rumah sebagai pelaku UMKM.

 

"Ketika punya anak, baru memutuskan usaha dari rumah saja, bikin produk abon tuna, bakso tuna, nugget tuna," ujar Hida.

 

Kini, setelah hampir 4 tahun menekuni usaha olahan ikan, brand ANH buatannya bisa menjangkau sejumlah daerah di Sulawesi dan sebagian Pulau Jawa. Per pekan, Hida mengaku bisa memproduksi 24 kg bakso ikan per pekan, sedangkan untuk abon tuna, dia bisa memproduksi hingga 700 kg per tahun.

 

"Alhamdulillah dari jualan olahan ikan, bisa untuk umroh bareng suami," tuturnya bangga.

 

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menghadiri dan membuka GTRA Summit 2022 di Wakatobi, pada Kamis 9 Juni. Di sela kegiatan tersebut, Kepala Negara menyempatkan diri mampir ke gerai expo UMKM yang berada tak jauh dari lokasi acara.

 

Di gerai UMKM, Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Iriana Jokowi menyapa para pedagang dan tertarik dengan salah satu makanan ringan khas Wakatobi, yaitu abon ikan tuna.

 

Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen PDSPKP menggandeng 10 UMKM perikanan untuk turut hadir dan memamerkan produknya dalam expo yang digelar di kawasan Marina Togo Mowondu, di dekat venue GTRA Summit 2022, satu di antaranya adalah ANH yang memproduksi abon tuna. Sebelumnya, produk dari 10 UMKM tersebut juga sempat diborong KKP untuk untuk dibagikan kepada ibu hamil, ibu baru melahirkan dan anak-anak di Wakatobi sebagai bagian dari Safari Gemarikan, sehari sebelum GTRA Summit 2022.

 

"Ini jadi komitmen KKP untuk terus mempromosikan produk UMKM seperti mengikutkan mereka ke acara kenegaraan, expo, dan juga dalam setiap Safari Gemarikan," kata Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti.

 

djpds1   29 Juni 2022   Dilihat : 274



Artikel Terkait: