Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Rani Juara 2 ”Masterclass Ikan vs Kopi” Kenalkan Coffee Sea Pie, Cara Baru Nikmati Ikan Tuna

JAKARTA (25/9)  - Produk Indonesia tak kalah dari produk luar negeri. Keyakinan ini dipegang teguh oleh Rani Meldiyani yang punya mimpi memopulerkan pangan produksi UMKM. Bergelut dengan olahan makanan berbahan sayur dan ikan sejak 2012, perempuan asal Sukabumi ini terus berinovasi untuk menciptakan camilan sehat bernutrisi.

 

"Keyakinan kita satu, bahwa UMKM juga bisa menghadirkan makanan bernutrisi," kata Rani, salah satu pemenang kontes "Masterclass: Ikan vs Kopi" yang digelar oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) dalam mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

 

Alumnus pendidikan teknologi pangan ini pun mengungkapkan, melalui penyajian yang tepat dan inovatif, setiap orang bisa memenuhi asupan nutrisi dan menikmati segala kebaikan ikan. Karenanya, di ajang yang dibuka sejak Juli dan berakhir di bulan September lalu, dia mengkreasikan ikan dalam menu "Coffee Sea Pie" sebagai pangan pendamping kopi.

 

Rani berharap ikan tuna, udang dan rumput laut di dalam produk Sea Pie yang dipadukan dengan bumbu lokal bisa hadir di lidah para penikmat kopi.

 

"Ketika mendapat tantangan untuk menyandingkan kopi dengan ikan, saya berusaha menciptakan makanan yang bukan hanya enak sebagai pendamping kopi tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi konsumen sekaligus bisa dikonsumsi kapan saja dan dimana saja," terangnya.

 

Terbukti, "Coffee Sea Pie" berhasil mengantarkan Rani menjadi terbaik kedua dan berhak mengikuti acara puncak yang digelar di Aceh pada 8 September 2021 lalu. Tetapi dia berhalangan hadir karena sedang ada gangguan kesehatan.

 

"Sayangnya saya tidak bisa ikut ke Aceh, tapi menjadi juara kedua dari 400-an peserta sudah membuat saya senang," ujar Rani.

Kendati gagal berangkat, Rani mengaku banyak mempelajari hal baru selama kontes "Masterclass: Ikan vs Kopi". Terlebih sejak masuk 10 besar, dia berkesempatan mengikuti kelas pendampingan dari para master dan mendapat pelatihan materi seperti kue dan pastry dari Master Yongki, lalu materi fotografi dan marketing serta manajemen finansial.

 

"Dari kompetisi ini banyak hal baru yang saya pelajari karena diberikan kesempatan untuk bertemu dengan para master dari setiap bidangnya yang dibutuhkan untuk membangun usaha saya ke depan," sambung Rani.

 

Sementara Direktur Jenderal PDSPKP, Artati Widiarti menyebut "Coffee Sea Pie" kreasi Rani bisa menjadi cara baru menikmati ikan tuna. Melalui inovasi tersebut, produk kelautan dan perikanan terbukti mampu menjadi camilan di kala pagi, siang maupun sore yang bisa dinikmati dengan kopi, teh atau bahkan susu.

 

"Coffee Sea Pie ini menunjukkan pada kita bahwa ikan tuna bisa lho diolah jadi camilan dan jadi teman nongkrong sambil ngopi," kata Artati saat mengapresiasi produk tersebut.

 

Melalui kontes "Masterclass: Ikan vs Kopi", Artati berharap masyarakat semakin familiar dengan aneka camilan dan olahan produk perikanan. "Kalau kita kenal dan mencoba rasanya, kita pasti bangga bahwa UMKM bisa bikin produk yang unik, inovatif dan enak," tutupnya.

 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan di Aceh bersamaan dengan pengumuman pemenang terbaik "Masterclass: Ikan vs Kopi", mampu meningkatkan kontribusi UMKM sektor kelautan dan perikanan terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional. Dia memastikan KKP akan terus mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas melalui promosi dan digitalisasi pemasaran guna meningkatkan produksi dan omzet penjualan.

 

HUMAS DITJEN PDSPKP

Admin3   25 September 2021   Dilihat : 282



Artikel Terkait: