Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
KKP Terus Tumbuhkan Wirausaha Baru Kelautan dan Perikanan yang Berdaya Saing

JAKARTA (18/9) - Setelah sukses memunculkan 100 wirausahawan baru di bidang pengolah perikanan di tahun 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) kembali menggelar bimbingan teknis  bertajuk "Penumbuhan Wirausaha Baru Pengolahan Hasil Kelautan dan Perikanan”.

 

Kali ini, sebanyak 200 peserta dari 20 Provinsi se-Indonesia, digembleng sejumlah bimbingan  meliputi pengolahan produk, pengenalan kemasan produk dan desain promosi, strategi bisnis online dari rumah, pengenalan perizinan usaha NIB dan IUMK hingga motivasi wirausaha.

 

"Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi KKP dalam mendukung penumbuhan wirausaha nasional sebagai salah satu major project dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah," kata Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti saat menutup kegiatan tersebut, Jumat (17/9/2021).

 

Sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024, melalui kegiatan Investasi dan Keberlanjutan Usaha Hasil Kelautan dan Perikanan, Artati menyebut adanya sasaran kegiatan berupa penumbuhan wirausaha kelautan dan perikanan dengan indikator output yaitu jumlah wirausaha hasil kelautan dan perikanan yang ditumbuhkan. Dalam Renstra tersebut target kumulatif jumlah wirausaha yang diemban oleh KKP hingga tahun 2024 sebanyak 1.000 wirausaha.

"Saya berharap agar Bapak/Ibu/Saudara sekalian dapat tumbuh menjadi wirausaha yang mapan dan mandiri dalam rangka mendukung pencapaian target dimaksud," sambungnya.

 

Senada, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto memaparkan para peserta dibimbing selama  3 bulan (Juni–Agustus 2021) melalui sistem daring dibawah pendampingan GoUKM training center. Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi menjadi 2 kelompok yaitu batch 1 dan batch 2.

 

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap peserta, terdapat 116 (58%) yang telah memiliki usaha, sedangkan sisanya 84 peserta (42%) masih proses belajar menjalankan usaha. Diantara 116 peserta yang telah memiliki usaha tersebut, 42% merupakan wirausaha baru, 58% berencana ekspansi bisnis ke pengolahan ikan dan laut serta 7 peserta yang tidak hanya menjadi wirausaha, namun juga sudah menjadi trainer atau pengisi materi di daerahnya masing-masing.

 

"Kami berharap para peserta dapat menjadi wirausaha yang tangguh, kreatif, inovatif, dan berdaya saing serta mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah masing-masing," urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Program Development GoUKM Training Center, Savira Dewi melaporkan telah memilih peserta terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan kehadiran, keaktifan, dan hasil praktik yang sudah diberi nilai oleh tim dan trainer dari GoUKM training center.

 

Mereka adalah peserta terbaik 1 batch 1: Emila Agustina  disusul  terbaik  2: Ria Mariana, dan peserta terbaik 3 : Dian Diapari serta  peserta favorit : Eko dan Fauria. Sedangkan dari batch 2 peserta terbaik 1 : Nyayu Maryati, terbaik 2: Lela Andriyanti, peserta terbaik 3 : Retni Marliana, dan peserta favorit: Irene dan Titi.

 

"Peserta terfavorit memiliki nilai unggul dari segi keaktifan, komitmen, dan merupakan peserta yang paling cepat dalam mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan," terang Vira.

 

Sementara Retni Marliana, peserta dari Pandeglang, Banten mengaku mendapat banyak ilmu dan informasi dari bimbingan teknis  selama  2 bulan ini. Dia pun termotivasi untuk sukses dari olahan ikan dan menilai pandemi  Covid-19 bukan menjadi halangan untuk merintis bisnis.

 

"Saya pribadi merasa ada perubahan kenaikan omzet yang signifikan dan usaha saya sedikit demi sedikit mulai berkembang setelah mengikuti kegiatan ini," kata Retni.

 

Sebelumnya, pada acara Gerakan Nasional Banggga Buatan Indonesia di Aceh, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan keberpihakannya terhadap UMKM. Melalui Gernas BBI, Menteri Trenggono memastikan Pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas UMKM dalam promosi dan pemasaran produknya melalui e-commerce, serta berperan mendorong peningkatan permintaan masyarakat.

 

"Sebagaimana yang telah disampaikan Bapak Presiden pada Sidang Paripurna DPR RI tanggal 16 Agustus 2021 lalu, ada tiga strategi besar untuk pemulihan ekonomi nasional, yaitu: digitalisasi UMKM, hilirisasi industri, dan ekonomi hijau atau ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan," terang Menteri Trenggono.

 

 

 

Admin3   18 September 2021   Dilihat : 313



Artikel Terkait: