Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Danau Toba Menjadi Destinasi Wisata Prioritas, KKP Dorong Perkembangan UKM Perikanan di Kabupaten Toba Samosir

Fokus pemerintah dalam menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas dapat menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk membuka usaha baru di bidang pengolahan perikanan. Untuk itu, Tim Ditjen PDSPKP dalam hal ini Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu turut berpartisipasi menyelenggarakan klinik mutu perikanan dalam acara kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan dalam kegiatan Karnaval Pesona Danau Toba ke-4 di Pantai Pasir Putih Parparean, Balige, Toba Samosir pada 14-15 September 2019.

 

“Saat sektor pariwisata Danau Toba berkembang, kami berharap sektor Perikanannya pun berkembang. Masyarakat Sumatera Utara (Batak) sudah familiar dan menjadi budaya untuk makan ikan” Ucap Darwin Siagian, Bupati Kab. Toba Samosir. Selain Bupati, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. “Ikan sangat penting untuk perkembangan otak kita. Hal tersebut berarti sangat penting, karena dengan otak yang cerdas kita dapat membangun masa depan kita yg lebih baik” tutur MKP dalam sambutannya.

 

Danau Toba dikelilingi oleh 7 (tujuh) Kabupaten/Kota dengan potensi perikanan yang sangat besar terutama bagi perikanan budidaya. Jenis ikan yang ada dikawasan Danau Toba diantaranya Ikan Pora-Pora, Ikan Batak, Ikan Mujair dan jenis ikan lain. Hal ini harusnya dapat mendorong pengembangan usaha pengolahan perikanan di Kab. Toba Samosir. Olahan yang dihasilkan dapat menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung mengingat di Kab. Toba Samosir berdekatan dengan bandara utama ke Danau Toba, yakni Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII atau Bandara Silangit.

 

Saat acara, banyak pelaku UKM yang melakukan konsultasi terkait hal tersebut di booth Klinik Mutu Perikanan, seperti potensi yang dapat dikembangkan serta keterlibatan pemerintah dalam mendukung hal tersebut. Salah satu olahan khas dari ikan yang dapat dikembangkan adalah Arsik. Arsik ikan mas sudah dikenal sebagai kuliner khas kawasan Toba Samosir. Ikan mas yang biasanya tidak dibuang sisiknya, melainkan langsung dilumuri bumbu kuning dengan bahan khas asal Sumatera Utara seperti andaliman ini sudah banyak digemari oleh wisatawan. Hal ini dapat dikembangkan melalui pembinaan diversifikasi produk tanpa mengurangi unsur budaya yang melekat pada kuliner Arsik, juga penerapan kelayakan dasar yang fokus pada sanitasi dan higienis produk olahan hasil perikanan, teknik pengemasan serta hal-hal lain yang dapat mendukung peluang pasar baru bagi wisatawan.

 

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Agus Suherman, menuturkan bahwa KKP sudah berkomitmen dalam meningkatkan daya saing produk olahan hasil perikanan sehingga dapat mendorong ekonomi masyarakat terutama bagi UKM bidang perikanan. Bentuk komitmen KKP dalam hal tersebut adalah dengan melakukan pembinaan agar dapat mendorong perkembangan UKM perikanan di Indonesia. Melalui Pembina Mutu, KKP sudah melakukan pembinaan kepada UPI skala mikro dan kecil. Tak hanya itu, KKP melalui penyuluh perikanan biasanya memiliki kelompok-kelompok binaan di wilayah kerjanya.

 

Selain itu, KKP juga banyak memberikan bantuan yang khusus diberikan kepada UKM. Tahun 2019, KKP memberikan bantuan 300 unit chest freezer kepada pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas UKM. Selain itu, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), KKP juga mendorong rehabilitasi / bedah bangunan pada unit pengolahan ikan skala mikro dan kecil.

djpds1   16 September 2019   Dilihat : 75



Artikel Terkait: