Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR TATELU
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
Kilas Berita  
BPBAT TATELU KEMBANGKAN BUDIDAYA CACING SUTERA SISTEM APARTEMEN

 Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu sedang mengembangkan teknologi budidaya cacing sutera dengan sistem apartemen. Kegiatan tersebut dilakukan mengingat kebutuhan pakan alami yang sangat tinggi pada kegiatan pembenihan ikan. Mengingat hal tersebut, maka perlu adanya siasat penggunaan pakan alami yang dapat dibudidayakan serta diproduksi secara massal dan mandiri oleh para pembudidaya ikan.

Disampaikan oleh Koordinator Pakan Alami dan Bioflok BPBAT Tatelu, Francis Wowor dalam penjelasannya pada Senin (10/2) mengatakan bahwa potensi cacing sutera ataupun cacing rambut yang merupakan pakan hidup bagi ikan sangat memungkinkan dikembangkan guna mendukung kebutuhkan pakan alami pada kegiatan pembenihan ikan. Habitat yang menjadi kesukaan cacing tubifex tumbuh yakni pada tempat atau perairan yang menjadi tempat masuknya air dan media berlumpur dengan tekstur halus. BPBAT tatelu saat ini masih menggunakan metode budidaya yang lama yakni menggunakan media bak beton dengan sistem air mengalir.

 Lebih lanjut, Francis mengatakan bahwa dalam masa pemeliharaan pada bak beton ini yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan air dan pengelolaan pakan waktu pemberian pakan dimulai setelah penebaran starter cacing sutera yang ditandai dengan cacing sutera mulai kelihatan dipermukaan substrat. Untuk pembuatan media hidup budidaya cacing sutera adalah campuran lumpur 50 kg; pupuk 25 kg; 12.5 kg bekatul atau dengan dosis 2:1:0,5 dengan tinggi media kurang lebih 10-15 cm. Semua bahan ini dicampur secara merata pada bak yang telah  disiapkan. Pakan yang diberikan adalah ampas tahu setiap 3 hari sekali sudah berlangsung sekitar 3-4 minggu, cacing sutera sudah bisa di panen, namun tidak secara total sehingga sebagian  tetap dipelihara dan dapat dipanen setiap 2 hari sekali, dan setiap selesai dipanen langsung di beri pakan atau ampas tahu kemudian diaduk agar pertumbuhan cacing sutera terjadi secara merata. Sebagai gambaran saat ini BPBAT Tatelu mampu memproduksi cacing sutera dengan jumlah produksi yang dihasilkan selama kurun waktu tahun 2019 sebanyak ± 481,4 kg.

Melihat dari adanya peluang untuk mengembangkan budidaya cacing sutera dan mengingat adanya program desiminasi teknologi percontohan budidaya cacing sutera di BPBAT Tatelu pada tahun anggaran 2020 ini sebanyak 6 paket, maka Tim Pakan Alami dan Bioflok BPBAT Tatelu melakukan sebuah inovasi teknologi budidaya cacing sutera dengan sistem apartemen. Mengutip keterangan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, sistem apartemen merupakan desain wadah budidaya cacing sutera yang tersusun secara vertikal dan menggunakan aliran air dengan sistem resirkulasi. Keuntungan budidaya sistem apartemen antara lain (1) Efisiensi lahan, (2) Mengurangi penetrasi cahaya matahari secara langsung, (3) Lebih terkontrol, dan (4) Tidak tergantung musim. Sampai saat ini, Tim Pakan Alami dan Bioflok BPBAT Tatelu telah menyelesaikan media apartemen untuk uji coba budidaya cacing sutera dan akan segera dilakukan tahap persiapan media dan kultur cacing pada media sistem apartemen.

Diharapkan, uji coba ini dapat diselesaikan secepatnya dan nantinya dapat diaplikatifkan pada penerima-penerima bantuan desiminasi teknologi percontohan budidaya cacing sutera yang rencananya akan mulai disalurkan pada pertengahan tahun 2020 ke wilayah kerja BPBAT Tatelu yaitu Indonesia Bagian Timur. Sebagai gambaran kondisi saat ini di BPBAT Tatelu masih terus melakukan budidaya cacing sutera dengan bak beton sistem air  mengalir dan hasil produksinya intens digunakan untuk kegiatan pemberian pakan pada benih-benih ikan yang diproduksi di BPBAT Tatelu. Kebutuhan akan cacing sutera di BPBAT Tatelu sendiri sangat tinggi mengingat target produksi benih ikan yang juga meningkat sejalan dengan permintaan akan benih ikan yang semakin melonjak.

BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR TATELU   11 Februari 2020   Dilihat : 1671



Artikel Terkait: