Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR TATELU
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
Kilas Berita  
Perkembangan Teknologi Bioflok di Ujung Pulau Sulawesi

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu yang merupakan salah satu unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya pada tahun 2019 melakukan kegiatan penyaluran bantuan Bioflok di 6 Provinsi, 13 kabupaten/Kota dengan jumlah paket 40.

Teknologi budidaya ikan sistem bioflok dikenal sebagai salah satu teknologi yang ramah lingkungan yang dalam artian luas tidak menimbulkan bahan cemaran yang berbahaya bagi lingkungan. Teknologi ini didasarkan pada konversi nitrogen anorganik terutama amoniak oleh bakteri heterotroph menjadi biomassa mikroba yang kemudian dapat dikonsumsi oleh organisme budidaya.

Selain itu, bioflok juga dapat menyediakan pakan tambahan berprotein karena bioflok dilakukan dengan menambahkan sumber karbon organik ke dalam media budidaya untuk merangsang pertumbuhan bakteri dan dapat meningkatkan rasio kebutuhan karbon untuk pertumbuhan pakan alami. Budidaya sistem bioflok juga dapat memperbaiki kualitas air budidaya ikan. Perbaikan kualitas air media pemeliharaan ini diharapkan dapat menunjang kelulushidupan dari ikan yang dibudidayakan. Diketahui bahwa salah satu poin dalam mempertahankan kelulushidupan ikan adalah dengan menjaga kualitas air media pemeliharaan dengan baik.

Lebih lanjut disebutkan  tujuan dari kegiatan bantuan pemerintah budidaya ikan lele dan/atau nila sistem bioflok tahun 2019 adalah untuk mengenalkan budidaya ikan lele dan ikan nila sistem bioflok kepada masyarakat, meningkatkan produksi ikan lele dan ikan nila melalui usaha pembudidayaan ikan lele dan ikan nila sistem bioflok, mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan penerima bantuan pemerintah; dan mendorong peningkatan kemampuan usaha penerima bantuan.

Salah satu penerima bantuan bioflok TA 2019 dari BPBAT Tatelu adalah Pokdakan Harapan Mina Bersama di kabupaten Bonebolango provinsi Gorontalo dengan jumlah paket yang diterima sebanyak 1 paket komoditas ikan Nila dan 1 paket komoditas ikan Lele. Dimana dari hasil kegiatan budidaya ikan nila dan lele system bioflok yang dilakukan oleh pokdakan Harapan Mina Bersama memberikan dampak positif bagi anggota pokdakan berupa tambahan pendapatan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan informasi dari anggota pokdakan diketahui hasil panen parsial ikan lele yang dilakukan pada bulan desember 2019 diperoleh sebanyak 139 kg dan pada awal January sebanyak 498 kg, serta hasil panen ikan nila pada awal January sebanyak 178 kg yang mana hasil panen tersebut dipasarkan ke wilayah Provinsi Gorontalo Khususnya Kabupaten Bonebolango dan sekitarnya.Rencananya kegiatan pemasaran ini akan diperluas lagi ke wilayah provinsi Sulawesi utara.

Telah terlihat dengan adanya penerapan teknologi Budidaya ikan system Bioflok ini dapat memberikan keuntungan berlebih baik secara financial maupun kelestarian lingkungan.

BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR TATELU   14 Januari 2020   Dilihat : 535



Artikel Terkait: