Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
Kilas Berita  
KKP GAET FAO TINGKATKAN PENGGUNAAN PAKAN IKAN MANDIRI

JAKARTA (8/6) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mendukung penuh program pengembangan pakan ikan mandiri, salah satunya melalui lokakarya dengan tema Support to Upscaling and Adoption of Innovations and Good Practices for Sustainable Intensification and Expansion of Aquaculture in Asia bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO).

 

“Lokakarya ini merupakan kolaborasi KKP-FAO, dan kita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para produsen pakan skala kecil dan pemangku kepentingan bisa mengadopsi inovasi pembuatan dan pengelolaan pakan yang sesuai standar Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB), ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu melalui siaran pers pada Rabu, (8/6).

 

Menurut Tebe, sapaan akrab dari Tb Haeru Rahayu, kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan secara signifikan dengan penggunaan formulasi pakan yang tepat dan mengurangi ketergantungan terhadap pakan impor.

 

Tebe menjelaskan, kerja sama KKP-FAO tersebut masuk dalam skema proyek TCP/RAS/3808 Support to Upscaling and Adoption of Innovations and Good Practices for Sustainable Intensification and Expansion of Aquaculture in Asia. Kerja sama tersebut bertujuan untuk membantu produsen pakan ikan skala kecil dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas dan pengelolaan dalam pembuatan pakan ikan. “Pengelolaan pakan ikan yang lebih efektif dan efisien dapat memenuhi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan (SJMKHP) melalui penerapan prinsip-prinsip CPPIB” jelasnya.

 

“Pengelolaan pakan ikan merupakan bagian dari pengendalian SJMKHP. Bahaya keamanan pangan dapat terjadi pada setiap tahapan rantai pangan, salah satunya karena tambahan atau kontaminasi dari hazard pangan dalam pembuatan pakan ikan. Dengan cara menerapkan prinsip-prinsip CPPIB, diharapkan pakan yang diproduksi oleh produsen skala kecil dapat terjamin mutunya dan aman untuk diedarkan”, katanya.

 

Tebe mengatakan durasi kegiatan proyek TCP/RAS/3808 dimulai pada 2022 hingga 2023, dan merupakan kegiatan lanjutan proyek TCP/INS/3603 yang telah selesai pada 2017 di Kabupaten Banyuasin. Pemilihan Kabupaten Banyuasin sebagai lokasi proyek TCP/RAS/3808 tahun ini, selain untuk melanjutkan proyek sebelumnya, juga karena Kabupaten Banyuasin adalah lokasi kampung budidaya patin yang masuk dalam salah satu lokasi program Kampung Perikanan Budidaya yang telah ditetapkan sebagai lokasi program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya (KPB).

 

“Lokakarya ini sangat penting dilakukan untuk memberikan informasi terkait dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada proyek kali ini, serta menampung masukan dari semua pihak terkait dengan penetapan produsen pakan ikan skala kecil yang akan dijadikan sebagai lokasi kegiatan farm demonstration”, pungkasnya.

 

Dengan kegiatan tersebut, pihaknya juga berharap dapat memperkuat kolaborasi antar stakeholder untuk membuat jejaring pakan mandiri nasional, terutama dalam merancang dan membangun sistem logistik pakan mandiri di berbagai daerah, sehingga ada jaminan supply chain yang efisien.

 

Sementara itu, perwakilan FAO Indonesia, Ageng Heriyanto menyampaikan secara umum Lokakarya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas negara mitra dalam mentransformasikan perikanan budidaya menuju sistem yang lebih berkelanjutan guna mendorong investasi pada sektor ini di masa mendatang. “Khususnya, untuk menyebarluaskan dan mempromosikan adopsi inovasi dan praktik-praktik perikanan budidaya terkait prioritas utama program pada negara mitra’, katanya.

djpb1   08 Juni 2022   Dilihat : 218



Artikel Terkait: