Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Riset Model Pembiayaan Usaha Perikanan Indramayu

Tim Peneliti BBRSEKP melakukan verifikasi data dan diskusi terkait model pembiayaan usaha perikanan di Indramayu

 

SOSEK NEWS, INDRAMAYU. Tim Peneliti Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) terdiri dari Budi Wardono, Hakim Miftakhul Huda, Retno Widihastuti, Dedi Prayitno dan Jamal Saputra melakukan kunjungan dinas ke Kabupaten Indramayu dalam rangka riset model pembiayaan usaha perikanan untuk mengkaji model pembiayaan usaha perikanan di Kabupaten Indramayu. Berbagai sumber permodalan pelaku usaha perikanan di Indramayu selain dari modal sendiri dan keluarga adalah dari pedagang/tengkulak, koperasi, perbankan, Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), dan beberapa sumber permodalan informal.

 

LPMUKP didirikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dapat meningkatkan akses permodalan masyarakat kelautan dan perikanan. LPMUKP dibentuk pada tanggal 20 September 2009 melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.20/MEN/2009.  Visi BLU LPMUKP adalah menjadi lembaga pengelola modal usaha produktif yang professional mudah diakses oleh pelaku usaha perikanan dengan syarat mudah dan bunga murah, akuntabel dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.

 

BLU LPMUKP sebagai salah satu penyedia modal untuk usaha kelautan dan perikanan hingga sampai dengan tahun 2018 telah mencairkan/menyalurkan pinjaman permodalan usaha KP senilai 12,7 milyar rupiah di Indramayu dengan penerima manfaat sebanyak 435 orang yang bergerak dalam usaha kelautan dan perikanan. Dalam kunjungan ini tim BBRSEKP juga melakukan koordinasi dengan Kepala Seksi Bina Usaha Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu terkait dengan kegiatan verifikasi data dan rencana Forum Group Discussion (FGD) guna melakukan perumusan model pembiayaan usaha kelautan dan perikanan khususnya di wilayah Kab. Indramayu.

 

Pada FGD mendiskusikan potensi usaha kelautan dan perikanan di Indramayu baik pada usaha perikanan tangkap, budidaya, maupun pengolahan perikanan. Usaha kelautan dan perikanan di Indramayu dalam hal permodalan masih menggantungkan pada penyedia modal informal seperti tengkulak. Kurangnya informasi, keterbatasan aset, serta persepsi lembaga penyedia permodalan formal yang kurang baik terhadap usaha perikanan menyebabkan akses permodalan pelaku usaha perikanan masih rendah.

 

Menurut Romaenun selaku pendamping lapang LPMUKP di Indramayu mengatakan bahwa tantangan dalam penyaluran permodalan usaha di Indramayu diantaranya adalah pengetahuan pelaku usaha perikanan dan pengelolaan keuangan yang masih sangat minim sehingga hal ini diperlukan penguatan literasi keuangan.

 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu Abdul Rosyid Hakim mengatakan “potensi pengembangan usaha perikanan di Indramayu cukup besar”.

 

Abdul Rosyid Hakim juga menambahkan bahwa di Indramayu terdapat 4 pilar yang diperhatikan dalam pengembangan perikanan yaitu 1. SDM; 2. Suprastruktur dan infrastruktur, sumberdaya buatan yang mendukung; 3. Permodalan (baik dari LPMUKP, Swadana, Bank, Bantuan pemerintah, dll); 4. Pasar.

 

“Terkait dengan permodalan, diharapkan model pembiayaan pada usaha perikanan dapat dilakukan seperti pada pembiayaan kendaraan bermotor yang relatif mudah cara mengaksesnya. Selain itu agar modal usaha pinjaman yang diperoleh dapat dioptimalkan untuk mengembangkan usaha maka perlu diberikan pilihan kejelasan peruntukan kredit pembiayaannya sehingga modal pembiayaan yang diperoleh dapat digunakan secara optimal untuk pengembangan usaha pelaku usaha perikanan” ujar Abdul Rosyid Hakim.

 

Program ini merupakan suatu usaha untuk mengimplementasikan nawacita yang dituangkan dalam visi dan misi KKP untuk mewujudkan kemandirian pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, serta kesejahteraan dengan misi pemberdayaan, daya saing, kemandirian dan keberlanjutan usaha. Targetnya kejayaan kelautan dan perikanan Indonesia dapat terwujud. (Yoga)

 

Editor: Hakim Miftakhul Huda



Gambar 1. Pelaksanaan FGD di Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Indramayu

Gambar 2. Verifikasi data lapang di Losarang



Edwin Yulia Setyawan   05 November 2018   Dilihat : 1073



Artikel Terkait: