Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
BBRSEKP Gelar Workshop Telaah Model Integrasi Ekonomi di 4 Pulau Perbatasan

BBRSEKP, JAKARTA (17/02/2021). Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) menggelar Workshop Telaah Model Integrasi Ekonomi di 4 Pulau Perbatasan untuk mendukung percepatan industrialisasi perikanan nasional di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Worskhop ini merupakan bagian dari kegiatan dari Riset Model Integrasi Pengembangan Ekonomi Inklusif di Pulau Kecil Perbatasan Berbasis Sumberdaya Kelautan dan Perikanan. Kegiatan riset ini merupakan salah satu dari Prioritas Riset Nasional (PRN) Bidang Sosial Humaniora, di bawah payung riset PRN III Ekonomi Inklusif. Pada pelaksanaannya, BBRSEKP berkolaborasi dengan LIPI, PKSPL IPB, DJPRL, serta FPIK Universitas Pasifik (UNIPAS) Morotai sebagai mitra.

Workshop diselenggarakan pada tanggal 17 Februari 2021 di Hotel Swissbell Kemayoran Jakarta, dan dibuka oleh Kepala BBRSEKP, Dr. Rudi Alex Wahyudin, yang sekaligus memberikan arahan. Ketua Tim Riset Achmad Zamroni, S.Pi., M.Sc., Ph.D menyampaikan pengantar dengan informasi tentang pelaksanaan riset, serta point-point yang menjadi bahan diskusi dalam workshop.



Workshop ini dilakukan untuk mereview model integrasi ekonomi dalam mendukung industrialisasi perikanan di pulau-pulau kecil terluar dengan perspektif ekonomi inklusif, mengupdate kondisi terkini kehidupan sosial, ekonomi, dan kelembagaan di 4 lokasi SKPT untuk merumuskan model pengembangan model integrasi ekonomi yang sudah dihasilkan menjadi model ekonomi inklusif.

Pada workshop ini dipaparkan hasil riset model riset integrasi ekonomi di SKPT Natuna (2017) oleh Dr, Budi Wardono, SKPT Morotai (2017) oleh Dr. Siti Hajar Suryawati, SKPT Sumba Timur (2018) oleh Risna Yusuf, M.Si, dan SKPT Nunukan (2018) oleh Rizki Aprilian Wijaya, M.T, serta updating perkembangan terkini dari SKPT Natuna, Nunukan, Morotai dan Sumba Timur yang disampaikan oleh masing-masing penanggungjawab SKPT.

Penanggungjawab SKPT Natuna (DJPT) menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi oleh SKPT Natuna yaitu jumlah kapal yang mendarat di SKPT Natuna masih terbatas dengan ukuran kapal <30GT, TPI PP Selat Lampa yang belum berjalan, industri UPI modern belum terbangun, status kelembagaan SKPT yang masih berproses menjadi UPT PP Pusat. Strategi yang dapat dilakukan untuk mempercepat industrialisasi perikanan di SKPT Natuna meliputi : mengundang investor, menghadirkan nelayan dari luar Natuna, menghadirkan kegiatan pelelangan ikan dan ekspor langsung, pemberdayaan nelayan Natuna, operasionalisasi kapal bantuan pemerintah, peningkatan kelembagaan KUB/koperasi nelayan, penguatan infrastuktur SKPT Natuna.



Penanggungjawab SKPT Sumba Timur (DJPB) menyampaikan beberapa program bantuan yang dilaksanakan di SKPT Sumba Timur yaitu bantuan sarana penangkapan 30 Kapal <5 GT, paket sarana penangkapan cumi dan cool box kepada 9 koperasi, paket sarana budidaya rumput laut, paket kebun bibit rumput laut, paket sarana budidaya air tawar, pembangunan sarana dan prasarana BBI Lewa Kec. Lewa Tidahu, pembangunan kawasan percontohan budidaya rumput laut Hamparan Woba, Kauudu, Pahnga Lodu. Berbagai program bantuan ini sebagai salah satu upaya untuk mempercepat industrialisasi perikanan di SKPT Sumba Timur.

Penanggungjawab SKPT Sebatik (DJPT) menyampaikan informasi terkini bahwa di SKPT Sebatik sudah terbangun fasilitas Trestel 7x750 M, causeway 7x250 m, jalan kawasan, drainase, kantor administrasi dan pelayanan terpadu, tempat pelelangan ikan/TPI, ICS, tempat perbaikan jaring nelayan, bangunan ice flake, fasilitas penunjang dan sarana pendukung.

Penanggungjawab SKPT Morotai menyampaikan bahwa saat ini di SKPT Morotai sudah terbangun fasilitas ICS dengan kapasitas 200 ton, SPDN, gasilitas tambat labuh, tangki air Fiber Reinforced Plastics, kios nelayan, tempat pelelangan ikan, sistem pengelolaan limbah cair, jalan kawasan dan ice flake machine. Selain itu, SKPT Morotai juga sudah dilengkapi dengan mobil berpendingin, truk pengangkut sampah, chest freezer dan cool box.

Kontributor : Titin Hasanah

 

Admin BBRSEKP   28 Februari 2021   Dilihat : 84



Artikel Terkait: