Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Kategori Berita: Seminar

WEBINAR BBRSEKP “MEMBANGUN LUMBUNG PERIKANAN SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN”

 

 

SOSEK NEWS, JAKARTA, 25 FEBRUARI 2021 - Untuk mendukung program Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (MLIN), Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) menyelenggarakan webinar dengan tema “Membangun Lumbung Perikanan sebagai Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan”. Webinar ini diikuti oleh 512 orang melalui aplikasi zoom webinar dan 45 orang peserta menyaksikannya melalui kanal youtube BBRSEKP Official.

 

Webinar ini diselenggarakan sebagai media untuk berdiskusi, berbagi data dan informasi mengenai Lumbung Ikan Nasional, serta menjaring informasi dari masyarakat sebagai bahan masukan dalam pembangunan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

 

Kepala BRSDMKP, Prof. Sjarief Widjaja, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah pusat maupun daerah berupaya untuk mewujudkan program Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

 


 

Untuk melihat potensi sumber daya alam di Maluku maupun Maluku Utara, KKP telah melakukan riset dan kajian terkait stok ikan beserta komoditasnya di tiga WPPNRI, yaitu 714, 715, dan 718. Berdasarkan data yang telah dihimpun, seharusnya dapat dibuat peta sebaran stok ikan, jumlah kapal ikan yang beroperasi, maupun tempat pendaratannya.

 

KKP sudah memiliki berbagai pengalaman dalam mengembangkan sentra-sentra perikanan, dimulai dari konsepsi minapolitan, konsepsi industrialisasi perikanan, dan konsepsi sentra kelautan dan perikanan terpadu untuk pulau-pulau terluar. Konsepsi tersebut adalah awal yang bisa dijadikan evaluasi untuk program Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.

 

Tahun 2023 ditargetkan seluruh pelabuhan sudah beroperasi maksimal, semua armada kapal sudah tersedia, hilirisasi sudah terhubung didukung oleh infrastruktur dan sumber daya manusia yang cukup untuk bisa melaksanakan semua program MLIN. Hal tersebut diperlukan sebuah roadmap, rencana aksi yang terstruktur hingga akhirnya semua lini bergerak dengan leading sektor KKP, dengan dukungan instansi terkait baik pusat dan daerah.

 

Dr. Abdul Haris Anwar (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku) dalam paparannya menyatakan bahwa Maluku dipilih sebagai Lumbung Ikan Nasional karena memenuhi beberapa kriteria, di antaranya potensi sumber daya ikan di Maluku lebih dari 20% dari potensi sumber daya ikan nasional, terdapat tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang berlokasi di perairan Maluku yaitu WPP 714, 715 dan 718 serta memberikan kontribusi terhadap produksi perikanan yang besar. Kebijakan ini direspon positif oleh semua pihak stakeholder, baik pemerintah, legislatif, akademisi, dan pelaku usaha.

 

 

Pembicara selanjutnya adalah Dr. Ir. Taryono, M.Si. (Dosen pada Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK, dan Magister Logistik Agro-Maritim Sekolah Pasca Sarjana, IPB University) yang membawakan paparan dengan judul "Tantangan dan Strategi Penerapan Sistem Logistik Ikan (SLIN) di Maluku".

 

Kegiatan webinar/seminar online ini juga menghadirkan narasumber dari internal BBRSEKP, yaitu Risna Yusuf, M.Si., dan Prof. Agus Heri Purnomo, Ph.D. Materi yang disampaikan Risna Yusuf, M.Si. berjudul "Model Transportasi dalam Implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) di Provinsi Maluku", sedangkan materi yang disampaikan Prof. Agus Heri Purnomo, Ph.D. berjudul "Kesiapan Lokal untuk Penerapan Program Lumbung Ikan Nasional di Maluku".

 

Keberhasilan pembangunan Maluku sebagai lumbung ikan nasional, tentunya tak akan lepas dari kerja sama lintas sektoral, pemerintah pusat maupun daerah. Harapannya, pembangunan MLIN dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku, Maluku Utara, maupun seluruh masyarakat Indonesia.

 

Kontributor: Sinta Nurwijayanti, M.A. dan Titin Hasanah, S.E. (Pranata Humas BBRSEKP)

 

 

Edwin Yulia Setyawan   26 Februari 2021   Dilihat : 63



Artikel Terkait: