Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Model Bisnis Usaha Pakan Ikan Mandiri Berbasis Masyarakat Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis: Budi Wardono, Rikrik Rahadian, Tajerin

 

ABSTRAK:

Program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) bertujuan mengurangi ketergantungan pakan ikan pabrikan melalui peningkatan pemanfaatan bahan baku lokal, yang diharapkan bisa menjadi model bisnis pengembangan pakan ikan di Indonesia. Tujuan penelitian menyusun model bisnis usaha pakan ikan mandiri berbasis masyarakat. Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari-Desember 2016, dengan lokasi penelitian di pabrik pakan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder terkait manajemen pabrik pakan mandiri di kedua lokasi. Analisis data eksisting pabrik pakan untuk mengetahui dan menggambarkan kinerja pabrik pakan saat ini. Analisis yang digunakan untuk menyusun model bisnis yang diperbaiki dengan pendekatan Bisnis Model Canvas/Business Model Canvas (BMC) dengan strategi blue ocean (blue ocean strategy). Analisis SWOT dengan pendekatan Blue Ocean menghasilkan strategi berdasarkan empat elemen yaitu: menghilangkan (eliminate); mengurangi (reduce); meningkatkan (raise) dan menciptakan (create). Pendalaman informasi dilakukan dengan cara Focus Group Discusion (FGD). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa usaha pabrik pakan ikan mandiri memiliki resiko dan ketidakpasatian yang menyebabkan usahanya kurang menarik bagi pelaku usaha. Model Bisnis pabrik pakan ikan mandiri yang ada sekarang belum dapat mencerminkan kinerja “yang baik”. Penyebab utamanya adalah tidak terpenuhinya kontinuitas usaha dan rendahnya produktifitas pabrik pakan ikan mandiri karena tidak terjaminnya ketersediaan bahan baku secara kontinyu. Model bisnis yang diperbaiki diharapkan mampu meningkatkan kinerja pabrik pakan. Perbaikan model ini dilakukan dengan strategi: menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya; menciptakan dan menangkap peluang baru dan memadukan keseluruhan sistem untuk mengejar diferensiasi dengan biaya murah. Penerapan Model Bisnis yang diperbaiki perlu disertai dengan perbaikan identifikasi yang lebih spesifik terkait dengan: karakteristik ekosistem usaha, SDM dan manajemen pengelolaan.

 

Full Paper selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut:

http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/view/6301

 

Admin BBRSEKP   09 Juli 2020   Dilihat : 548



Artikel Terkait: