Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

PUSAT RISET PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Pusat Riset Perikanan bekerja sama dengan Pusat Litbang Hutan, melalui Balai Litbang LHK melakukan Koodinasi dan Survey Lokasi Lahan gambut hasil Restorasi sebagai Lahan Budidaya

5 April 2019, Sepucuk, Kayu Agung, OKI Sumatera Selatan. Survey lokasi dalam rangka menindaklanjuti kegiatan sebelumnya terkait kolaborasi kegiatan riset antara perikanan dengan kehutanan. Menurut Kepala Bidang Riset Budidaya Perikanan, Agus Cahyadi, tujuan pelaksanaan survey ini adalah memfokuskan kegiatan di Wana Mina, dengan arah mengoptimalkan hasil restorasi.

Didaerah Sepucuk ,OKI Sumatera Selatan, Balai Litbang LHK, Puslitbang Hutan telah melakukan restorasi lahan gambut seluas 4 Hektar, dimana memberikan ruang budidaya perikanan yang dapat diisi dalam rangka sinergi kegiatan wana mina tani, sehingga kolaborasi kegiatan di bidang Perikanan dapat dilakukan dengan mengisi dalam proses optimalisasi hasil restorasi tersebut. Dukungan lain adalah kegiatan dari Pusat Unggulan Iptek dari masing-masing Satker dalam rangka menguatkan kegiatan unggulan dalam seketor kelembagaan, dan kegiatan dari perikanan mendukung dalam sektor teknis di bidang perikanan budidaya. Menurut peneliti dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor Adang Saputra dan Jojo Subagja, komoditas yang dapat dibudidayakan dilokasi hasil restorasi gambut tersebut antara lain; Gurame, Patin, Betok, dan Tambakan. Keempat komoditas tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu komoditas lokal dari alam bisa dijadikan nilai tambahan. Ditambahkan juga oleh Tri Heru P, bahwa kondisi alam hasil restorasi akan memiliki nilai lebih jika program Agrosilvofishery di lahan tersebut juga di isi dengan tanaman sayur sayuran, selain dapat dijual juga dapat dimanfaatkan juga sebagai pakan alami. Jojo Subagja, Pemeliharaan budidaya akan dilakukan dengan model sangkar (happa) dimana akan memudahkan saat pemeliharaan dan pemanenan. Peneliti Balai Litbang LHK, Tabroni menyampaikan bahwa, pematang caren akan ditanam sayur sayuran yang memeliki nilai jual sehingga akan menambah penghasilan pembudidaya. Selain itu dengan adanya budidaya perikanan di lahan gambut, diharapkan pemilik lahan yang selama ini tidak mengolah lahan mereka dapat beralih menjadi pembudidaya yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan ekonomi kehidupan masyarakat setempat.

Admin Pusris Perikanan   05 April 2019   Dilihat : 470



Artikel Terkait: