Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

PUSAT RISET PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Panen Padi dan Udang Windu Hasil kegiatan Minapadi Air Payau

Barru, 5 Mei 2019. Panen Udang Windu dan Padi kegiatan Inovasi Teknologi Adaptif Lokasi Perkanan (INTAN) Minapadi Air Payau dilakukan di Dusun Uring, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Acara ini merupakan lanjutan dari kegiatan Pusat Riset Perikanan tahun 2018, dibuka oleh oleh Plt. Kepala BRPBAP3 dan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Barru, Kepala BRSDM KP, kepela Pusat Riset Perikanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertaian Sulawesi Selatan, Kepala Subbidang Pendayagunaan Hasil Pertanian – Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Pertanian – Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, para pejabat structural lainnya, para peneliti lingkup BRSDM KP dan rombongan. Banyaknya dukungan dari semua pihak merupakan bentuk sinergitas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Menurut bupati Barru, permasalahan di daerah Sulawesi Selatan ini yang biasanya muncul adalah lokasi tambak yang berdekatan dengan sawah, sehingga banyak terjadi kegagalan pada sawah tersebut. Minapadi air tawar sudah lama dilakukan, tetapi minapadi salin ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa dan bisa menjadi solusi teknologi bukan hanya untuk kawasan Barru tetapi untuk wilayah lainnya yang memiliki masalah yang sama. Keberhasilan di Barru diharapkan dapat diikuti oleh daerah lain sehingga teknologi tersebut benar benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kepala Bidang Riset Perikanan Budidaya – Pusat Riset Perikanan. Menjelaskan bahwa Riset Teknologi Budidaya Minapadi Air Payau merupakan integrasi teknologi budidaya udang windu dengan padi varietas toleran salin untuk memanfaatkan potensi lahan idle yang disebabkan oleh intrusi air laut. Kegiatan riset ini diinisiasi oleh Pusat Riset Perikanan pada tahun 2018 melalui sinergitas riset antara Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) - Kementerian Pertanian. Tokolan udang windu yang digunakan adalah hasil riset perakitan strain udang windu unggul BRPBAP3, sedangkan varietas padi toleran salin yang digunakan adalah INPARI 34 dan 35 yang merupakan hasil riset perakitan varietas BBPadi.

Admin Pusris Perikanan   05 Mei 2019   Dilihat : 1040



Artikel Terkait: