Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

POLITEKNIK KP KARAWANG
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  

PROGRAM STUDI TEKNIK KELAUTAN


PROFIL PRODI

Berkaca pada peta okupasi bidang kelautan tahun 2020 yang merupakan terbitan bersama antara Kementerian Tenaga Kerja, KADIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BAPPENAS, dan BNSP, arah okupasi bidang kelautan telah terpetakan secara sistematika mulai dari KKNI level I hingga IX. KKNI di level Diploma 3 (D3) yaitu KKNI level V. Peta Okupasi di level D3 tersebut terbagi ke dalam 12 area fungsi mayor dan 32 okupasi. Mayoritas area okupasi ada dalam kelompok area fungsi perencanaan ruang laut dan pengelolaan kawasan konservasi. Kelompok lainnya yang perlu menjadi perhatian adalah bidang selam ilmiah yang satu frekuensi dengan fungsi pengelolaan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). Juga terdapat beberapa area fungsi yang dapat dikelompokkan menjadi area restorasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, yaitu fungsi Restorasi dan Rehabilitasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil, area fungsi Reklamasi, dan area Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim.

 

Visi dan Misi PRODI

Visi      : Menjadi program studi yang mampu menyiapkan tenaga tekniks terdidik dan terampil, adaptif serta siap kerja di bidang Teknik Kelautan dan pekerjaan bawah laut pada Tahun 2025”

Misi     :

  • Menyelanggarakan pendidikan tinggi vokasi bermutu di bidang Teknik Kelautan dan menyiapkan lulusan yang professional, adaptif dan berdaya saing tinggi dunia usaha dan industri dalam rangka pengembangan dunia pendidikan vokasi bidang Teknik Kelautan
  • Menyelenggarakan penelitian terapan bidang Teknik Kelautan yang inovatif dan tepat guna untuk dapat diterapkan di masyarakat
  • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka implementasi terapan dan keilmuan dan kepakaran dosen untuk pemberdayaan masyarakat, melakukan kerjasama dengan dunia usaha dalam rangka pengembangan dunia pendidikan vokasi dibidang Teknik Kelautan.

 

KOMPETENSI LULUSAN

 

NO

PROFIL

LULUSAN

DESKRIPSI

DASAR ACUAN

A

Ahli Madya Teknik Kelautan

Taruna berketerampilan praktis dan memiliki bekal akademis yang cukup untuk mendukung aktivitas ilmiah kelautan

  1. SKK No. 190 Th. 2005
  2. SKK No. 191 Th. 2005

B

Konservator pesisir dan laut

Taruna yang menguasai kerja teknis bidang  rehabilitasi, ekstraksi, dan pengelolaan sumberdaya & pesisir dan laut

  1. SKK No. 249 Th. 2008
  2. SKK No. 422 Th. 2014

C

Enumerator dan Surveyor Kelautan

Taruna yang mampu melakukan pemantauan, pengukuran, serta olah data parameter fisika-kimiawi-biologi, serta spasial kawasan perairan pesisir & laut

  1. SKK No. 638 Th. 2016
  2. SKK No. 331 Th. 2013

D

Pekerjaan bawah air

Penyelam yang menguasai teknis monitoring, inspeksi, dan pendukung kegiatan saintifik, serta pemanfaatan potensi sumberdaya metocean

  1. SKK No. 331 Th. 2013
  2. SKK No. 170 Th. 2007
  3. SKK No. 249 Th. 2008

E

Teknisi dan mekanik sistem otomasi kelautan

Taruna yang terampil dalam melakukan maintenance dan modifikasi peralatan dan perlengkapan teknologi kelautan

  1. SKK No. 170 Th. 2007
  2. SKK No. 107 Th. 2008

 

 

PROSPEK LULUSAN 

 

Keahlian lulusan program studi Teknik Kelautan tentu sangat dibutuhkan oleh banyak industri yang memiliki relevansi tinggi dengan laut. Berdasarkan kompetensi yang dimilikinya, lapangan pekerjaan yang bisa digeluti oleh ahli madya teknik kelautan di antaranya adalah :

  • Konservator kawasan pesisir dan juga lingkungan laut;
  • Surveyor dan enumerator ekosistem pesisir dan laut;
  • Restorasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir;
  • Reklamasi;
  • Pengendalian masalah pada lingkungan laut dari kegiatan eksploitasi minyak bumi dan mineral;
  • Tenaga teknis underwater working (selam saintifik, selam inspeksi, fotografi/videografi bawah air)
  • Industri rancang-bangun bangunan pantai meliputi perlindungan abrasi pantai oleh gelombang laut, sirkulasi air dalam, reklamasi, pembangkit listrik tenaga gelombang, pembangkit listrik tenaga pasang surut, dan lain sebagainya;
  • Industri rancang-bangun infrastruktur bagi eksplorasi dan juga eksploitasi minyak bumi dan mineral lepas pantai;
  • Industri rancang-bangun infrastruktur tranportasi laut seperti pelabuhan, jembatan laut, pengerukan, dan yang lainnya;
  • Teknisi instrumentasi/akustik kelautan
  • Industri rancang-bangun bangunan lepas pantai;
  • Manajemen galangan;
  • Tenaga teknis marine energi plant;
  • Pekerjaan bawah air yang berhubungan dengan eksplorasi dan juga eksploitasi minyak bumi;;
  • Bidang kerja teknik kelautan lainnya baik dalam lingkup penelitian, pendidikan, dan juga pemerintahan. 

 

Sektor pemerintahan juga mengakomodir kebutuhan Sumber Daya Manusia di bidang kelautan. Kebutuhan tersebut terpetakan secara jelas melalui diterbitkannya okupasi Bidang Kelautan tahun 2020. Peta Okupasi sektor Kelautan pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan dokumen resmi yang disusun secara kolektif oleh para pemangku kepentingan sebagai pedoman dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia perikanan. Pemangku kepentingan dimaksud adalah asosiasi industri, asosiasi profesi, assosiasi usaha, pendidkan dan pelatihan, penyelenggara sertifikasi kompetensi sumber daya manusia dan lembaga-lembaga sektor kelautan dan perikanan terkait lainnya.

Struktur peta okupasi bidang kelautan yang secara resmi diterbitkan pemerintah tersebut melingkupi jenjang jabatan yang dapat dikelompokkan ke dalam 12 kategori area mayor, yaitu Reklamasi, Pugar, Pemanfaatan air laut, Penyelaman ilmiah, Jasa kelautan, BMKT, Pengelolaan KKHL/KKJI, Perencanaan ruang laut, Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim, Masyarakat Hukum Adat, Restorasi dan Rehabilitasi di WP3K, Pengelolaan PPK/T yang instansi teknisnya berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun lingkup kompetensi yang dikuasai juga tidak menutup kemungkinan untuk lulusan dapat bekerja di instansi lainnya, seperti :

  • Kementerian Perindustrian;
  • Kementerian Pariwisata;
  • Dinas Kelautan dan Perikanan;
  • BAPENAS/BAPEDA;
  • Ditjen Migas;
  • Militer dan Kepolisian (TNI-AL, POLAIRUD);
  • BPPT;
  • BMKG;
  • dan institusi lainnya.

 

PROFIL DOSEN

 

         
   

Roni Sewiko, S.Pi., M.Si

Herlina Adelina M.U.S, S.Pi., M.Si

 
    Ketua Program Studi   Sekretaris Program Studi    
             
         
  Dr. Ir. Anthon Anthonny Djari, MS   Ir. Roberto Patar Pasaribu, DESS   Ir. Aris Kabul Pranoto, M.Si  
             
             
     Abdul Rahman, A.Pi., M.Si    Amdani, S.St.Pi., M.Si    
             
             
             

 

INFORMASI :

SERTIFIKASI BASIC REMOTE PILOT 4-6 JULI 2022