Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Penyelenggaraan Diklat Pembimbingan Habituasi dan Aktualisasi CPNS Bagi Calon Mentor

 

 

Jakarta - Sebanyak 134 peserta mengikuti Diklat Pembimbingan Habituasi dan Aktualiasi bagi Calon Mentor pada Senin (11/3). Diklat ini dilaksanakan sebagai persiapan Diklat Dasar (Latsar) CPNS KKP yang akan mulai dilaksanakan pada 18 Maret 2019 dimana CPNS pada masa Latsar akan menempuh agenda habituasi dan aktualisasi yang akan dibimbing oleh seorang mentor. Oleh karena itu persiapan mentor dalam membimbing CPNS perlu dilakukan.

 

Dalam diklat ini, diperkenalkan istilah coaching dan mentoring. Coaching dan mentoring adalah bagian tugas pemimpin sebagai human developer. Pimpinan yang baik tidak hanya “getting the job done” atau task oriented, tetapi juga harus memiliki mindset sebagai pengembang manusia. Membantu pegawai untuk dapat menyelesaikan tugasnya dengan optimal sekaligus membantu orang tersebut secara pribadi untuk bisa mencapai “best self” atau menjadi yang terbaik dari dirinya. Kemampuan coaching dan mentoring perlu dimiliki oleh setiap mentor atau setiap individu yang ingin membantu pengembangan SDM  di organisasi, agar mampu memberdayakan, memotivasi dan mengajak kerjasama para bawahannya, mencapai tujuan bersama. Coaching dilakukan oleh coach (orang yang melakukan coaching) dengan cara menanyakan serangkaian pertanyaan dengan tujuan agar coachee (orang yang di coach) menemukan jawaban dari dalam dirinya. Di dalam coachingcoach tidak memberikan solusi bagi coachee, melainkan membimbing untuk menemukan solusi melalui penggalian dari dalam diri sendiri, sedangkan mentoring perlu dilakukan atasan untuk secara sistematis membantu pegawainya agar bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar antara lain dengan cara mendemonstrasikan, menerangkan dan mencontohkan.

 

Selain itu pada diklat ini peserta akan belajar teknik percakapan dan bertanya yang bisa membantu mengeluarkan potensi terbaik dari seseorang. Dengan proses dialog atau percakapan yang positif dan bersifat membangun akan membantu orang lain memecahkan persoalan dan punya kemampuan bertanya pada diri sendiri agar ia dapat berkembang mandiri. Sesi percakapan bersifat terbuka, interaksi mendorong suasananya yang koloboratif untuk mencapai tujuan meningkatkan performa dan mendorong bawahannya untuk maju. Dengan metode role play diantara sesama  peserta program, peserta juga akan merasakan manfaat dari teknik ini terhadap pengembangan dirinya sendiri secara pribadi. Agar mentor, coach dan penguji memahami tugas dan perannya dalam penyelenggaraan pelatihan ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka diperlukan Pedoman yang dapat dijadikan acuan atau standar dalam melaksanakan tugas dan perannya. (IKM)

Admin Balai Diklat Aparatur   14 Maret 2019   Dilihat : 5436



Artikel Terkait: