Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
MERUBAH SISTEM

Oleh : Ahmad Zayadi

Balai Diklat Aparatur KP

 

Belajar dari sejarah, salah seorang tokoh yaitu, RA Kartini, dimana ternyata beliau mampu merubah system, dengan memasukkan fikiran – fikirannya hingga akhirnya dapat diterima oleh semua kalangan, khsususnya kerajaan  di jepara pada waktu itu. Apa sesungguhnya senjata atau metode yang telah dilakukan, sehingga ia berhasil merombak system atau tatanan yang ada saat itu.

Berawal dari kegemarannya menulis surat atau korespondensi kepada rekannya Roosa Abandonen di negeri Belanda, yang kemudian setelah membaca surat demi surat, Roosa Abandonen sangat terinspirasi dan tertarik dengan isi surat RA Kartini yang ditulis dalam bahasa Belanda tersebut. Roosa terkagum kagum dengan isi hati RA Kartini yang ia curahkan dalam bentuk tulisan, dimana saat itu RA Kartini merasa sangat galau dan tertekan, melihat adanya perbedaan perlakuan, antara kaum wanita dan kaum pria. Kartini melihat bahwa wanita tidak diberikan hak yang sama dengan pria dalam berkiprah dan berkarya, wanita dianggap hanya sebagai “pemuas nafsu” belaka, dan selebihnya dianggap “tidak memiliki kemampuan untuk berkarya”.

Jeritan hati tersebut yang selalu dituangkan dalam bentuk tulisan kepada sahabatnya tersebut. Surat – surat Kartini terus dikumpulkan, disusun, bahkan direnungkan maknanya secara mendalam, dan akhirnya ia mengelompokkan surat – surat tersebut menjadi 2 (dua) kelompok. 2 (dua) kelompok surat – surat tersebut, kemudian diterjemahkan oleh Pramudya Anantatur dan akhirnya menjadi buku yang berjudul “Habis gelap terbitlah terang” dan “Panggil aku Kartini saja”.

Dari ke 2(dua) judul buku itulah akhirnya mampu memvirusi bahkan menginspirasi wanita Jepara untuk bangkit sederajat dengan kaum pria, berkarya membangun dan memajukan Jepara. Akhirnya Kartinipun berhasil mengibarkan bendera emansipasi wanita, yang kemudian atas jasa Kartini tersebut, setiap tanggal 21 April yang merupakan hari lahirnya RA Kartini, dijadikan sebagai hari Kartini atau hari kebangkitan emansipasi wanita di tanah air tercinta, hingga saat ini.

Berangkat dari hikmah secercah sejarah di atas, satu hal penting yang dapat dipetik dalam merubah tantanan yang mungkin dianggap “tabu” atau sulit untuk dirubah, adalah dengan membuat tulisan.

Dan jika kita amati realitas kehidupan ini, ternyata memang tidak jarang seorang pembicara di dalam seminar – seminar resmi, ia mengutip kata – kata seorang tokoh sukses, yang ia temukan kalimatnya itu dari sebuah tulisan yang dimuat dalam sebuah buku.

Artinya apa, menulis, menulis, dan menulis. Jangan jadikan ide brilian anda yang penuh motivasi dan inspirasi tersebut, hanya terbuang percuma dalam sebuah obrolan – obrolan santai saja, akan tetapi tulislah, menjadi mutiara yang dapat dibaca dan dikenang orang, serta akhirnya mampu merubah tatanan, sesuai dengan keinginan anda.

Admin Balai Diklat Aparatur   19 Maret 2021   Dilihat : 436



Artikel Terkait: