Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BALAI BESAR RISET BUDIDAYA LAUT DAN PENYULUHAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
Pelepasan Biota Laut Hasil Riset BBRBLPP dan Panen Lobster Hasil Penyuluhan BP3 Di Perairan Banyuwangi

Pelepasliaran merupakan salah satu wujud nyata upaya BBRBLPP dalam peran serta menjaga kelestarian biota laut salah satunya kelestarian ikan kerapu sunu sehingga kedepannya diharapkan dengan pelepasliaran ikan kerapu sunu di perairan Banyuwangi-Grand Wisata Watu Dodol ini akan mampu menjaga kelestarian dan keberadaan ikan kerapu sunu dan lobster di wilayah tersebut. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap nelayan,pembudidaya dan masyarakat  didaerah tersebut.

Seperti diketahui ikan kerapu sunu dan lobster merupakan komoditas laut ekonomis yang memiliki nilai jual tinggi dan keberadaannya di alam saat ini sudah semakin langka. Sebagai komoditas penting yang memiliki nilai jual tinggi, ikan kerapu sunu dan lobster banyak dicari oleh nelayan sebagai upaya untuk memenuhi permintaan konsumen. Hal ini berdampak semakin menipisnya stok ikan /semakin langkanya kerapu sunu dan lobster di alam sehingga para nelayan susah untuk mendapatkannya.

Keberhasilan BBRBLPP dalam penelitian ikan kerapu sunu dan lobster telah memberikan kesempatan kepada BBRBLPP untuk ikut serta dalam mendukung usaha pelestarian biota laut khususnya ikan kerapu sunu dan lobster. Sebagai langkah nyata pada Sabtu, 24 Oktober 2020; BBRBLPP melaksakan pelepasliaran biota hasil riset berupa benih ikan kerapu sunu dan induk lobster bertelur

Kegiatan pelepasliaran biota hasil riset ini merupakan kegiatan pelepasliaran yang ketiga kalinya dilakukan BBRBLPP. Pelepasliaran benih ikan kerapu sunu dan lobster bertelur dilakukan di Kawasan perairan Banyuwangi khususnya di Grand Wisata Watu Dodol.  Perairan banyuwangi merupakan lokasi yang dipilih oleh BBRBLPP dalam pelepasliaran ikan kerapu sunu mengingat lokasi ini merupakan lokasi yang berkarang yang sangat cocok untuk habitat ikan kerapu sunu dan lobster. Selain itu kawasan ini merupakan kawasan wisata yang dipadukan dengan kawasan kuliner  yang banyak didatangi oleh pengunjung sehingga kawasan ini memiliki prospek dalam pengembangan komoditas ini.

Benih ikan kerapu sunu yang dilepasliarkan dikawasan ini sebanyak 1000 ekor dengan ukuran 8-10 cm serta induk lobster bertelur sebanyak 24 ekor. Selain pelepasliaran biota hasil riset BBRBLPP acara ini juga dirangkai dengan panen lobster hasil percontohan BP3 Banyuwangi. Hasil Panen lobster ini merupakan hasil budidaya dari salah satu kelompok pembudidaya yang melibatkan Pokmaswas Pesona Bahari Banyuwangi.

Dalam acara ini secara daring Ka BBRBLPP menyampaikan bahwa Tusi BBRBLPP melaksanakan riset dan penyuluhan kepada pelaku utama dan pokmaswas. Pelepasliaran ini berharap bisa meningkatkan populasi Lobster dan sunu di alam. BBRBLPP juga berharap adanya dukungan dan kerjasama dari Dinas terkait, Pokmaswas dan masyarakat sekitarnya sehingga dengan pelepasliaran ini mampu menjadikan lokasi ini sebagai  lokasi edukasi dan wisata di masyarakat yang kedepannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Kepala Pusat Riset Perikanan yang juga memberikan sambutan secara daring menyampaikan bahwa Hasil riset berupa lobster dan sunu merupakan salah satu komoditas penting. Kegiatan pelepasliaran ini diharapkan kedepannya mampu mendukung kelestarian sumber daya alam dan komoditas ini dapat dikenalkan oleh penyuluh perikanan di banyuwangi kepada masyarakat sehingga nantinya komoditas ini menjadi pilihan komoditas lain yang selama ini ada dibanyuwangi serta menjadi komoditas budidaya di masyarakat.

 

Acara ini secara langsung diresmikan oleh KaPuslatluh KP Ibu Dr. Lilly Aprilya Pregiwati, S.Pi, M.Si. Dalam sambutannya Dr. Lilly Aprilya Pregiwati, S.Pi, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan pelepasliaran ini merupakan salah satu upaya yang mampu menjawab kebutuhan pembudidaya dalam memenuhi kebutuhan benih dan kelestarian sumber daya ikan. Pada hari ini KKP melalui BRSDMKP salah satunya BBRBLPP akan melakukan pelepasliaran biota laut. Alasan kegiatan pelepasliaran ini adalah sebagai upaya berbagi hasil riset dan mendiseminasikan hasil riset yang telah berhasil dilakukan BBRBLPP kepada pelaku utama, masyarakat melalui penyuluh perikanan sehingga kedepannya mampu menjaga kelestarian alam. Dipilihnya lokasi ini karena di lokasi ini merupakan salah satu unit yang berhasil dalam kegiatan percontohan dalam budidaya lobster. Keberhasilan Pokmaswas Pesona Bahari dan kepedualian dari masyarkat sekitarnya merupakan alasan terpilihnya lokasi ini dalam kegiatan percontohan dan lokasi pelepasliaran hasil riset. Perlu juga ditiru oleh penyuluh di lokasi lain dimana lokasi ini merupakan salah satu contoh lokasi keterpaduan yang sangat bagus antara riset, pendidikan, pelatihan dan penyuluhan yang menggambarkan keseimbangan antara perairan, penangkapan, budidaya, riset sehingga mampu mewujudkan masyarakat berbudidaya dan usaha pengembangan wisata

 

Hadir juga dalam acara ini yaitu Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, Kepala Satker Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Banyuwangi, Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Tim Peneliti Kerapu Sunu dan Lobster Pasir BBRBLPP Gondol Penyuluh Perikanan wilayah kerja Kabupaten Banyuwangi

 

Masiani   24 Oktober 2020   Dilihat : 138



Artikel Terkait: