Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kilas Berita  
Tingkatkan Pengembangan Budidaya Ikan Kerapu di Hatchery dan KJA, BBRBLPP adakan Pertemuan dengan DPRD Kab. Sangihe

Buleleng: Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Perikanan menerima kunjungan kerja 15 anggota Komisi C (Bidang Keuangan) DPRD Kabupaten Sangihe Talaud dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sangihe Talaud, pada 20 Februari 2018, di Buleleng, Bali. Pertemuan kemitraan ini guna membicarakan keberlanjutan perikanan budidaya ikan kerapu.

Pertemuan tersebut membicarakan perihal pengembangan budidaya ikan kerapu di hatchery dan KJA (keramba jaring apung), serta kontinuitas ketersediaan benih, sehingga mampu mengembangkan budidaya ikan kerapu secara optimal.

Disampaikan bahwa kondisi budidaya ikan di perairan Sangihe saat ini terbilang baik. Namun memang dalam mengembangbiakkan kerapu di KJA, diperlukan sumber benih kerapu yang memadai. Karena masih minimnya pemanfaatan budidaya ikan di KJA. Sehingga diharapkan ada dukungan teknologi dari BBRBLPP.

Hatchery merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat pembenihan ikan, dari pemijahan sampai menghasilkan larva. Bangunan hatchery bisa dibuat secara permanen, semipermanen, atau secara sederhana dari tanah. Sedangkan KJA adalah sarana pemeliharaan ikan atau biota air yang mengapung diatas air, yang berfungsi untuk pembibitan atau budidaya ikan dan biota laut.

Kepala Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluh Perikanan menyampaikan bahwa dalam budidaya hatchery dibutuhkan keseriusan baik dalam penganggaran dan SDM. Dari mulai penyediaan induk, seleksi induk, pemijahan, seleksi telur, penetasan, pemeliharaan larva, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, hingga pemanenan.

Peneliti BBRBLPP mengatakan bahwa bimbingan ataupun pendampingan dari BBRBLPP dalam budidaya hatchery penting adanya. "Pendampingan ini sangat penting. Sehingga hatchery yang sudah di bangun dapat dimanfaatkan secara optimal, serta tersedianya kontinuitas benih kerapu dan kemampuan dalam penanganan penyakit ikan," ujarnya.

Di Indonesia, budidaya ikan kerapu merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup potensial untuk dikembangkan. Pasalnya, ikan kerapu merupakan komoditas eksport yang bernilai ekonomis tinggi di pasar Asia terutama Hongkong dan Singapura.

Edwin Lutfi   20 Februari 2018   Dilihat : 482



Artikel Terkait:
Website Security Test