Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
TEFA, Upaya Tingkatkan Kompetensi Peserta Didik

SIARAN PERS

BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

TEFA, Upaya Tingkatkan Kompetensi Peserta Didik

Jakarta - Sektor kelautan dan perikanan merupakan sektor strategis yang dapat bertumbuh meskipun di tengah pandemi Covid-19. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah giat mengembangkan sektor perikanan budidaya. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki potensi lahan budidaya mencapai 2 juta hektar. Kurang lebih 600.000 hektar di antaranya telah dicetak sebagai lahan tambak, namun hanya sekitar 200.000 hektar yang telah dikelola efektif. Potensi ini merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memulihkan perekonomian bangsa. 

Salah satu langkah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP dalam mewujudkan arahan Presiden Joko Widodo, ialah melalui satuan pendidikan kelautan dan perikanan. Pola pembelajaran yang dikembangkan pada satuan pendidikan kelautan dan perikanan adalah teaching factory (TEFA) atau praktik kerja langsung, bukan sekedar praktik di laboratorium. 

Pada 5 Desember 2020, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Politeknik KP Pariaman, menyelenggarakan Panen Udang Vannamei di TEFA Budidaya Udang Empang Plastik (BUSMETIK), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan panen udang vannamei merupakan bagian dari kegiatan TEFA. Konsep inilah yang menjadi salah satu keunggulan pola pendidikan vokasi KKP dalam mencetak SDM yang terampil untuk siap kerja dan berwirausaha. Teknologi BUSMETIK merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh satuan pendidikan kelautan dan perikanan, dan telah mendapatkan penghargaan oleh Presiden RI. 

"Model pendidikan yang kita kelola, di tahun pertama fokus dengan pembentukan mental dilatih dengan kemiliteran, yang kedua bekerja, dilatih keterampilannya, dibangun pengetahuannya. Target kami untuk para taruna/i yaitu menjadi agen-agen masyarakat. Para taruna/i juga dibimbing untuk menjadi wirausaha yang nantinya akan mendapat pendampingan dari KKP berupa kredit LPUMKP dengan bunga 3 persen," terang Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, dalam sambutannya.

Lebih lanjut disampailan Sjarief, bahwa kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari kegiatan desiminasi atas keberhasilan teknologi sebagai bagian dari peran sekolah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini sejalan dengan tugas yang diberikan Presiden kepada Menteri KKP untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, disamping meningkatkan komunikasi dengan nelayan.

"Kampus ini ke depan kiranya juga dapat menjadi kampus enterpreneurship perikanan, yang dikenal sebagai pencetak SDM perikanan unggul," tegas Sjarief.

Di akhir kesempatan, pihaknya juga berharap agar Politeknik KP Pariaman, dapat segera membuka program studi Wisata Bahari serta menyelenggarakan kegiatan open day atau pelatihan kepada masyarakat dengan mengundang langsung ke tambak Politeknik KP Pariaman. Di samping itu, lahan idle yang ada di Pariaman juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tambak budidaya perikanan.

Wakil Koordinator Penyelenggara Tridhama Perguruan Tinggi Politeknik KP Pariaman, Harisjon, menuturkan bahwa panen udang vaname di bulan Desember 2020 ini cukup berhasil, dilihat dari jumlah produksinya. Jumlah benur udang yang ditebar pada periode ini adalah1,4 juta ekor. Lahan yang digunakan adalah 6 petak seluas 1.5 Ha, dengan padat tebar kurang lebih 125 ekor/m2. Saat ini lama lebar DOC adalah 105 hari, dengan target panen secara keseluruhan adalah 15 ton.

"Panen udang merupakan bagian dari kegiatan TEFA budidaya Politeknik KP Pariaman tahun 2020. Kegiatan ini diinisiasi oleh manajemen TEFA sebagai bentuk nyata kegiatan Pembelajaran Vokasi khususnya Prodi/Proka budidaya di Poltek KP Pariaman. Kegiatan TEFA Budidaya melibatkan teknisi, pekerja tambak, siswa dan taruna budidaya yang secara terbatas aktif terlibat dalam kegiatan secara bergantian," jelas Harisjon.

Humas BRSDM

Amania Ray   07 Desember 2020   Dilihat : 1258



Artikel Terkait: