Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
KKP Cetak Wirausahawan Milenial melalui Pendidikan Vokasi

KKP Cetak Wirausahawan Milenial melalui Pendidikan Vokasi

SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELUTAN DAN PERIKANAN

KKP Cetak Wirausahawan Milenial melalui Pendidikan Vokasi

Jakarta – Indeks daya saing global Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2019, turun lima peringkat berdasarkan laporan Forum Ekonomi Dunia ( World Economic Forum). Indonesia menduduki peringkat ke 50 dunia, dari yang sebelumnya berada di posisi ke 45. Sementara itu Indeks Tingkat Inovasi Indonesia menempati urutan ke 85 dari 131 negara (INSEAD, 2020). Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, perlu adanya peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM). Dalam peningkatan daya saing tersebut, diperlukan innovator – innovator yang muncul dari kalian sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan kewirausahaan merupakan salah satu wadah atau sarana untuk menciptakan inovasi – inovasi yang dibutuhkan masyarakat, yang dapat dikembangkan menjadi bisnis dan masa depan generasi muda. Melihat potensi SDM yang dimiliki satuan pendidikan KP, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Pusat Pendidikan KP (Pusdik KP) menyelenggarakan Acara Penilaian Kompetisi Kelompok Kewirausahaan Tingkat Nasional. Kegiatan ini terlaksana secara daring, pada 25 – 26 November 2020 untuk tingkat penddikan tinggi dan 27-28 November untuk tingkat pendidikan menengah.

“Tantangan di masa depan akan lebih berat. Tidak hanya sekedar pengetahuan dan hard skill namun juga diperlukan kompetensi dan ketrampilan lain atau soft skill, seperti ketrampilan berkomunikasi, berorganisasi dan kepemimpinan," papar Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja.

Kompetisi Kelompok Kewirausahaan diikuti oleh 53 kelompok yang berasal dari satuan pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah KKP, yang tersebar di seluruh Nusantara. Kelompok wirausaha merupakan siswa/i atau taruna/i semester 5 yang merupakan calon lulusan yang akan melanjutkan usaha bisnisnya setelah lulus dan menjadi wirausaha pemula, yang pada akhirnya dapat memenuhi IKU BRSDM yaitu 5 persen lulusan menjadi wirausaha bidang KP.

Untuk menjalankan usaha bisnisnya dengan baik di masa pandemi ini, ke 53 kelompok tersebut akan mendapatkan pendampingan oleh Tim Coaching dari Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Bina Nusantara, masing masing kelompok mendapat pendampingan sebanyak 4 kali dengan durasi waktu setiap 2 minggu.

”Program kewirausahaan sudah dilakukan secara parsial pada satuan pendidikan kelautan dan perikanan dan tahun ini merupakan tahun kedua kami menyelenggarakan Gelar Kompetisi Kewirausahaan lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan," terang Sjarief.

Natinya, pemenang hasil Penilaian Kompetisi ini, akan diumumkan pada acara Gelar Kewirausahaan, yang direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Desember 2020 di Jakarta.

di samping itu, KKP juga telah membentuk Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) bidang permodalan usaha kelautan dan perikanan. Diharapkan peserta gelar kompetisi kewirausahaan hari ini dapat memperoleh bantuan modal usaha dari LPMUKP setelah lulus dari satuan pendidikan kelautan dan perikanan.

"Lulusan satuan pendidikan KP diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan juga menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja. Kegiatan ini tentu akan memacu para siswa-siswi serta taruna-taruni untuk memiliki daya saing, di mana kemampuan ini kelak akan berguna, tidak hanya sebagai wirausaha mandiri namun juga saat bekerja di dunia usaha/dunia industri. Saya berharap kegiatan ini diharapkan dapat mencetak entreprenur muda terbaik,” tutup Sjarief.

Saat ini, 70 persen lulusan satuan pendidikan KP telah terserap dalam dunia usaha dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, BRSDM juga menargetkan minimal 10 persen dari setiap lulusan pendidikannya untuk menjadi seorang entrepreneurship. Hal tersebut didukung dengan sistem pembelajaran Teaching Factory (TEFA) link and match dengan dunia usaha yang telah diaplikasikan dalam lima tahun terakhir untuk menunjang pendidikan vokasi.(alp)

HUMAS BRSDM

Harjuno Sistiyanto   25 November 2020   Dilihat : 1929



Artikel Terkait: