Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
Kilas Berita  
KKP Dorong Pelaku UMKM KP Melek Teknologi

 KKP Dorong Pelaku UMKM KP Melek Teknologi

SIARAN PERS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

KKP Dorong Pelaku UMKM KP Melek Teknologi

Jakarta - Pandemi Covid19 berdampak besar pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perikanan di Indonesia. Sebagian UMKM terpaksa gulung tikar hingga mati suri, namun ada pula yang dapat bangkit dan berkembang lebih baik dibanding sebelum masa pandemi.UMKM yang mampu bangkit dan berkembang di masa pandemi adalah UMKM yang menguasai ilmu dan menerapkan digital marketing. Sayangnya, masih sedikit UMKM KP yang terhubung dengan platform digital marketing. Kendala teknologi, ketidaktahuan dan ketidakberanian para pelaku usaha UMKM KP menjadi penghambat pelaksanaan digital marketing UKMKP.

Terlebih saat ini Indonesia telah memasuki era industri 4.0, di mana para pelaku UMKM juga dituntut untuk dapat menjalankan sebuah usaha dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan internet.

Menjawab tantangan dan persoalan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) berkolaborasi dengan Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), serta Konsorsium Mitra UKM KP menyelenggarakan kegiatan Mimbar Virtual dengan tema Pengembangan Digital Marketing sebagai dukungan nyata untuk mendorong UMKM KP melek teknologi, pada November 2020.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, mengatakan bahwa digital marketing telah menjadi faktor penting UMKM KP agar mampu bertahan dan berkembang. Perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja dengan menggunakan platform belanja online ini menjadi peluang bagi UMKM KP untuk mengembangkan bisnisnya. Bertransformasi dari tradisional market ke digital marketing sangat penting karena pada era sekarang, digital marketing merupakan metode pemasaran yang efektif dan efisien..

Di samping itu, hal yang tidak kalah penting dalam pemasaran suatu produk adalah iklan. Konten dalam sebuah iklan bersifat global dan berkembang dari waktu ke waktu. Saat melihat sebuah iklan dan tanpa sadar telah memperhatikannya, maka dapat dipastikan konten tersebut sukses dan mampu menyampaikan pesan kepada target konsumennya.

Pada era digital, iklan disampaikan dalam bentuk video, foto, maupun suara. Untuk membuat iklan yang baik bisa dapat dimulai dengan sesuatu yang sederhana namun tidak terduga. Butuh kejutan dan ide yang menghibur yang dapat memancing masyarakat untuk dapat meningkatkan engagement dari sebuah iklan.

Untuk itu, berbagai tahapan perlu dilakukan oleh seorang pemula untuk memperkenalkan produknya. Butuh ide kreatif sehingga tercapai suatu produk awareness. Kunci dalam menjalankan bisnis adalah kreatifitas. Pembuatan konten yang bagus merupakan langkah awal dalam mempromosikan suatu produk. Konten harus menyampaikan informasi yang benar, konsisten, memiliki target pasar dan waktunya sesuai dengan selera pasar. Pemilihan media promosi menjadi krusial tergantung produk yang kita tawarkan. Beda produk, beda target konsumen, maka akan berbeda media sosial yang digunakan. Media Instagram lebih cocok bagi konsumen teenagers maupun ibu-ibu. Di sisi lain facebook, lebih diminati oleh konsumen yang lahir sebelum tahun 1990.

Hal senada disampaikan Kepala BBRSEKP, Rudi Alek Wahyudin. Pihaknya menyampaikan bahwa UMKM memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional di masa pandemik. UMKM yang menggunakan strategi pemasaran secara online akan meningkat 2,8 kali dari sisi pendapatan, peluang untuk mendapatkan uang bertambah tidak hanya dari penjualan produk, namun juga dari endorsement.

Sebagai langkah awal adalah soft selling dan hard selling di mana pelaku UMKM perlu memperkenalkan produk kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Target pasar menjadi penentu apakah kita akan menggunakan metode hard selling maupun soft selling.

Digital marketing juga mendekatkan para wirausahawan dengan konsumen di mana terdapat komunikasi interaktif antara penjual dan pembeli. Hal tersebut akan membuka peluang besar bagi para pemula UMKM untuk berkiprah di dunia pemasaran global.(alp)

HUMAS BRSDM

Harjuno Sistiyanto   26 November 2020   Dilihat : 1923



Artikel Terkait: