Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

STASIUN KIPM YOGYAKARTA
BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Petugas BKIPM Yogyakarta Memaparkan Keragaman Terbaru Sebaran Ikan Invasif Dan Sosialisasi PERMEN KP No 19/2020 Pegiat Konvervasi Di Kabupaten Bantul

Bantul (16/04) - Safari sosialisasi pengendalian ikan invasif di wilayah DIY yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY berlanjut di Kabupaten Bantul. Dengan narasumber dari BKIPM Yogyakarta, sejumlah paling tidak 19 kelompok pengawas masyarakat bidang perikanan mendapatkan paparan tentang pengenalan ikan invasif dan dampak introduksinya serta sosialisasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19/2020 tentang larangan pemasukan, pembudidayaan, peredaran, dan pengeluaran jenis ikan yang membahayakan dan/atau merugikan ke dalam dan dari wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia. Dalam acara tersebut yang diadakan pada hari Kamis tanggal 15 April 2021, tidak hanya membahas perihal pengendalian ikan invasif namun juga kasus-kasus lain seperti penanganan kasus penangkapan ikan ilegal dengan menggunakan alat penyetruman dan racun hingga penambangan pasir ilegal.

 

 

Dalam sesi sosialisasi ikan invasif BKIPM Yogyakarta memaparkan keragaman terbaru sebaran ikan invasif di Yogyakarta termasuk gambaran sebaran ikan invasif di propinsi lain baik di pusat perdagangan ikan dan  perairan umum daratan. Ikan invasif tersebut diketahui didominasi penyebarannya melalui perdagangan ikan hias termasuk melalui Yogyakarta. Ikan-ikan jenis cichlid yang rata-rata bersifat invasif baik yang telah diatur dalam peraturan perundangan dan yang belum diketahui telah banyak terlepasliarkan di perairan umum. Masyarakat juga diketahui masih banyak yang terang-terangan melakukan pelepasliaran ikan tersebut, dimana selama ini BKIPM Yogyakarta bersama dengan berbagai instansi telah menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah aktitas tersebut. Upaya edukasi tersebut perlu ditingkatkan karena aktifitas pelepasliaran terjadi akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

 

 

Sebagai upaya edukasi yang dilaksanakan oleh BKIPM Yogyakarta, juga  dipaparkan upaya koordinasi yang telah dilaksanakan oleh BKIPM Yogyakarta bersama Dinas Kelautan Perikanan Provinsi dan POLDA DIY untuk menargetkan Yogyakarta bebas Alligator gar, Piranha dan Arapaima. Selama dua bulan terakhir, BKIPM Yogyakarta telah melaksanakan edukasi door to door  ke pusat-pusat perdagangan ikan hias hingga palnig tidak 60 lokasi untuk mengajak masyarakat tidak memperdagangkan jenis ikan tersebut. Mengingat bahwa di perairan umum di Yogyakarta telah beberapa kali ditemukan ikan invasif seperti ikan Alligator. Akibat minimnya pengendalian pencegahan pelepasliaran secara swadaya oleh masyarakat maka dipandang bahwa pembatasan perdagangan ketiga jenis ikan tersebut yang dapat bersifat membahayakan masyarakat merupkana langkah efektif untuk mengendalikan sebarannya.

 

 

Dalam sesi diskusi diketahui bahwa diperlukan jejaring yang lebih kuat antar pemerhati lingkungan khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya perikanan. Dalam hal ini pokwasmas telah memiliki jejaring tersebut. Adapun BKIPM Yogyakarta selama ini telah tergabung dalam komunitas konservasi lingkungan di Yogyakarta serta aktif dalam menggalang isu-isu pencegahan sebaran ikan invasif melalui media sosial seperti di komunitas mancing mania jogjakarta dan komunitas ikan predator (iwak galak) di Yogyakarta.

 

Humas BKIPM Yogyakarta   16 April 2021   Dilihat : 28



Artikel Terkait: