Indonesia   |   English  
Saran Dan Pengaduan

STASIUN KIPM YOGYAKARTA
BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN
Kilas Berita  
Guna Pegendalian Pencegahan Sebaran Ikan Invasif, Petugas BKIPM Yogyakarta Lakukan Sosialisasi PERMEN KP No 19/2020 Di Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Kulonprogo

Kulon Progo (16/04) - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yogyakarta menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Penggiat Konservasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY pada hari Rabu, 14 April 2021 bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo.

 

 

Sebagai tindak lanjut koordinasi BKIPM Yogyakarta bersama dengan berbagai instansi terkait termasuk instansi penegakan hukum dalam pelaksanaan pengendalian sebaran ikan invasif di wilayah DIY, BKIPM Yogyakarta melaksanakan sosialisasi pengenalan ikan invasif dan dampak introduksinya serta sosialisasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19/2020 tentang larangan pemasukan, pembudidayaan, peredaran, dan pengeluaran jenis ikan yang membahayakan dan/atau merugikan ke dalam dan dari wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di DInas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo yang diprakarsai oleh DInas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

 

Dalam kegiatan sosialisasi ini yang dihadiri oleh pokwasmas lingkup Kabupaten Kulonprogo termasuk unsur kepolisian, BKIPM Yogyakarta memaparkan kondisi terkini sebaran ikan invasif di Yogyakarta dan propinsi lain baik di pusat perdagangan ikan dan  perairan umum daratan. Dalam kegiatan tersebut peserta diberikan paparan bagaimana suatu jenis ikan dapat berubah menjadi bersifat invasif, dimana pengertian ikan asing tidak selalu berarti dari luar wilayah Republik Indonesia namun juga ikan yang berada pada perairan umum daratan yang sama apabila dipindahkan  ke habitat lain dapat bersifat invasif terhadap ikan lain di habitat baru. Keinvasifan tidak hanya dalam hal predasi namun juga, hibridisasi, infeksi penyakit eksotik, kompetisi dalam memperebutkan sumber energi, danengubah keseimbangan struktur komunitas dan proses ekosistem seperti siklus nutrien, hidrodinamika perairan termasuk alur energi dalam suatu ekosistem.

 

 

Salah satu kerugian nyata akibat dari sebaran ikan invasif di perairan di Yogyakarta adalah merebaknya Tilapia Lake Virus yang biasa berjangkit pada ikan Nila mampu menginfeksi ikan gurami yang merupakan ikan asli di wilayah Yogyakarta. TIngginya pelepasliaran ikan nila oleh masyarakat disinyalir menjadi penyebab wabah tersebut. Hal ini juga diperkuat oleh penyampaian informasi dari peserta bahwa berbagai perairan umum di Kulonprogo didapati dominasi ikan nila menggantikan ikan-ikan asli yang dekade lalu masih banyak ditemukan. Melalui sesi tanya jawab juga diperolah informasi bahwa adanya program inovasi Kantor Urusan Agama mewajibkan pasangan calon pengantin untuk melepasliarkan ikan. Sayangnya tidak ada panduan jenis ikan apa saja yang boleh dilepasliarkan sehingga masyarakat banyak yang menggunakan jenis ikan bersifat invasive seperti nila, lele dan bawal yang mudah diperoleh dengan harga yang murah. Sehingga diperlukan kampanye lebih intensif kepada berbagai kalangan untuk mencegah pelepasliaran tersebut tanpa mengurangi makna aktifitas budaya masyarakat.

 

 

Dalam pengendalian pencegahan pelepasliaran tersebut salah satu kendala yang dihadapi adalah masih minimnya produksi ikan endemik di walayah Yogyakarta. Produksi ikan endemic diperlukan sebagai alternative bagi masyarakat yang aka melaksanakan restoking. Selain itu, peraturan perundangan untuk mencegah pelepasliaran khususnya di tingkat daerah masih sangat minim. Sehingga dimasa yang akan dating diperlukan adanya peraturan perundangan yang secara spesifik melarang pelepasliaran ikan yang bersifat invasif khususnya terhadap jenis yang belum diatur dalam peraturan perundangan sebelumnya.

 

Humas BKIPM Yogyakarta   16 April 2021   Dilihat : 20



Artikel Terkait: